Minggu, 02 September 2012

Sahabat Dari Dunia Lain


Mempunyai hidup yang berkecukupan bukanlah alasan utama seseorang ataupun suatu keluarga untuk meraih kebahagiaan. Kebahagiaan itu diraih bukan karena harta yang melimpah, tetapi keharmonisan didalam keluarga. Kesibukan orangtua kadangkala menyebabkan anak-anaknya kurang mendapat kasih sayang. Begitu pula dengan kehidupanku, karena kesibukan orangtuaku , kini semua kekayaan orangtuaku tidak akan berarti apa-apa bagiku.

Angin bertiup semilir. Tampak matahari yang memancarkan cahaya oranye nya, kicauan burung masih terdengar, mereka terbang sesuka hatinya, merasakan keindahan alam semesta ini, kini mereka mengepakkan sayap-sayap mereka dan terbangmenuju peraduan. Dan bersamaan dengan itu, diruangan yang cukup besar, berhiaskan dinding yang berwarna hijau, tepat diatas tempat tidur , aku masih membaringkan tubuhku. Aku bingung entah apa yang harus kulakuan saat ini. Aku ingin merasakan kebahagiaan seperti anak-anak burung yang diberi kasih sayang oleh kedua induknya. Sedangkan aku ? Bagaimana dengan kehidupaku? Entahlah, aku hidup seperti tidak mempunyai orangtua. Mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka. Bisnis sana, Bisnis sini.
“ Huhhh,, pasti mereka tidak akan pulang malam ini “ bisikku.
“ Lebih baik aku keluar saja malam ini, mencari udara segarr,, “

Jam terus berputar . Dan kini jarum pendek sudah menunjukkan angka 7, kini senja itu pun mulai hilang.


Kulangkahkan kaki menuju garasi rumahku, jaket hitam dan helm merah sudah terpasang di tempatnya. Tanpa berlama-lama ku nyalakan mesin, dan melajukan motorku dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Tak sadar, dipersimpangan jalan tetap dengan kecepatan yang tinggi, motor ku melaju, dan dari arah berlawanan, sebuah truk besar juga dengan kecepatan tinggi melaju.

Dann, peristiwa naas itu terjadi. Sedikit terdengar olehku teriakan orang-orang sekitar yang melihat peristiwa itu. Kurasakan aroma yang sangat amis bagiku, cairan merah itu mengalir dikepalaku. Beruntung nyawaku masih bias terselamatkan.

Perlahan-lahan kucoba membuka mataku. Tercium olehku aroma khas rumah sakit. Saat kubuka mata, hanya seorang lelaki yang tampak disampingku. Aku merasa tak pernah mengenalnya. “apa mungkin dia yang mencelakakan aku “ ucapku dalam hati.

Kucoba melihat lebih luas lagi. Mereka tidak ada. Dimana mereka ? Disaat aku seperti ini, masihkah merek sibuk dengan urusan mereka sendiri ? “ KETERLALUAN “ batinku tersiksa.
“ Kau sudah sadar ? “ tanyanya.
“ yaa,,yya, ssii,,aa,,paa kau ? “ jawabku dengan suara yang agak terbata-bata.
“ Aku Ilham. Siapa namamu ?”
“ nna,,mmaa,, ku Lena”
“ Oh, ya sudahlah, sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu. Sepertinya keadaanmu belum terlalu baik. “usulnya.
“ Tidak apa-apa. Aku sudah mulai baikan kok. Oh ya, apakah kau melihat orangtuaku ?” tanyaku penasaran.
“ Eum, sepertinya tidak ada seorangpun yang datang menjengukmu sejak tadi. “ Ia mengernyitkan dahinya dan mencoba mengingat.

Aku kecewa dengan mereka.
“ Sepertinya aku ingin istirahat sebentar “ pintaku.
“ Baiklah, kalau seperti itu maumu, sebaiknya aku keluar saja, agar tidak mengganggumu” ucap Ilham

Kulihat Ilham begitu cepat menghilang dari hadapanku. Aku masih bingung siapa sebnarnya dia ? Apakah aku lupa ingatan ? Ahh, tidak mungkin, kalau aku lupa ingatan tidak mungkin aku ingat dengan kedua orangtuaku. Tapi, siapa dia ? Dan, dimana semua teman-temanku ? Tak ada satupun diantara mereka yang menjengukku. Apa aku tidak berguna lagi bagi mereka ? Apa salahku? Bukankah aku selalu hadir disaat mereka susah ? Ini balasan merreka ? kekecewaanku kini semakin dalam.
***

Malampun tiba, kembali kubuka mataku. Masih tampak Ilham yang setia menemaniku.
“ CCKKLLEEKK” pintu kamarku terbuka, diikuti oleh masuknya seorang suster membawa sajian malamku.
“ Hai nona Lena, bagaimana keadaannya ?” Tanya suster itu ramah.

Hey, pertanyaan basa-basi yang terlalu basi menurutku. Udah pasti keadaanku masih sakit.
“ Hmmm, ya seperti ini lah sus,, “ jawabku .
“ Dimana keluarga nona ? sepertinya sedari tadi tidak ada yang menjenguk.. ?”

Hhhaahh ? Aku sangat terkejut mendengar pertanyaan nya.

Hey suster, tidakkah kau lihat, seorang pria disana ?
“ Hmmmm,, mungkin mereka sibuk sus..”
“ Oh, ya sudahlah, Janganlupa dimakan yah makanannya, dan ini obatnya. “ sambil memberika sebungkus plastic yang berisi beberapa butir obat.

Suster itupun berlalu pergi. Tetapi aku masih bingung , mengapa suster itu mengatakan bahwa tidak ada orang yang menjengukku ? Ahh,, mungkin dia tidak memperhatikan Ilham
“ Hey Lenna, jangan melamun.. Ntar kesambet loh ?” candanya.
“ Ahh, tidak, aku tidak melamun.. “
“ Ya sudah, ayo kau harus makan “ sambungnya, sambil mengambil piring yang terletak diatas lemari kecil .
“ Tidak, aku tidak selera makan. “ tolakku.
“ Heey, ayolahh, supaya kau cepat keluar dari sini. Apakah kau mau tinggal berlama-lama disini ? “Tanya Chiko.
“ Ya tidak lah, tempat ini sangat aku benci. Tapi, aku juga tidak mau tinggal dirumah.. “
“ Mengapa begitu ?“ ucapnyapenuh tanya
“ Aku merasa bosan tinggal dirumah. Dirumah aku tidak mempunyai teman, bahkan kasihsayang orangtuaku , tidak pernah kurasakan. Mereka hanya sibuk dengan urusan kantor mereka. “ aku mulai curhat dengannya.
“ Kau sebaiknya jangan melihat dari sisi negatifnya saja, lihat jugalah sisi positifnya. Bukankah mereka melakukan itu demi kepentingan hidupmu juga ?” respon Ilham.
“ Ya, memang benar, tapi harta itu tidak menjamin kebahagiaanku.. “ sambungku.
“ ya, benar juga apa yang kau katakana. Ya sudah, sebaiknya sekarang kau habiskan terlebih dahulu makananmu ini.. “ saran Ilham.

Hatiku merasa lega, setelah aku menceritakn kehidupanku kepada Ilham. Tak pernah ada seorangpun yang bias menjadi tempat aku mencurahkan isi hati. Kini kutemukan dia, aku menganggapnya SAHABAT.
“ Oh ya, kau tidak pulang ? “ tanyaku kepada Ilham.
“ Iya, sebentar lagi aku pulang, aku akan pulang setelah kau tidur.. “ ucapnya.
“ Baiklah, sekarang aku akan tidur, kelihatannya kau sudah lelah “ Kucoba memejamkan mataku, dan akhirnya akupun tertidur.
***

Kini malam berganti pagi, cahaya matahari pagi membangunkanku. Kucoba membuka mataku. Dan aku kembali kecewa. Tapi kekecewaanku tidaklah begitu besar, karena kehadiran sahabat baruku Ilham. Tetap saja mereka tidak menjengukku.
“ Selamat pagi Lenna.. J” sapa Ilham sambil memancarkan senyum indahnya.
“ Pagi juga Ilham.. “ jawabku membalas senyumnya.
“ Gimana ? sudah lebih baik ?”
“ Yaa, sudah lumayan… “
“ Oh iya, sepertinya aku harus keluar sebentar, dan nanti aku akan kembali lagi. Tidak apa-apa kan? “ tanyanya.” Iya, tidak apa-apa kok… “

Ilham pun beranjak keluar. Dan,, ehh pintu itu dapat ditembusnya ?

Ahh,, mungkin hanya halusinasiku saja.
Kini aku sendiri lagi, tidak ada yang menemaniku sekarang. Tapi aku juga tidak boleh memaksakan kehendakku.

Kembali kuingat kekesalanku kepada orangtua dan teman-temanku. Sudah 2 hari aku menetap ditempat ini. Dan tak pernah sekalipun mereka menjengukku ? Mungkinka aku tidak berguna lagi ? Apakah lebih baik aku pergi ?

Saat itu entah makhluk apa yang merasuk tubuhku, hingga aku mencoba untuk menghilangkan nyawaku.
“ Lebih baik aku mati .. “ batinku tersiksa

Kulangkahkan kaki ku menuju lantai rumah sakit yang paling atas.

Kuberdiri dipinggiran sisi lantai loteng itu. Kini tangisku mulai meledak, tetesan bulir bening itu mulai berjatuhan membasahi pipiku. Kuingat semua kehidupanku , dimana tak ada kebahagiaan. Tak ada sedikitpun tersirat kenangan indah dihidupku.

Kini tinggal beberpa langkah lagi jarak antara aku dengan lantai dasar.
" Selamat Tinggal Semuaaa…. “ isak tangisku kembali terdengar.
“ TTTUUUNNGGGUUUU……. “ suara teriakkan terdengar dari belakangku, dan mengentikan langkahku.

Ku balikkan tubuhku dan ku berlari kearahnya, memeluk tubuh nya.
“ Ham, aku tidak tahan lagi hidup di dunia ini. Tidak ada satu orangpun yang peduli denganku. Lebih baik aku mati. “ ucapku sambil terisak.
“ Mati bukanlah jalan terbaik. Masih banyak orang yang menyayangimu disana, Mati itu tidaklah menyenangkan. Kau akan merasakan apa yang kurasakan. Tidak dapat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan .. “ ucap Ilham.
“ Maksudmu ? merasakan apa yang kau rasakan ? “ tanyaku heran dan melepaskan pelukanku, lalu menatap matanya. Kulihat kesedihan yang mendalam disana, dan wajahnya yang pucat.
“ Yah, aku akan memberitahumu sesuatu. Sebenarnya aku ini adalah arwah yang telah meninggal. Dan aku meninggal dengan cara terbodoh yang pernah ada. Yaitu menjatuhkan tubuhku disini. Tepat dimana kau ingin menghilangkan nyawamu. Dan aku sangat menyesali perbuatanku itu. “ jawabnya sedih.
“ Jadi, maksudmu , kau ini adalah Hantu ? Lantas, bagaimana aku bisa melihatmu ? “ tanyaku heran.
“ Ya, seperti itulah. Aku ditugaskan untuk memperingatkan mu. Jadi, kau dapat melihat wujudku. . . “ Jelasnya.
“ Oh, pantas saja suster itu tidak dapat melihatmu. Dan kau juga dapat melewati pintu , kamar itu,, “
“ Ya begitulah, sebaiknya, kau hapus air matamu itu, dan kita sekarang kembali ke kamar, tenangkan dirimu.. “ bujuknya.
“ Baiklah.. “

Kami berjalan menuju kamar, tak kusangka, sahabat pertamaku itu adalah sesosok makhluk dari dunia yang berbeda denganku. Terngiang dipikiranku ucapan-ucapan yang terlontar dari bibirnya.

Kini kami sampai didepan kamarku. Kubuka pintu, dan ada sesuatu hal yang dapat membuatku sangat terkejut. Mereka datang ? Ada angin apa gerangan? Bukankah mereka sibuk dengan urusan mereka ?

Kusimpan didalam hati kebahagiaan kecil itu . Dengan wajah murung kulangkahkan kakiku kedalam.
“ Sayang, kamu dari mana saja ? Maafkan mama dan papa sayang, kami terlalu sibuk dengan urusan kami, sehingga kamu jadi begini. Maafkan mama.. L “ tangisan penuh penyesalan tampak dari wajahnya sambil memelukku, terasa dipundakku seperti ada sesuatu. Cairan bening dari matanya mulai membasahi pundakku.

Mereka memelukku, penuh kasih sayang, baru kali ini , kurasakan kebahagiaan itu.
“ Sudahlah ma, aku sudah memaafkan mama dan papa , lupakan masa lalu, kita mulai lembaran baru. “ ucapku.
“ Baiklah sayang.. J” ucap mamaku.
Disisi lain kulihat Ilham tersenyum kearahku.
Kubalas senyumannya itu.
Kini aku merasa bahagia, akhirnya aku merasakan kebahagiaan itu….
Keesokan harinya, hari dimana aku telah diijinkan untuk meninggalkan tempat membosankan ini..
Disampingku telah ada kedua orangtuaku yang membantuku untuk mengemas barang-barangku.
Tapi, ada yang aneh, dimana Ilham ? Kenapa dia tidak kelihatan hari ini ?
Tak sengaja, aku melihat diatas meja secarik amplop terletak disana. Perlahan kubuka isi amplop itu..

Dan kubaca..
Dear Lenna,,
Hai cantik, sudah sembuhkan ?Bagus kalau begitu..
Nah, dengan sembuhnya kau, tugasku pun kini telah selesai,,,
Kau telah mendapatkan kebahagiaanmu , dan kasih sayang dari kedua orang tuamu..
Sekian yah, surat perpisahan dariku.

Selamat tinggal Lenna.. J
I will miss You..
Ilham

Dengan sigap kulangkahkan kaki ku dengan kecepatan yang cukup tinggi, menuju loteng rumah sakit.

Dan sesampainya disana , kudapati sosok seseorang yang tersenyum kearahku..
“ ILHHHAAAMM… “ teriakku dan berlari memeluknya.
“ Sudahlah, kau tidak usah bersedih, bukanah kebahagiaan sudah ada ditanganmu ? Kini aku harus pergi, tugasku sudah selesai. .. “ pamitnya, dan melepaskan pelukan itu.
“ SELAMAT TINGGAL LENNA.. J “ ucapnya dan melangkah menjauhiku,, semakin lama ia hilang dari pandanganku,,,
“ SELAMAT TINGGAL ILHAM ,,,

Kau adalah sahabat terbaikku, SAHABAT DARI DUNIA LAIN .. J “

Sekian karya darii sayaa..
Semogaa kalian sukaaaa…

Writer : Rhenata Fransiska Yovanca
@RheCa_YoShe

PROFIL PENULIS
Nama : Rhenata Francisca Pardede
Umur : 15 tahun
Kota asal : Medan
Facebook : Rhenata Francisca Pardede
Twitter : @rhenata_fysp
Ini karyaku, terima kritik dan saran :)
Respect guys :)


Sumber

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

This Is Story About Ana Maria

   Ana selalu berdoa kepada Tuhannya : “ Tuhan ! tolonglah aku, tolonglah aku agar aku bisa bertemu dengan ibuku Tuhan !. satukanlah kami kembali seperti dulu !”
               Tanpa terasa tetesan airmata pun mengalir membasahi pipi Ana. Hari** yang dilalui Ana sangatlah sepi, meskipun ana tinggal di sebuah asrama yang dipenuhi dengan siswa-siswi. Tetapi Ana masih saja sendiri.
               Ana adalah anak yang tidak sama dengan anak lainnya, ia selalu sendiri dan sendiri, sampai suatu saat.
               “Lihatlah ! itukan si anak neraka itu !, ngapain dia duduk di pinggir jendela. .. Tumben “ Seru Erica
               “Sudahlah,, buat apa kau memperhatikan dia, paling-paling dia Cuma ingin mencari malaikat yang akan membebaskan dirinya dalam neraka…. HAHAHAHAHAHAHAHAHA” Ucap Monica
               “Ahaa,, bisa aja kamu Mon”
               “..ssttt, ntar diia dengar loh, gawat nanti jangan-jangan qt bisa ikutan masuk neraka juga”
               “iiya,, iih serem, qt pergi aja yuk”
               “ yuk..”



Sudah sering Ana mendengar Ejekan dari siswa-siswi di asrama itu. Namun, Ana tak menggubrisnya. Ana memang lebih suka mengurung dirinya diperpustakaan, diantara buku-buku lapuk yang sudah tua, diantara dinding-dinding besi berdebu yang hampir tak bisa detembus oleh suara apapun, dalam ruangan yang sangat panas dan menggerahkan. Itulah yang menyebabkannya dijuluki gadis neraka.
               Ana memang buta, tapi dia bisa melihat mahluk lain selain hewan dan manusia. Dia Memang suka mengurung diri diperpustakaan yang sunyi, karena ia melihat begitu banyak hal disana. Ada ibu yang selalu membacakan cerita untuk anaknya, ada yang bernyanyi, ada yang menangis dan ada yang selalu diam. Ana hanya melihati mereka dan, ketika Ana mengajak mereka untuk berkomunikasi, mereka hanya bisa diam terpaku menatap wajah Ana. Berulang kali Ana menyapa mereka, namun tak ada satupun yang bisa mengerti dengan bahasa Ana.
               “Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, “
               “Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, “
               “Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, “
               “Aku hanya ingin tau dimana ibuku ! dimana ?, “
               Berulang kali Ana mengucapkan kalimat itu, namun mereka tetap diam, hanya diam menatapi wajah Ana
               Hingga pada suatu hari, Ana keluar meninggalkan asramanya, tanpa ada seorangpun yang tau. Ana berjalan dengan membawa badan yang sempoyongan, melangkah dengan kaki tanpa alas, dengan rambut hitam nya yang tergerai, dan memakai baju asrama yang sudah lusuh.
               Ana berjalan dengan sangat pelannya..ternyata tiba-tiba ada yang mengikutinya dari belakang..
               “k..kau !!” kata Ana terbata
               “Kenapa” kata org itu
               “Bukankah kau arwah laki-laki yang hanya diam itu, apakah kau mengerti bahasaku ?”
               “ ya, ini aku…… Mmmmmmmmm begitulah”
               Arwah laki-laki itu terus saja memandangi Ana tanpa hentinya.
               “Apa yang kau lihat ?” Ucap Ana
               “Kau !” kta arwah laki-laki itu
               “dan ,, Untuk apa kau mengikutiku”
               “Untuk melindungimu”
               “Peduli apa kau denganku ?”
               “Karna kau buta”
               “Apa hubungannya kebutaanku denganMu?”
               “Karna aku tau dimana ibumu”
               “Apa ?? jadi selama ini kau tau dimana ibuku ? ! Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, padahal hampir setiap hari aku berteriak bertanya kepada bangsa kalian !”
               “Sabar dulu, Ana ! , aku akan memberitaumu dan menceritakan semua kepadamu sembari kita berjalan menuju tempat dimana ibumu berada”

               Mereka berjalan sambil bercerita, mereka berjalan sangatt jauh.. dan tak terasa malampun tiba, mereka berhenti di bawah pohon besar yang sudah tua.
               “Kemana kau akan membawaku?” tanya Ana.
               “Ketempat ibumu berada”
               “Dimana ??”
               “Ditempat yang tidak akan pernah diketahui oleh manusia”
               “A..a..pakah masih jauh??”
               “Sebentar lagi, setelah kau terbangun dari tidurmu.”
                Perlahan-lahan mata Ana pun terpejam begitu saja dengan pelannya. Tubuhnya seakan-akan menjadi sangat ringan, terangkat dan terbang melayang-layang. Hingga sampai pada suatu tempat, matanya seolah-olah membuka perlahan, dan Ana pun terperangah melihat keindahan yang mungkin tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh fikiran manusia.
                Tiba-tiba..terlihat dari kejauhan seorang wanita paruhbaya berteriak..
               “ Anakku !!.. Ohh Anakku Ana !!.. Kemarilah nak !,… Ana ? kau kah anakku Ana Maria itu ?!!”
               “ibu ? benarkah kau ibuku yang selama ini kucari-cari ??”
               “ iya nak, ini ibumu, datanglah kemari sayang, dan peluklah ibu”
               Ana pun berlari dengan cepatnya, seolah-olah kakinya tidak letih, seolah-olah badannya tidak lesu, dan seolah-olah matanya tidak buta lagi. Dipeluknya ibunya yang masih terlihat muda itu, berlinangan airmata bahagianya, tersenyum bahagia. Dan dilihat Ana dari kejauhan, sosok arwah laki-laki itu terlihat begitu tampannya sedang ternsenyum turut bahagia melihat kebahagiaan Ana.
Tak ditemunya lagi manusia-manusia yang mengejek dan mencelanya. Tak ditemunya lagi nyanyian-nyanyian pujian tiap hari, tak didengarnya lagi lonceng yang berbunyi tiap pagi, tak dilihatnya lagi mahluk-mahluk didalam ruang perpustakaan yang sunyi.
               Jauh dari tempat Ana berada, siswa-siswi dan biarawati pun panik dengan hilangnya Ana dari Asrama. selang waktu beberapa jam.seorang pengirim surat mendapati jasad Ana yang mengenakan baju asrama tergeletak dibawah pohon besar yang sudah tua. Hingga saat ini kematian ana tak dapat diketahui apa penyebabnya !
****


Sumber
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Misteri Rumah Baru

Cerpen Misteri Horor


Hari ini adalah hari pertama aku pindah dari kontrakan ku yang dulu. Di karenakan jauh dari kampus, akhirnya aku memilih untuk menyewa rumah baru. Dengan pendapatan yg pas-pasan, aku lebih memilih menyewa rumah yg terlihat tak terurus. Kebetulan sewa rumah itu jauh lebih murah di banding harga sewa rumah ku yg kemarin. Hanya berbekal uang 500 ribu aku bisa mendapatkan rumah yg tergolong mewah, walaupun sedikit tak terurus dan berantakan. Aku saja heran, mengapa rumah ini terlalu murah utk di sewakan,,bukankah rumah ini besar dan luas??. Tapi aku akan tetap tnggal di sini berdua.. Ya,,selama ini aku tinggal berdua dengan teman sekampusku. Kami dari kampung yg merantau kekota hanya sekedar mencari ilmu dan mimpi.

“rumah ini sepertinya lama di tinggalkan, bukti nya tak ada 1 barang pun yg terlihat layak utk di pakai”.ujar sherry temanku. Aku hanya terdiam dan tak menggubris omongan sherry, karena ku fikir emang benar. Tak ada 1 barangpun yg terlihat sempurna. Semuanya lapuk,,dan benar2 tak bisa di pakai.

Setelah membereskan ruang tamu , aku langsung menuju ruang tengah dan segera membersihkan nya, sementara sherry membersihkan ruang dapur. Kami emang terlihat kompak dalam hal seperti ini. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, kami dapat beristirahat di rumah ini. Untuk sementara rumah yg kami tempati saat ini adalah milik kami.

Jam menunjukkan pukul 11.00 pagi, waktunya kami pergi bekerja. Aku bekerja sebagai penjaga buku di salah satu toko buku yg terkenal di kota ini, sementara sherry bekerja di café sebagai pelayan café. Dikarenakan hari ini sherry masuk malam, jadi aku pulang kerja langsung kuliah dan pulang ke rumah. Cukup menyeramkan tinggal dan mendapatkan suasana baru di sini, di rumah baruku. Tapi karena aku termasuk orang yg pemberani, (walaupun sebenarnya ada hal yg aku takuti) aku tetap memberanikan diri untuk tinggal sendiri malam ini sampai pukul 22.00 malam.

Karena belum ada persiapan untuk pindah, jadi aku hanya punya barang seadanya utk hari ini. Seperti alat2 memasak dan peralatan utk tidur serta pakaian. Jadi malam ini aku hanya bisa baca buku utk menghabiskan malam. Di dalam kamar yg luas,,aku merasa aneh di situ. Aku seakan melihat sinar di pojok ruang itu, tepatnya di dalam lemari yg berumur sekitar 20 tahun, karena di situ terdapat tahun, yg aku rasa adlh tahun di mana lemari itu baru di beli. Aku langsung menghampiri lemari itu dan membuka setiap laci yg ada. Dan aku melihat satu buku yg terlihat usang. Buku apa itu? Dengan rasa penasaran, aku mengambil buku itu dan membacanya. Halaman per halaman dapat aku baca dengan sempurna. Di saat aku membaca halaman yg ke 14, aku mendengar suara keributan seperti pertentangan antara anak dan orang tua. Ya,,seperti buku yg aku baca saat ini,, buku pada halaman ke 13,,yg isinya perdebatan hebat antara anak dan orangtua. Dengan rasa yg campur aduk, Aku langsung keluar kamar dan menghampiri ruangan yg bersumber keributan itu. Tapi apa yg aku dapatkan? Hanyalah keheningan. Lalu apa yg aku dengar tadi?.. entahlah…aku sendiri saja bingung. Sambil menunggu jam 10 malam, akupun tertidur dengan buku yg masih ku pegang.

Dengan berjalannya waktu,, tak terasa aku sudah 2 minggu tinggal di rumah ini. Tak ad keanehan yg di rasakan Sherry. Tapi aku? Selalu saja keanehan yg aku rasakan di rumah ini. Rutinitas berjalan seperti biasa, kerja, kuliah dan pulang ke rumah. Itu aktivitas aku dan sherry. Sampai akhirnya aku lupa menceritakan hal aneh yg aku rasakan di hari pertama kami tinggal. Dan seperti biasa, hal aneh terjadi lagi saat aku membaca buku itu. Yg lebih aneh,,setiap halaman yg aku baca, seolah ada kehidupan yg ada di hadapan ku sekarang dan cerita nya sama persis dengan kisah yg aku baca di buku ini. Dengan rasa penasaran, aku mencoba menonton apa yg aku lihat. Dan dia,,siapa dia? Wanita itu ? apa yg aku lihat saat ini? Dia yg seperti bayangan menyerupai wanita yg aku sayangi, sherry? Ya,, itu benar sherry. Apa yg aku lihat saat ini. Pertanda apa ini? Apakah benar wanita yg ada di hadapan aku sekarang adalah sherry?? Aku selalu bertanya dengan orang yg ada di hadapanku, tapi mereka tidak memperdulikanku, seakan2 tidak melihatku. Apa ini? Aku langsung terdiam ketika aku mendengar dialog “ aku tak akan pernah bisa berhentimencintainya yah,, walaupun aku tlah mati”. Kata2 itu selalu aku ingat,, kata2 yg membuat aku bingung dan penasaran. Pandangan di sekililingku kembali normal saat aku menutup buku itu. Aku benar2 tidak mengerti dengan buku yg ada di tanganku sekarang. Sangat misteri.

Hari ini aku terpaksa bolos kerja dan kuliah hanya untuk melihat kejadian yg ada di buku itu. Dengan semaksimal mungkin, aku berfikir keras. Apakah ada hubungannya dengan rumah, waktu dan sherry. Aku akan mencoba mengungkap misteri ini dari awal.

Beberapa waktu lalu, sherry mengajak aku pindah rumah secara paksa. Walaupun dengan alasan tepat, tapi aku tetap aja curiga dengan dia. Tanggal ,,, aku mengenal sherry lavida tepat tanggal 13 maret, 1 tahun yg lalu. Dimana tanggal itu adalah tanggal terakhirnya cerita di buku diary yg aku temukan itu. 13..adalah angka yg benar2 sering muncul di buku itu,,,apalagi yg menyakin kan aku adalh saat pertama aku melihat kejadian aneh itu di saat bacaanku terhenti di halaman ke 13. apa artinya ini?

Pikiranku terhenti saat ponselku berdering, dan kulihat pesan di ponselku, ternyata dari sherry. Pesan itu berisi “van, mungkin hari ini aku pulangnya agak malam ya, aku lembur. Ok.”,, itu pesan yg aku baca dari sherry. Malam ini aku sendiri,,karena rasa penasaran aku yg begitu kuat, aku rela malam ini gak tidur untuk menyaksikan kejadian beberapa tahun yg lalu di rumah ini.

Aku mulai membaca dari halaman 14, halaman yg kemarin sempat terhenti.
“hari ini aku bertemu lagi dengan nya di suatu tempat. Aku senang karena masih bisa bertemu dengan nya, walaupun pertemuan itu berakhir dengan pertengkaran yg amat hebat dengan kedua orangtuaku. Orangtua yg tak pernah merestui hubunganku,, orangtua yg egois…dan orangtua yang……” aku berhenti membaca ketika aku melihat bayangan sherry ada di hadapanku. Dan apa yang aku lihat,, sosok orangtua yg sangat marah dengan anaknya, anaknya itu adalah sherry.

“ayah tidak melarang kau mencintai lelaki,, tapi jangan dia?” kata2 yg dpt aku dengar dengan jelas, setelah itu semuanya samar terdengar. Aku mencoba membaca kelanjutan bacaan ku tadi…

“…sangat keras. apakah aku pantas membenci ayah dan ibu karena mereka menentang cinta kami. Cinta yg kami jalani 2 tahun lama nya, apakah harus berakhir dengan kematian?”

Waktu yg lama, fikirku. Aku melanjutkan bacaan ku ke halaman berikutnya,, tapi sebelum aku melanjutkan, aku merasa kaki ku sangat berat, kakiku seolah2 ingin melangkah tanpa aku suruh. Aku mencoba melemaskan kaki ini dan melangkah kearah yg ingin di tuju. Dan apa yg aku lihat sekarang,,, darah. Ya, darah lah yg aku lihat tepat di bawah kaki ku. Aku ambil darah itu, aku cium, ternyata darah itu masih segar, seprtinya belum lama,, bau amis yg aku cium sangat menyakinkan kan bahwa cairan merah itu benar2 darah. Petunjuk apalagi ini? Aku benar2 bingung, dan aku tak aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang.

Jam menunjukkan pukul 2 pagi. Aku masih saja membaca buku itu sampai halaman terakhir. Aneh,, aku tak menemukan halaman yg ke 20,, aku mencari halaman itu,,, di lemari, di lantai, di dalam buku dan sampai di ruang tamu,, tapi aku tak menemukan nya. Akhirnya aku menyerah, mungkin halaman itu memang tak di tulis. Aku hanya membaca halaman terakhir saja yg isinya seperti ini …

“ayah, maafkan shelly. Shelly sangat mencintainya, seperti ayah mencintai ibu. Tolong izinkan shelly untuk memilikinya yah,,”

Shelly?? Jadi nama perempuan itu shelly?

Aku kembali berfikir, Cuma beda tipis antara “SHELLY” dan “SHERRY”.

Di tengah2 keheningan malam, tiba2 aku mendengar tangisan yg begitu pilu dan sangat menyayat hati. Di saat mendengar tangisan itu, aku langsung menangis,,, menangis dan menangis. Setelah tangisanku terhenti, aku langsung mencari asal dari tangisan perempuan itu. Tapi sebelum mendapatkan apa yg aku inginkan,, aku kembali melihat darah yg begitu banyak dan seolah2 darah itu berjalan menuju kakiku. Aku mencoba berlari,, namun kaki ku benar2 terasa berat, bahkan tak bisa di gerakkan.

Tangisan itu terhenti,, kembali hening. Darah yg ada pun hilang,, aku kembali duduk di ruang tamu sambil mendengar pembicaraan yg terdengar samar. Pembicaraan itu sepertinya tidak asing bagiku…ya,,ternyata apa yg aku dengar adalah pembicaraan antara shelly dan ayahnya. Saat itu ayahnya benar2 sangat marah,, sampai2 memukul2kn meja. Semakin sadis yg aku lihat, lelaki itu membentak2 selly, dan….”baiklah ayah, , ayah tak pernah merestui hubungan kami, lebih baik ayah bunuh shelly, shelly rela yah mati di tangan ayah” itu adalah kata2 yg kluar dari mulut shelly. Dan seperti yg aku lihat, lelaki itu berkata yg membuat aku benar2 tak percaya “ baiklah,, jika itu yang kamu ingin kan…aku akan membunuhmu.” Itulah kata2 yg membuat aku takut melihat kejadian nya. Apa yg aku lihat sekarang, semuanya seperti nyata. Lelaki itu langsung membunuh shelly dengan cara yg begitu sadis… darah yg aku injak,,terasa masih segar dan itu adlh darahnya shelly. Aku tak sanggup melihatnya, ,selly mati di tangan ayah nya…sungguh sulit tuk di percaya. Lelaki itu membunuh dan mengubur shelly di rumah ini,, tepat di ruang yg aku injak adlah ruang yg di dlm tanahnya terdapat jasad shelly.

Malam ini aku merasa malam yg panjang. Aku bisa melihat kehidupan shelly beberapa tahun lalu. Sunggu tragis.

Hari ini aku kembali melakukan aktifitas seperti biasa. Namun pas aku buka pintu kamar, aku mendapati selembar kertas yg berisi “tolong bongkar tempat ini !!!” hanya kalimat itu. Kalimat yg tintanya seperti dari darah. Aku kaget, tapi penasaran juga. Akhirnya aku memutuskan untuk membongkar ruang itu, walau tanpa sepengetahuan sherry.

Aku mencoba membongkar tempat itu bersama teman2 kampus ku yg lain. Betapa kagetnya aku, aku mendapati tulang belulang yg terbungkus dengan plastik hitam. Apakah benar tulang belulang itu adalah kepunyaan shelly? Aku langsung memanggil ustadz dan warga sekitar untuk melihat apa yg aku temukan hari ini. Kami langsung mengubur tulang2 itu dengan selayak nya menguburkan jenazah yg masih utuh. Rumah itupun di evakuasi, tuk sementara aku tinggal di rumah teman ku. Tapi ada yg aneh dgn hal ini,, sejak aku merasakan hal aneh di rumah,, selalu saja tanpa hadirnya sherry. Apa maksudnya?

“sherry? Apa kau melihat sherry?” tanyaku dengan teman2ku yg lain.

“sherry siapa van?”

“sherry teman kampus kita, teman aku, yang tinggal di sini bersama aku”

“van, selama ini kau hanya tinggal sendiri”

“apa?....ucapku heran.

“tinggal sendiri” jadi siapa sherry yg aku kenal itu. Di saat aku bingung seperti ini,,ponsel ku berbunyi. Aku mendapati pesan,, dan pesan itu dari sherry…

“Van,, aku shelly. Shelly adalah sherry. Terimakasih ya van, kamu udah Bantu aku. Mungkin kamu tak mengerti apa konflik yg aku rasakan beberapa tahun yg lalu, karena aku tak pernah menceritakannya padamu. Dia lah van,, dia adalah lelaki yg sangat aku sayangi, ayahku sangat membencinya karena dia adalah anak dari musuh ayahku. Cinta kami di tentang,,bahkan sampai detik terakhirku. Aku tak rela dia menjadi korban pembalasan dendam dari ayahku, makanya aku berani mati saat aku membela dia.
Sekali lagi, terimakasih ya vanny,, kamu udah membuat aku tenang di surga. Aku tak meminta lebih dari perkenalan kita setahun lalu, aku hanya ingin kamu mengungkapkan penyebab kematian ku dan dapat mengubur ku dengan layak…..”SHELLY LAVIDHA”.”

Setelah selesai aku membaca pesan itu, aku langsung melihat cahaya putih yg menyerupai sherry. Dia tersenyum padaku

“Selamat jalan teman,, semoga kau tenang di sana”

the end

)* mohon komentar nya,, maklum,, saya masih newbie.

Fb : Novie An-Nuril Khiyar
twitt : @noviepurple19

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Diamuk Roh Jalangkung



Cerita roh yang bisa dibangkitkan lewat permainan Jailangkung memang sangat berbahaya. Sama persis yang digambarkan dalam film Jailangkung versi penayangan di layar lebar. Makhluk halus ini bisa membalas sakit hatinya terhadap orang yang membakitkan.
Setidaknya kisah diamuk roh Jailangkung ini dialami oleh salah seorang teman dekat yang tinggal di Jawa Timur. Menurut cerita, sebut saja teman saya itu bernama Sadut, membangkitkan roh untuk dibuat permainan Jailangkung di sebuah kuburan tua yang sangat angker.
Di desa yang terpelosok itu, orang setempat menyakini kuburan itu sebagai kuburan orang sakti yang tidak diketahui asal-usulnya. Tapi, versi lain menyebutkan orang yang disemayamkan di situ korban pembunuhan karena dianggap sebagai dukun santet.
Karuan warga setempat sangat takut dengan kuburan itu. Untuk mendekat saja tidak ada yang berani sendirian, maklum sudah sering orang yang berada di situ mendadak kesurupan. Keberadaan kuburan yang lebih dulu ada sebelum berdirinya desa itu, membuat warga setempat sangat kental dengan hal-hal berbau mistik.
Sore itu Sadut yang punya kesenangan aneh yaitu suka memanggil makhluk halus ini sudah berancang-ancang melakukan ritual. Menjelang malam itu dia ingin memanggil roh dengan media Jailangkung. Ritual seperti itu sudah biasa dia lakukan, kalaupun berhasil memperdayai roh yang tidak mau pulang dia dengan bangga akan menceritakan itu kepada teman-temannya.
Kali ini tampaknya dia ingin membuat sensasi, yaitu memanggil roh yang berkekuatan besar di makam kuni itu. Berhari-hari ia menyiapkan alat-alat untuk ritualnya, seperti ayam cemani, tengkorak sapi, bunga-bungaan, tempurung kelapa, dan air putih.
Ketika tengah malam tiba (pada penuturan teman saya, tidak jelas apa weton pada hari itu), altar sudah disiapkan dan ia memulai menyembelih ayam tersebut dan mengambil darahnya.
Doa-doa jahat yang digunakan untuk memanggil roh jailangkung ia ucapkan. Pikirannya mulai terpusat. Roh yang dia panggil benar-benar datang. Tidak seperti roh biasa yang energi spiritualnya lemah, roh ini sangat kuat, mungkin kita menyebutnya setan jahat.
Hawa dingin menusuk dan membuat bulu kuduk berdiri serta rasa tidak enak. Rasa seperti akan dimakan oleh sesuatu. Pria yang relatif masih mudah ini pun masih tenang-tenang saja. Padahal dia tidak punya ilmu apa-apa, begitu juga tidak dekat dengan Tuhan. Bahkan kebiasaannya suka main wanita dan mabuk-mabukkan.
Lalu apa yang diandalkan Sadut? Hanya berbekal kesombongan dan takabur yang menyebabkannya terlalu berani. Dan, dalam sekejab hawa jahat itu mencekiknya, mengambil sari kehidupannya, menyedot seluruh pikirannya, lalu.…
Malam itu entah beberapa lama Sadut menjadi korban amukan roh Jailangkung di makam kuno itu. Baru keesokan harinya, tubuh Sadut ditemukan terbujur kaku dengan kulit kering dan rambut memutih di sebuah tanah kosong.
Di depannya berserakan bunga-bunga yang sudah layu, dan mangkuk kosong yang tadinya berisi darah ayam, bangkai ayam yang sudah kering dan alat-alat altar lainnya yang dibawanya. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan di tubuhnya. Dia benar-benar telah pergi bersama roh yang diundangnya sendiri itu.
Nah, cerita ini mengingatkan kepada mistikus yang dekat dengan dunia gaib agar tidak menyombongkan diri dan berlaku sewenang-wenang terhadap kehidupan di alam lain. Apalagi jika apa yang dilakukan itu tidak didasari keimanan dan kedekatan pada Tuhan Yang Maha Kuasa. (seperti diceritakan Toni kepada mus)
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Kepala Wanita di Ruang Persalinan



Kejadian ini saya alami ketika berada di sebuah Rumah Sakit (RS) dimana waktu itu kakak mengalami kecelakaan. Karena lukanya terlalu parah, kakak dirawat di salah satu ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sebuah rumah sakit di Semarang.
Setelah menunggu berapa lama, saya bersama-sama teman-teman kakak bercerita dari mulanya kecelakaan itu terjadi. Setelah itu pembicaraan kami seputar hal-hal yang lucu sehingga membuat teman-teman kakak di sekeliling ikutan tertawa. Cukup lumayan keras tertawa kami itu. Sementara jam di dinding menunjukkan pukul 22.00.
Namun, tanpa disadari tiba-tiba salah satu teman kakak melihat bayangan kepala seorang wanita yang berambut mengembang muncul lewat jaring-jaring jendela rumah sakit. Letak bayangan itu bersebrangan dengan tempat dimana kakak saya dirawat.
Ruangan itu merupakan tempat persalinan. Tadinya kami mengira bahwa dia adalah salah satu wanita yang mungkin habis melahirkan dan ingin menghirup udara segar.
Memang pada waktu itu kami tidak terlalu memperdulikan, dan setelah kejadian, itu kami kembali lagi bercerita hal-hal yang lucu dan membuat kami tertawa. Lagi-lagi, bayangan itu muncul lagi tapi wajahnya tidak terlihat jelas sehingga teman yang lain berpikir bahwa suara kami terlalu berisik yang membuat dia terganggu.
Akhirnya kami bergegas pergi dari tempat itu setelah kami istirahat karena waktu hampir pagi, jam menunjuk sekitar pukul 00:00 dini hari. Nggak lama kemudian kami terlelap tidur dan akhirnya kami sadar hari sudah pagi.
Saat itu, kami semua berjalan di tempat kejadian untuk mencari tau keadaan kakak saya tapi diseberang tempat kakak saya dirawat terlihat ada bendera kuning yang tepatnya pada ruang bersalin tadi.
Kami bertanya pada suster yang lewat saat itu dan dia bilang baru saja ada seorang ibu muda yang meninggal setelah melahirkan seorang bayi laki-laki dikarenakan pendarahan terus-menerus.
Ternyata baru kami sadari kalau bayangan kepala wanita itu berhubungan dengan ibu muda yang meninggal setelah persalinan itu. Dan, sejak saat itu saya sering trauma untuk datang ke rumah sakit lagi. –seperti dikisahkan elent—
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Dihadang Wanita Korban Pembunuhan


Percaya, nggak percaya, makhluk halus bisa menjelma mirip wajah orang yang tewas akibat pembunuhan. Kadang wujudnya mirip manusia biasa. Sebaliknya berubah menjadi sosok yang mengerikan. Mukanya seram dengan pakaian yang dikenakan berlumuran darah, aroma anyir darah menyeruak dari badannya yang mengalami luka tusukan senjata tajam.
Beruntung bagi orang yang belum pernah diweruhi kejadian-kejadian yang mengerikan. Sama untungnya dengan yang pernah dijumpai tapi wujudnya tidak seberapa seram, layaknya manusia biasa yang bisa berjalan-jalan. Pengalaman bertemu makhluk halus paling mengerikan dialami Fujianto (35) warga Bangetayu Wetan Genuk, Kota Semarang.
Sebagaimana penuturannya kepada misterionline, peristiwa itu dialami pada Senin malam sekitar pukul 22.00. Malam itu ia dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di daerah Sayung Demak. Sebetulnya ia tidak ingin mampir-mampir lagi karena istrinya di rumah sudah menunggu. Namun karena harus mengantar barang titipan temannya yang tinggal kampung Trimulyo Genuk, Kota Semarang terpaksa ia harus mampir.
Kebetulan saja, rumah temannya tidak seberapa masuk gang. Berada di dipinggir jalan yang biasa dilalui. Selanjutnya untuk sampai di rumahya, Fuji -panggilan akrabnya- harus menyusuri jalan sejauh 1 km yang lebarnya hanya 1 meter.
Ketika di tengah perjalanan, Fuji berpapasan dengan seorang wanita mengenakan jilbab setengah baya. Wanita itu berdiri di depan rumah cukup besar, mewah di pinggir jalan, namun anehnya rumah itu terlihat gelap. Fuji menyadari sebagai orang asing di kampung itu, maka ia menyapa wanita itu dengan lembut. “Monggo, Bu,” sapanya.
Mendengar kalimat itu, ternyata wanita itu hanya diam. Hanya bibirnya saja yang terlihat tersenyum. Merasa ditanggapi oleh wanita itu, Fuji langsung pura-pura menanyakan alamat temannya itu. “Maaf. Rumahnya Pak Rodi, dimana?,” tanyanya. Spontan, tangan wanita itu langsung menunjuk ke arah rumah Rodi, temannya.
Saat pertama melihat wanita itu, sebetulnya Fuji sudah penasaran. Sebab, waktu itu sudah larut malam, namun wanita itu kok masih berdiri di depan rumahnya. Bagitu berjalan baru 15 meter, Fuji langsung kembali melihatnya. Betapa terkejutnya Fuji, ternyata pakain wanita itu sudah berubah. Kerudung yang dipakainya itu tiba-tiba terlepas. Mukanya juga terlihat agak aneh. Baju warna jambon bermotif bunga yang semula bersih, tiba-tiba terlihat kemerah-merahan, seperti kecipratan darah.
Meski demikian, Fuji tak langsung lari. Dia tetap berdiam diri di tempat itu memperhatikan orang itu sambil membaca ayat kursi. Yang ada di benaknya saat itu, tidak mungkin manusia kalah dengan makhluk seperti itu. Selama tidak mengganggu, dia juga tidak akan menggusik kalaupun dia ternyata lelembut.
Ternyata dugaannya betul. Meski terus-menerus berhenti, namun wanita itu tidak juga berjalan mendekatinya. Wanita itu hanya ngawe-awe (melambai-lambai, red) tangannya agar ia mendekat. Merasa dirinya yang membutuhkan bantuan, Fujipun mendekat ke arah wanita itu. Namun, karena penasaran apa betul sosok yang dihadapannya itu manusia atau tidak, Fuji hanya diam menyaksikan wanita dari jarak sekitar 10 meter.
Dan, detik demi detik selama berdiri dihadapannya, berangsur-angsur wujud wanita itu mengalami perubahan. Semakin lama semakin menakutkan. Sampai bercak darah di pakaiannya terlihat jelas. Kemudian, entah dari mana datangnya, tiba-tiba terlihat ada pisau yang menancap di dadanya.
Lalu lehernya terlihat menganga yang mengucurkan darah cukup banyak. Dari raut mukanya, terlihat dia sangat kesakitan. Mukanya itupun dalam waktu sekejab berubah menjadi menakutkan. Seperti mukanya orang yang sedang marah karena menahan emosi dan ingin balas dendam.
Terdengar dari rintihannya dia mengucap kata minta tolong. “Tolong saya. Mas tolong saya.” Perubahan demi perubahan itu disaksikan langsung olehnya. Namun, Fuji tetap diam di tempat itu dan tak henti-hentinya membaca doa.
Setelah 10 menit melihat pemandangan mengerikan itu, tiba-tiba datang motor yang lewat di jalan itu. Ketika motor itu hampir sampai di tempat, tiba-tiba wanita itu menghilang.
Tanpa menunggu waktu lagi, Fuji langsung melajukan kembali kendaraannya menuju rumah temannya dengan kencang. Sampai disana, ia menceritakan pengalaman yang baru saja dialami. Dari temannya itulah, akhirnya Fuji tahu kalau wanita itu memang wewe.
Dikatakan, sekitar 5 tahun yang lalu terjadi pembunuhan menimpa seorang wanita yang dilakukan oleh anaknya sendiri. Dan, wanita itu diyakini sebagai makluk halus yang menjelma sebagai sosok wanita korban pembunuhan itu. Karena itu, dia sering kali menjerit minta tolong dan menunjukkan mukanya yang mengerikan! (ais)
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sinopsis Film Horor Thailand Terbaru : ‘Dark Flight 3D’

Film Horor Thailand Terbaru (2012) ‘Dark Flight 3D’


Film Horor Thailand Terbaru (2012) ‘Dark Flight 3D’  – Film Horor Thailand Terbaru 2012 akan segera ditayangkan, yaitu berjudul Dark Flight 3D. Singkat cerita dari ‘Dark Flight 3D’ yaitu tentang arwah penasaran yang bergentayangan yang ingin membalas dendam, dan hantu tersebut berada di dalam sebuah pesawat terbang.

Sesuai dengan judulnya, ‘Dark Flight 3D‘ merupakan film horor dengan format 3D. Dan film ini merupakan film 3D pertama dari negara Thailand. Dengan menampilkan sosok-sosok hantu yang mengerikan di dalam pesawat serta tambahan teknologi 3D, maka setiap pemunculan hantu akan terasa sangat mengerikan. Berikut ini singkat cerita dari Film Horor Thailand Terbaru (2012) ‘Dark Flight 3D’ :

Dark Flight 3D menceritakan tentang seorang Pramugari bernama New yang selamat dari kecelakaan pesawat 10 tahun lalu. New selalu merasa dihantui oleh arwah para penumpang pesawat yang mengindikasikan sepertinya Ia lah yang menjadi penyebab dari kecelakaan tersebut. Setelah sekian lama, akhirnya New pulih dari traumanya dan memutuskan untuk kembali menjadi pramugari. Tetapi saat penerbangan pertamanya, New mulai merasa ada kejanggalan. Pesawat dan seluruh isinya ternyata sama persis dengan pesawat yang ditumpanginya 10 tahun lalu saat kecelakaan. New saat ini dihantui oleh terror paling mencekam dalam hidupnya. Hantu-hantu yang selama ini mengikutinya masih terus menghantuinya diatas pesawat tersebut. Sayangnya, tidak ada yang bisa Ia lakukan sekarang karena pesawat telah ‘mengudara’ dan nyawanya kembali menjadi taruhan…

Dark Flight 3D disutradarai oleh Sutradara Film Horor Thailand yang berjudul “Art of The Devil“. Dark Flight 3D akan dibintangi oleh Marsha Vadhanapanich yang beberapa tahun lalu tampil memukau dalam film horor berjudul Alone.

Film Horor Thailand Terbaru 2012 ini akan tanya di Thailand pada tanggal 22 Maret 2012 dan kemungkinan Indonesia akan menyusul setelahnya. Berikut ini trailer dari Film Horor Thailand Terbaru (2012) ‘Dark Flight 3D’ :



Selamat menonton trailer Film Horor Thailand Terbaru (2012) ‘Dark Flight 3D’.
Terimakasih sudah berkunjung ke MasKoko.Com dan membaca Film Horor Thailand Terbaru (2012) ‘Dark Flight 3D’.

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sinopsis Film Horor : Ginger Snaps (2000)



Ginger Snaps

Dalam sebuah lingkungan di pinggiran kota kecil, seorang ibu menemukan tubuh termutilasi anjingnya digantung di rumput. Sementara itu, sebuah slideshow dari Brigitte (Emily Perkins) dan Ginger Fitzgerald (Katharine Isabelle) menciptakan dipentaskan kematian untuk drama sekolah proyek di kelas mereka. Guru dan konselor bimbingan sekolah, Pak Wayne, (Peter Keleghan) menuntut untuk melihat mereka setelah kelas. Kemudian, mereka merokok dan bermain "Cari dan Hancurkan" di lapangan permainan sekolah, dissing orang yang mereka sukai, dan membayangkan bagaimana mereka bisa mati. (Danielle Hampton) teman Trina Sinclair sengaja mendengar Brigitte menggambarkan karakter Trina dan kematian, dan mengatakan Trina. Para suster melihat ini, dan Ginger mengatakan Brigitte dia akan "menutupi dirinya" dalam permainan. Namun, seperti Jahe terganggu, Trina mendorong Brigitte ke sisa-sisa anjing, korban Beast of Bailey Downs, binatang liar yang telah membunuh anjing peliharaan. Bersama-sama, Brigitte dan Ginger memutuskan untuk menculik anjing Trina malam itu, dan menyiratkan bahwa Beast of Downs Bailey membunuh itu. Mereka berangkat dan menemukan mayat dimutilasi dari anjing lain. Mereka memutuskan untuk mengambil dengan mereka untuk meyakinkan Trina itu sebenarnya anjingnya, namun, karena mereka mengambilnya, kaki lepas di tangan Brigitte itu. Brigitte pemberitahuan darah di Jahe, berpikir itu adalah dari anjing, tetapi terbukti dari periode pertama Ginger. The Beast serangan Bailey Downs, dan menyeret dia ke hutan berteriak. Brigitte menyelamatkan Jahe. Sebagai saudara melarikan diri, mereka nyaris lolos ditabrak oleh van mendekati didorong oleh Sam (Kris Lemche), yang hits dan membunuh Beast. Brigitte menemukan luka Ginger sudah penyembuhan dan meminta dia untuk pergi ke rumah sakit. Jahe menolak, karena dia tidak ingin ibu mereka (Mimi Rogers) untuk mencari tahu. Setelah beberapa hari, Jahe mulai tumbuh rambut dari, nya kecambah luka ekor dan menstruasi berat. Sebuah bentuk keretakan antara saudara setelah ganja merokok jahe dengan Jason, dan agresif mengejarnya. Mengabaikan peringatan Brigitte, dia memiliki seks tanpa kondom dengan Jason, kemudian membunuh anjing tetangga. Takut dengan apa yang terjadi pada Jahe, Brigitte berubah menjadi Sam. Menyetujui Beast of Bailey Downs adalah Lycanthrope, ia menunjukkan sebuah cincin perak murni dapat menyembuhkan Jahe. Brigitte membujuk Jahe memiliki pusarnya ditindik menggunakan cincin, tapi itu tidak efektif. Kemudian, Trina pergi ke rumah Fitzgerald mengklaim Ginger diculik anjingnya. Sebagai Jahe dan melawan Trina, Trina slip, memukul kepalanya di sudut meja dapur, dan mati. Kepanikan saudara, nyaris menghindari orangtua mereka melihat mereka sebagai mereka menempatkan tubuh dalam freezer, menjelaskan darah menjadi bagian dari seri lain foto kematian untuk proyek sekolah. Brigitte kemudian sengaja terputus dua jari Trina berusaha untuk mendapatkan mayat dari freezer. Ketika mereka mengambil tubuh Trina untuk menguburnya, mereka kehilangan jari. Brigitte mengatakan Jahe dia tidak bisa keluar lagi, tapi Ginger tetap menantang. Di berpura-pura bahwa Brigitte adalah salah satu "perubahan" bukan Jahe, mereka mengunjungi Sam, yang menyarankan solusi monkshood untuk penyakit Ginger, dan memberitahu mereka bahwa monkshood tumbuh di mana-mana , namun hanya tumbuh selama musim semi. Jahe marah mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak punya waktu, dan menuduhnya hanya ingin berhubungan seks dengan Brigitte sebelum menyerbu keluar. Pada Halloween, Brigitte mengambil monkshood ibunya, yang dibeli dari toko kerajinan, dan meminta Sam untuk membuat obatnya. Sam memperingatkan dia bertanya apakah itu adalah untuk Ginger. Brigitte mengakui kebenaran, dan berjanji untuk pergi ke pesta Bash Greenhouse. Ketika mencoba untuk melacak Jahe, Brigitte diserang oleh Jason (siapa Jahe terinfeksi melalui hubungan seks tanpa kondom) dan dia membela diri dengan menggunakan obat pada dirinya. Dia saksi perubahan segera dalam perilaku, yang membuktikan keberhasilan obat itu. kembali ke sekolah Jahe mencari Jason. Sebagai Brigitte tiba, pesan di PA meminta dia untuk pergi ke kantor Bimbingan. Dia mengetuk, dan diseret dalam oleh Jahe yang telah membunuh konselor. Brigitte Jahe menenangkan turun, dan pergi untuk menemukan peralatan pembersih, tetapi kembali untuk melihat petugas kebersihan dengan tenggorokannya robek. Dia bertahan, meski terinfeksi, sampai Brigitte mengatakan ia harus mendapatkan bantuan, yang menghasut Jahe untuk mengeluarkan isi perut dia dengan tangannya. Sang ibu saudara 'menemukan mayat Trina, dan pergi mencari anak-anaknya. Sementara dia sedang mencari anak-anaknya, ia melihat berjalan Brigitte, dan menjemputnya. Saat ia mendorong Brigitte ke Bash Greenhouse, ia mengatakan bahwa ia akan membakar rumah itu dengan membiarkan hal itu mengisi dengan gas kemudian menyalakan korek api untuk menghapus bukti kematian Trina, dan pelarian mereka. Brigitte tiba untuk menemukan kemajuan Sam Ginger menolak itu. Saat ia mendekati Jahe, dia istirahat lengannya. Dalam keputusasaan, Brigitte menginfeksi dirinya sebagai memohon Sam dengannya tidak. Sebagai saudara pergi, Sam mengetuk Jahe keluar dengan sekop. Brigitte dan Sam kemudian membawanya kembali ke rumah Fitzgerald dalam van, dan mempersiapkan lebih dari obat untuk jahe. Jahe sepenuhnya berubah menjadi manusia serigala dalam perjalanan pulang dan lolos van. Takut, dan tidak menyadari dia telah berubah, menyembunyikan Sam dan Brigitte di pantry, dan dia membuat solusinya. Saat ia pergi untuk mencari Ginger, Ginger-Wolf memutilasi Sam. Brigitte mengangkat jarum suntik turun, dan mengikuti jejak darah di lantai bawah. Dia mencoba untuk minum darah Sam dalam upaya untuk menenangkan Ginger-Wolf, tapi tersedak di atasnya. Jahe-Wolf indra kecurangan Brigitte dan membunuh Sam di depannya, kemudian melompat di Brigitte. Sebagai Jahe-Wolf batang Brigitte melalui, kembali Brigitte basement ke ruang di mana mereka dibesarkan, menemukan pisau yang telah menggunakan jahe untuk menghilangkan ekornya. Brigitte memegang obat di satu tangan dan pisau yang lain. Brigitte diperintahkan untuk meninggalkan tetapi menolak, hanya untuk membuat marah Ginger-Wolf, sehingga Jahe-Wolf menerjang di Brigitte yang menusuk dirinya dengan pisau, bukan penyembuhan. Seperti film berakhir, Brigitte meletakkan kepalanya pada Jahe-Wolf, menangis, mendengarkan sampai pernapasan yang akhirnya berhenti. Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sinopsis Film Horor Korea : A Tale of Two Sisters (2003)



A Tale of Two Sisters

Film dibuka di sebuah rumah sakit jiwa di mana seorang gadis remaja bernama Su-Mi menderita shock dan psikosis. Dia sedang diperiksa oleh seorang dokter yang menunjukkan foto-fotonya dari keluarganya dan bertanya apakah dia dapat berbicara tentang hari yang membimbingnya untuk dirawat di rumah sakit. Adegan berikutnya menunjukkan dirinya kembali dengan ayah dan adiknya, Su-Yeon, untuk keluarga terpencil estate dekat danau. Kedua saudara enggan untuk masuk ke dalam rumah di mana ibu tiri mereka menunggu. Sebaliknya mereka pergi ke dermaga dengan danau di mana mereka bersantai dengan menempatkan kaki mereka dalam air dan menikmati sinar matahari. Segera, mereka dipanggil kembali ke rumah di mana mereka disambut oleh ibu tiri dengan sambutan paksa. Dia menyesah mereka untuk membuat menunggu dan ejekan mereka dengan menanyakan apakah mereka merasa lebih baik setelah telah pergi. Kedua saudara tidak responsif dan segera meninggalkan ke bagian lain dari rumah. Saat makan malam keluarga tegang, ibu tiri mengumumkan dia telah mengundang paman dan adik istrinya untuk makan malam hari berikutnya. Su-Mi mengatakan ibu tirinya dia tidak akan makan dengan mereka dan dua saudara meninggalkan meja. Su-Mi mengatakan Su-Yeon bahwa jika ibu tiri mereka pernah pergi setelah Su-Yeon untuk membiarkan dia tahu. Malam itu sebagai Su-Yeon pergi tidur, ia mendengar suara-suara dan pintu kamarnya terbuka dan creakily tangan perempuan menyelinap di sekitarnya . Su-Yeon menarik selimut di atas kepalanya hanya untuk memiliki mereka ditarik kembali oleh suatu kekuatan tak terlihat. Ketakutan, ia berlari keluar dari kamarnya untuk Su-Mi dan mengatakan kepadanya bahwa seseorang telah datang ke kamarnya. Ketika Su-Mi pergi untuk menyelidiki, dia hanya menemukan ayahnya tidur, tapi ibu tiri nya menangkap dan mengatakan kepadanya untuk tidak membangunkannya . Dia bergabung kembali Su-Yeon dan kenyamanan dia, mengatakan bahwa dia akan selalu bersamanya dan mereka tertidur. Kemudian, Su-Mi memiliki mimpi mimpi buruk tentang darah dan tangan sangat menampar di lantai. Dia wakens untuk melihat sesuatu yang bergerak di kamarnya. Merangkak di sepanjang lantai adalah penampakan seorang wanita yang wajahnya ditutupi oleh rambut hitam panjang. Para hantu menjadi sadar bahwa Su-Mi adalah melihat dan dia tidak terlalu lambat mengapung dari atas dirinya. Hantu yang tergantung di udara dengan darah mengalir di kakinya. Sebuah tangan tiba-tiba muncul dari balik gaunnya. Su-Mi terbangun dengan terkejut menyadari segala sesuatu yang dia telah menyaksikan masih mimpi. Ketegangan terus meningkat di antara tiga perempuan sebagai siklus menstruasi mereka menjadi synched bersama-sama. Su-Mi menemukan beberapa foto keluarga yang mengungkapkan bahwa ibu tiri mereka pernah menjadi perawat nya Ayah bekerja dengan dan tampaknya juga seorang perawat live-in untuk ibu gadis itu. Su-Yeon memasuki ruangan dan Su-Mi menemukan memar di lengannya, tetapi ketika dia marah mempertanyakan kalau ibu tiri mereka adalah penyebabnya, Su-Yeon menolak untuk menjawab dan berjalan keluar. Su-Mi menghadapkan ibu tirinya tentang Su-Yeons cedera. Ibu tiri marah menanggapi Su-Mi dengan mengatakan bahwa dia sekarang ibu kakak dan bahwa mereka harus menerimanya dan menanggung terburuk yang ditawarkan kehidupan. Dia juga pertanyaan jika Su-Mi adalah merasa baik. Malam itu, paman kakak dan istrinya tiba untuk kunjungan. Mereka makan dengan ayah dan ibu tirinya, yang perilakunya sangat berlebihan dan aneh. Ketika dia bertanya paman jika ia mengingat peristiwa aneh ia mengatakan padanya bahwa dia tidak. Dia menanggapi dingin: "Mengapa kamu tidak ingat Apa kau gila?" Tiba-tiba, istri paman mulai mengejang. Dia dilempar ke lantai dan memiliki serangan kekerasan. Ketika ia pulih paman drive rumahnya dan ia memberitahu kepadanya bahwa selama serangan dia melihat seorang gadis di bawah wastafel dapur. Ibu tiri melihat gadis itu juga dan memberitahu ayah adik yang sejak Su-Mi dan Su-Yeon pulang hal-hal aneh telah terjadi di dalam rumah. Sang ayah tampak tidak yakin. ibu tiri berjalan ke kamar Su-Yeon di mana ia menemukan bahwa foto dirinya telah dimutilasi dan wajahnya telah tergores keluar. Marah, ia menyerang Su-Yeon dan melemparkan dirinya ke dalam lemari pakaian dan mengunci di dalam dirinya dan menolak untuk membiarkan gadis yang ketakutan keluar. Ketika ibu tiri meninggalkan ruangan, Su-Mi mencurigai ada sesuatu yang salah, memasuki kamar tidur dan melepaskan adiknya dari lemari. Mengatasi, ia menghibur Su-Yeon dan mengatakan kepadanya bahwa dia menyesal, bahwa dia tidak 'mendengar permohonan Su-Yeon untuk bantuan dan bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi. Sang ayah masuk dan meminta Su-Mi mengapa semua hal buruk telah terjadi sejak ia kembali. Su-Mi mengatakan bahwa itu adalah ibu tiri untuk menyalahkan dan bahwa istri barunya telah menyerang Su-Yeon. Sang ayah mengatakan kepadanya untuk menghentikannya dan jeritan padanya bahwa Su-Yeon sudah mati. Baik Su-Mi, atau Su-Yeon, senang mendengar berita ini. Sang ayah membuat panggilan telepon dan menginformasikan orang lain bahwa ia / dia harus datang ke rumah besok. Keesokan paginya, ibu tiri ditampilkan menyeret karung besar dengan sesuatu di dalamnya ke dalam rumah dan dia mulai memukul dengan tongkat. Kebisingan terbangun Su-Mi. Ketika dia bangun dia menemukan sebuah catatan dari ayahnya mengatakan bahwa ia akan kembali ke rumah sore itu. Su-Mi berjalan untuk menemukan Su-Yeon dan melihat jejak darah di lantai. Setelah itu mengarah untuk memecat ibu tiri diseret sebelumnya. Su-Mi berpikir itu adalah Su-Yeon dalam, tapi dia tidak bisa mendapatkan tas terbuka. Dia pergi ke dapur untuk mengambil pisau dan ketika dia kembali dia menemukan bahwa karung telah dipindahkan ke lemari pakaian. Dia juga menemukan bahwa ibu tirinya adalah belakangnya siap untuk membuang air mendidih pada dirinya. Sebuah pertarungan kekerasan terjadi kemudian antara dua perempuan dan Su-Mi tersandung dan tak sadarkan diri. Ibu tirinya menyeret dia ke bagian lain dari rumah dan mengambil patung taman. Sebagai Su-Mi mendapatkan kembali kesadaran, ibu tiri bertanya apa membawa mereka ke titik ini dan mengingatkan Su-Mi dari percakapan dua pernah memiliki mana ibu tiri menyuruhnya bahwa suatu hari Su-Mi akan menyesali sesuatu dan bahwa tidak peduli seberapa keras Su-Mi akan mencoba untuk melupakannya, dia tidak akan pernah bisa. Ibu tiri kemudian mulai untuk menjatuhkan patung di kepala Su-Mi sebagai pengembalian ayah. Ia menemukan sebuah sadar Su-Mi serta ibu tiri terluka. Dia hadir untuk luka ibu tiri dan meninggalkan ruangan. Ketika pintu terbuka lagi, orang lain masuk: ibu tiri NYATA. Bagaimana bisa orang ini baru menjadi ibu tiri ketika ibu tiri orignial duduk di sana melihat dirinya sendiri? kamera berputar 360 derajat untuk mengungkapkan bahwa Su-Mi telah di rumah sendirian dengan ayahnya beberapa hari terakhir dan bahwa percakapan dan peristiwa dia sebelumnya telah dengan Su-Yeon dan ibu tirinya adalah hasil pikiran skizofrenia nya. Su-Mi adalah kepribadian ganda! Ayah dan ibu tiri nyata mengambil Su-Mi kembali ke rumah sakit dan ibu tiri kembali ke rumah saja malam itu. Di sana ia mendengar lantai atas suara aneh di apa dulunya tidur Su-Yeon. Ketika dia pergi untuk menyelidiki dia bertemu dengan bersembunyi hantu di lemari pakaian. adegan Flashback mengungkapkan bahwa suatu hari beberapa waktu lalu, sang ayah mengunjungi rumah dengan ibu tiri setelah apa sebuah pernikahan jelas, atau keterlibatan, untuk majikannya. Mantan istrinya, paman dan istri paman juga ada. Hasil argumen dan ibu kandung saudari tersebut masuk ke kamar Su-Yeon. Ketika putrinya pergi tidur ibu hang dirinya di lemari lemari Su-Yeon. Penampakan Su-Mi bermimpi sebelumnya adalah ibunya digantung. Dalam mengungkapkan itu, Su-Yeon wakens dan pintu lemari terbuka. Ketika dia terlihat di dalam dia menemukan ibunya digantung. Dia getar tubuh tak bernyawa dalam upaya untuk menghidupkan kembali itu, melainkan menarik lemari pakaian bawah di atasnya. Di sana ia mati lemas, atau perlahan-lahan hancur sampai mati, oleh berat ibunya dan lemari. Dia putus asa menyerang di lantai dengan tangannya dan panggilan keluar untuk Su-Mi untuk membantunya. Kita juga belajar bahwa ibu tiri setelah mendengar sesuatu yang masuk ke lantai atas kamar Su-Yeon. Di sana ia menemukan berpaling atas lemari, tapi tampaknya berpikir itu adalah istri ayah di bawah lemari. Dia tidak melakukan apapun untuk membantu dia dan dengan cepat meninggalkan ruangan. Dia bertemu Su-Mi dan dua kata pertukaran. Ibu tiri memberitahu Su-Mi bahwa Su-Mi akan suatu hari penyesalan sesuatu dan bahwa dia tidak akan bisa membuatnya pergi. Su-Mi sikat melewatinya dan meninggalkan rumah. Dia ragu-ragu dan berpikir tentang akan kembali ke dalam, melainkan dia pergi untuk berjalan-jalan menyusuri jalur tidak mengetahui bahwa hidupnya telah berubah selamanya dan bahwa dia tidak akan pernah mampu membuat peristiwa masa lalu pergi. Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Misteri 08


Mentari mulai muncul, memancarkan sinar cerahnya dari ufuk timur, memberikan kehidupan baru di muka bumi. Hujan yang turun pada malam itu tampak masih menggenangi lubang-lubang yang ada di jalan. Daun-daun pepohonanpun masih dihiasi oleh butiran-butiran air. Kicauan riang dari burung-burungpun mulai terdangar saling bersahutan satu dengan lainnya. Aku sangat takjub menikmati pemandangan yang dibrikan sang khaliq. Tapi aku tidak menyangka bahwa pagi itu kan menjadi awal dari hari yang aneh bagiku, yamg tetap harus kujalani.
Aku adalah seorang santri pondok pesantren yang sudah terbiasa hidup berasrama. Kehidupanku di pondok tidak terlepas dari belajar, beribadah, serta bergaul dan bermain dengan teman-temanku yang sudah kuanggap seperti saudara. Hari itu adalah hari jum’at, hari libur bagi kami. Hari itu terasa ssangat berbeda bagiku dibandingkan dengan hari-hari lain. Banyak hal aneh yang terjadi pada hari itu. Tak seperti biasa teman-temanku mengucilkanku dalam pergaulan. Kusapa mereka satu persatu, namun tak satupun dari mereka yang membalas sapaanku, bahkan mereka pergi menjauhi diriku dengan terburu-buru seakan-akan kehadiranku menjadi mimpi buruk bagi mereka.Kudatangi teman-temanku yang duduk bercanda riang di pondok bambu kecil depan asrama. Belum sempat kumenyapa dan bergabung dengan mereka, ternyata mereka telah membubarkan diri, menjauhi diriku.
Aku smakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada hari itu. Aku tak tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku hanya duduk menyendiri di pondok bambu itu. Kuluruskan kedua kakiku, dan kusandarkan tubuhku ketiang pondok. Tanpa kehadiran mereka di sampingku, dunia yang luas ini trasa sangat sempit bagiku. Biasanya aku slalu berkumpul, dan bercanda ria bersama mereka. Namun, sekarang aku hanya menyendiri, tanpa seorangpun memperdulikanku.
Kucubit pipi kiri dengan tangan kananku, aku berharap dapat terbangun dari mimpi buruk ini, tapi percuma saja. Ini bukanlah suatu mimpi. Ini adalah kenyataan yang harus kuhadapi.
Kulemparkan pandanganku kearah langit biru yang terbentang luas diangkasa. Iri hatiku melihat burung-burung terbang bersama-sama dibawah naungan awan, berkicau riang, bersahut-sahutan satu dengan lainnya. “Ya Allah! Apa salahku! Aku ingin smua ini kembali sperti biasa” doaku dalam hati.
Kuarahkan pandanganku ke lapangan hijau depan sekolah. Kulihat teman-temanku berolahraga bersam dengan wajah yang berseri-seri. Dengan wajah yang terlihat kelelahan, mereka terus berlari mengejar bola, dengan mengenakan seragam yang telah terbasahi oleh keringat. Ingin skali rasanya melangkahkan kakiku untuk berlari mengejar bola bersama eman-temanku. Tapi sudahlah, aku tak ingin berharap lebih banyak lagi. Karena mereka tetap akan menghirukanku.
Kulangkahkan kakiku, berjalan menuju kamarku yang bercatkan biru, yang berada disudut asrama. Kuambil tilam merah kepunyaanku, lalu kubentangkan tepat didepan lemariku. Dengan segera kurebahkan badanku. Aku tak bisa mempercayai kejadian saat itu. Kesalahan apa sebenarnya yang telah kuperbuat?.
Kulihat pintu kamarku telah tertutup rapat. Aku hanya tinggal menyendiri di kamar itu. Kucoba untuk membuka pintu tersebut, namun aku tak dapat membuikanya. Ternyata seseorang telah menguncinya. Aku meminta teman-temanku untuk membukan pintu kamarku, namun tak satupun dari mereka yang mau memperdulikanku. Bahkan aku hanya sendiri di tenga tawa temen-temen yang melihatku terkunci di dalam kamar sendirian. Aku bagaikan badut didalam pertunjukan sirkus. Aku sama sekali tak berdaya. Aku hany bisa pasrah terduduk kaku disudut kamar meratapi kejadian yang kualami. Aku tidak memikirkan siapa orang yang tega melakukan ini padaku, aku hanya berharap semua ini cepat berakhir.
“Teng,teng,teng!” lonceng asrama telah berbunyi. Aku tersentak dari tidurku. Kulihat keadaan sekelilingku. Pintu kamar terbuka lebar, aku masih berada diatas tilam merahku, kulihat tubuhku basah akan keringat. Alhamdulillah! Ternyata ini hanya sebuah mimpi buruk. Mungkin ini karena aku terlalu banyak memikirkan kejadian yang kualami ini, sehingga terbawa ke dalam tidur. Aku bangkit dari tilamku, kuraih jam tangan pemberian kakekku, kulihat jarum jam telah menunjukkan pukul setengah dua belas. Aku langsung bangkit, bergegas untuk mandi dan segera pergi ke mesjid.
Sunyi terasa langkah-langkahku. Tak seperti biasanya, kali ini aku hanya berjalan seorang diri menuju masjid yang letaknya tak jauh dari asramaku. Terik panas matahari terasa sangat memberatkan setiap langkah kakiku. Tapi aku tak menghiraukannya, aku terus berjalan.
Sesampainya di masjid, langsung kubentangkan sajadah abu-abuku, lalu ku melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Tak lupa pula aku berdoa agar semua yang terjadi ini cepat berakhir. Kemudian kuambil alquran merah yang berada di jendela masjid. Kubaca beberapa surat, sembari menunggu dikumandangkannya azan jum’at.
“Allahu akbar, Allahu akbar!”. Azan jum’at telah dikumandangkan. Kututup Alquran dengan bacaan shadaqallahul’azim, tak terasa tiga lembar Alqur’an telah selesai kubaca.
Khutbah jum’atpun dimulai, ternyata ust. Ahmad lah yang menjadi khatib. Beliau adalah Ust senior di pondok kami. Beliau sangat pandai dalam merangkai kata-kata sehingga kami paham terhadap apa yang ia sampaikan.
“Tidak ada manusia yang dapat hidup seorang diri di dunia ini. Kita pasti membutuhkan orang lain dalam berinteraksi untuk dapat memenuhhi kehidupan kita. Maka di dalam pergaulan pun kita akan sering menjumpai yang namanya kesalah pahaman, yang akhirnya menimbulkan perpecahan dan perpisahan. Itulah warna-warni kehidupan. Persoalan tersebut sebenarnya merupakan ujian dari Allah bagi hamba-hambanya. Dimana kita akan dinilai bagaimana sikap dan cara kita menyelesaikan permasalahan tersebut, apakah dengan mengeluh atau bersabar serta tawakkal kepad Allah. Tapi yang jelas setiap ujian yang diberikan Allah pasti ada hikmahnya!…” kata ust. Ahmad mengawali khutbahnya.
Aku tertegun mendengarkan khutbah tersebut. Memang bemnar yang dikatakan oleh ust Ahmad. Aku harus tetap bersabar dan tawakkal dalam menjalani warna-warni kehidupan. Aku akan tetap bersemangat. Aku yakin semua ini pasti ada hikmahnya.
Siang itu matahari bersinar dengan terangnya menerikkan bumi.dari kejauhan aku melihat thaklib, sahabat karibku. Ia sedang melamun di teras asrama. Aku mendatanginya dengan harapan ia tak mengacuhkanku.
“Lib, kamu kenapa? Kok melamun aja?”. Tanyaku pelan kepadanya. “Loh, siapa kamu!”. Jawabnya singkat. Oh ia, aku baru ingat aku harus mengerjakan tugas makalahku sekarang!”. Lanjutnya sambil beranjak dari tempat duduknya dan perhi menjauh meninggalkanku.
Kuperhatikan langkah kakinya menjauhi diriku. Ternyata iapun mengacuhkan kehadiran diriku. Padahal Thalib adalah sahabat yang paling akrab denganku. Kami slalu bersama. Kami sudah seperti saudara kandung. Ketika aku ada masalah dia selalu membantuku, begitu pula jika ia ada masalah aku slalu membantunya. Kami selalu menjaga perasaan satu sama lain. Tak pernah ia menyakiti hatiku, begitu pula aku selalu menjaga hatinya. Namun, sekarang telah berbeda. Kini, ia bukanlah Thalib yang seperti dulu, yang selalu ada disaat aku butuh dia. sekarang ia telah berubah, ia lagi menjadi sahabatku, ia bahkan menjauhi diriku.
Kini aku hanya seorang diri, tanpa ada seorang temanpun yang mau menemaniku. Aku tak tahu kepada siapa aku harus bertanya, kepada siapa aku harus mengadu. Aku hanya dapat berharap agar Allah memberikan yang terbaik bagi diriku.
Sangat membosankan bagiku untuk menjalani waktukutanpa seorang sahabatpun yang menemaniku. Jarum jam terasa berputar sangat lambat. Selesai shalat ashar, tak lupa kuberdoakepada Allah, aku berharap agar hidayah turun dari langit. Aku tidak tahan lagi menjalani kehidupan seperti ini. Aku tidak tahan untuk hidup menyndiri lebih lama lagi.
Sore itu angin berhembus dengan sepoi, udara terasa sangat bersahabat. Aku berharap merekapun mau bersahabat kembali denganku. Kucoba mendekati mereka yang sedang bermain catur, namun mereka segera membubarkan diri. Kudatangi temanku yang sedang bermain itar, namun iapun langsung berhenti dan beranjak pergi meninggalkanku. Ternyata mereka tetap tidak mau bersahabat denganku.
Sesekali angin berhembus menggoyangkan ranting pepohonan. Burung-burung terbang kembali ke sangkarnya. Mentari sorepun lebih memilih untuk menyembunyikan diri. Langit biru cerah telah berubah menjadi gelap kemerahan diufuk timur. Jiwaku masih sunyi didalam kehampaan, tak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi. Waktu yang terus bergulir hanya kuisi dengan doa dan harapan agar kesepian ini segera berakhir. Aku masih duduk termenung mencoba menjawab apa sebenarnya jawaban di balik teka-teki dari kehidupanku ini.
Waktu terus berlalu. Detik yang terus berganti dengan menit sangat berat kujalani. Mentari telah berganti dengan rembulan. Kuputuskan untuk duduk menyendiri di pondok itu. Menikmati panorama indah pada malam itu. Suara-suara ringkikan jangkrik mulai terdengar memecahkan keheningan malam hari. Kuperhatikan disekelilingku, aku hanya melihat kegelapan malam. “Akankah hatiku menjadi gelap seperti gelapnya malam ini?”. Benakku dalam hati.
Angin yang berhembus pada malam itu terasa sangat menusuk paru-paruku. Namun kucuba untuk bertahan dari dinginnya udara malam hari itu. Kuambil secarik kertas dan sebuah pena dari dalam tas coklat yang kudapat ketika mengikuti KMD. Aku berusaha menghibur diriku dengan mencoba merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah. Namun aku tak mampu. Pikiranku masih buntu oleh kesunyian malam. Kucoba tuk mencurahkan seluruh pikiranku diatas secarik kertas tersebut. Tapi percuma, karena kesepian telah menghantui pikiranku. Aku menjadi smakin tidak mengerti, misteri apa yang sebenarnya menghampiri kisahku ini.
Kuletakkan penaku, kurebahkan badanku. Kupandangi langit gelap nan luas diangkasa. Pandanganku tertuju pada bintang terang yang menghiasi sang malam. Bintang itu bersinar terang, ia tak terpengaruhi oleh kegelapan langit disekelilingnya.”Aku harus menjadi bintang terang diangkasa!”. Tekadku dalam hati.
“Samani! Sini kau!” teriak Jahal mengganggu lamunanku. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi aku mempunyai firasat buruk pada saat itu.”mengapa Jahal berteriak memanggilku? Bukankah mereka semua ? tapi sudahlah lebih baik aku menemuinya saja.” Benakku dalam hati.
Ternyata benar firasatku, belum sempat aku berbicara, ia langsung meraih leher bajuku dan menggenggamnya dengan erat. “apa yang kau lakukan ini? Apa salahku? Tanyaku membela diri. Aku berusahauntuk melepaskan genggaman tangannya, tapi aku tak berdaya. Jahal memeng santri yang bertubuh besar dan bertenaga kuat. Sedangkan aku bertubuh kecil. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. “lima tugizhuni?(kenapa kau buat panas terusz)”. Katanya dengan nada sangat tinggi. Sementara teman-temanku yang lain yang melihat kejadian itu langsung datang berkumpul mengelilingi kami berdua. Namun yang kuherankan tak seorangpun dari mereka yang maju untuk menolongku. Seolah-olah mereka memang sangat membenciku.
Ia lalu mendorongku hingga aku jatuh dan terjerembab ke lantai. Aku sangat tak berdaya menghadapinya. Aku tak tahu apa yang aku rasakan pada saat itu. Aku sungguh tak mengerti mengapa ia tega melakukan hal ini padaku, padahal aku tak mempunyai salah kepadanya. Mengapa tak seorangpun yang mau menolongku? Kesalahan apa yang sebenarnya telah kuperbuat kepada mereka sehingga mereka tega berbuat seperti ini.
Jantungku berdegup kancang,nafasku berhembus cepat. Dalam setiap hembusan nafasku, aku hanya berdoa kepada Allah agar bisa menghindari perkelahian ini, dan semua ini cepat berakhir.
Aku berusaha bangkit untuk berdiri. “tas, tas, tas!”. Suatu benda dilempar mengenai kepalaku, stelah kusadari itu adalah telur-telur yang telah mengotori kepalaku. Dilanjutkan dengan lemparan tepung, bubuk kopi, lumpur, dan lainnya. Dalam waktu singkat sekujur tubuhku telah berubah menjadi sangat kotor dengan aroma yang sangat bau. “Happy birthday to you!….” nyanyi mereka dengan riang.
“Selamat ulang tahun akhi! Smoga panjang umur ya! Tadi maafin aku ya! Kamu tidak apa-apakan! Ini, terimalah kado dari kami semua!”. Kata Thalib sambil memberikanku sebuah bingkisan terbalut rapi oleh kertas kado berwarna hijau muda dengan pita merah menghiasinya. Di bingkisan tersebut tertulis “Happy Milad yang ke 17! Sahabat… Persahabatan kita akan abadi untuk selamanya…”
“Sahabat…, terima kasih ya atas kejutan yang telah kalian berikan kepadaku! Ini adalah kado ulang tahun yang sangat spesial bagiku, dan aku tak akan pernah melupakannya!. Awalnya aku mengira kalian benar-benar mengucilkanku, tapi ternyata sebaliknya lebih dari itu. Kalian mengingat hari miladku, padahal aku sendiri tidak mengingatnya”.jawabku
“Sahabat…! Satu hari ini aku sangat tersiksa dalam kesunyianku. Kesendirian slalu menghantui setiap langkahkakiku, bahkan sampai merasuki mimpi dalam tidurku. Tapi ternyata Allah memberikanku sahabat yang sangat menyayangiku. Aku mendapatkan banyak pelajaran ari ini, ini adalah kado yang sangat spesial bagiku. Karena itu aku berharap kita akan slalu bersama sahabatku!” kataku. Tak terasa air mata tetesan air mata jatuh membasahi pipiku.
“Kami juga berhara demikian sobat! Tapi memangnya kamu mimpi apa?” tanya Jahal penasaran. Akupun menceritakan mimpi yang kualami pada mereka, yang kemudian disambut tawa riang kami semua.
Itu adalah malam yang sangat spesial bagiku. Aku sangat bersukur mempunyai banyak sahabat seperti mereka. Aku berharap persahabatan itu bisa terus berlanjut, walaupun kami telah keluar dari pondok ini nantinya. Rasa haru, senang, dan bahagia bercampur padu dalam hatiku. Aku sangat bahagia pada malam itu.
Sekarang aku mengerti. Ya… ini adalah tanggal 08 april, hari ulang tahunku. Aku memang tidak menyadarinya, karena kalender yang kami gunakan di pondok ini adalah kalender islami. Yang kutahu ini adalah tanggal 08 rajab. Kini usiaku bertambah menjadi 17 tahun. Ternyata memang benar yang dikatakan orang, kita akan merasakan bahagia di umr 17 tahun. Ya.. Sweet Seventeen. Akhirnya misteri hari ini berakhir juga. Hmm, 08 april, ya.. misteri 08 rajab. Ternyata semua itu hanyalah tamsil belaka. Aku sangat bahagia dengan apa yang telah kuperbuat pada hari ini.
Tak sabar kumenunggu mentari muncul menampakkan senyuman esok hari. Aku akan mulai membuka lembaran baru, menggoreskan hal indah dalam kisahku selanjutnya.
Kupandangi bintang terang diangkasa, yang senantiasa menghiasi indahnya sang malam. Memberi cahaya pandar di kegelapan langit. “Aku harus menjadi cahaya yang akan menyinari sekitarku. Ya, aku akan menjadi cahaya yang akan selalu bersinar terang. Dengan sinar itu aku akan membuat sahabt-sahabtku bersinar terang. Ya… sama seperti aku. Dan kami akan saling menyinari dengan cahaya yang kami miliki. Kami akan menyinari dunia. Menjadi sebuah cahaya, Light!” Tanamku dalam hati.

Profil Penulis:
Nama Penulis: Ammar Ihsan D’Light
Blog: http://ketikwww.blogspot.com
I’m The 20th Legion of Arafa, The Light!
Wan to know more about me??
follow @lighters20 Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...