Jumat, 20 September 2013

aku di hamili hantu genderuwo

perkenalan Rama dengan Cinta telah terjalin gukup lama. Saat mereka masih sama – sama bekerja di Raflesia Hospital. Rama seorang dokter ahli bedah yang sangat tampan dan juga pintar. Banyak dokter wanita dan suster wanita yang menaruh hati pada dokter tampan dan berprestasi itu. Tapi Rama lebih menjatuhkan hati pada Cinta suter cantik dan terkenal akan keramahannya. Dan tak terasa hubungan yang mereka bina sudah masuk tahun ke dua. Dan timbul di pikiran Rama untuk menikahi gadis yang di cintainya.
“ Kamu mau, kan menikah dengan ku Cinta?” Tanya Rama suatu kali saat mereka sedang istirahat makan siang di kantin rumah sakit.
Dengan senyum malu cinta menjawab. “ Iya aku mau lagi pula pernikahan hal yang sacral dan paling mulia dalam hidup setiap insan.”
Hingga akhirnya pernikahan Rama dan Cinta berlangsung meriah. Semua berawal dari keputusan Rama dan Cinta bahwa setelah menikah Rama ingin Cinta tidak bekerja lagi. Rama ingin Cinta tetap di rumah dan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri dan biar Rama yang tetap mencari nafka.
Suatu hari Rama mendapat tugas seminar dari Raflesia Hospital untuk menghadiri seminar di Singapore. Walaupun berat ia harus menjalankan tugasnya. Bahkan perkawinannya dengan Cinta masih dalam rangka bulan madu sehingga begitu berat perpisahan ini bagi Rama maupun Cinta.
“ Kamu jaga diri baik – baik yah sayang!” pesan Rama sebelum pergi.
***
Karena merasa jenuh di rumah yang sebesar ini Cinta memutuskan untuk menginap di kediaman orang tuanya di puncak. Tapi alangkah terkejutnya Cinta setelah satu minggu tinggal di puncak bersama orang tuanya, Rama menyusulnya ke puncak. Menurut Rama dia tidak jadi berangkat ke Singapore karena ada penundaan. Akhirnya mereka berdua melanjutkan bulan madu mereka yang tertunda. Rama dan Cinta hidup penuh kebahagiaan. Rama begitu pintar memainkan rasa cinta dan kemesraannya. Terutama saat malam menjelang. Kekuatannya melebihi apa yang di bayangkan Cinta.
“ Sungguh seorang penjantan tangguh.” Ucap Cinta dalam hati.
Setiap selesai melakukannya kewajibannya sebagai seorang suami. Hanya satu yang di rindukan Cinta yaitu kata – kata romantic yang dulu sering di ucapkan Rama sewaktu pacaran.
“ Hal itu sekarang tak pernah lagi aku dengar, Ram.” Keluh Cinta dalam hati.
Kemesraan itu berlangsung hampir empat bulan lamanya. Hingga akhirnya ada suatu perasaan aneh dalam hati Cinta. Sebuah perasaan yang di alami setiap wanita setelah menikah. Cinta merasa ada kehidupan di dalam rahimnya. Untuk meyakinkan apa yang Cinta alami Rama membawanya ke dokter kandungan dan hasilnya sangat menyenangkan hati Cinta.
“ Selamat anda positive hamil.” Kata dokter yang memeriksa Cinta.
Betapa bahagianya Cinta. “ Ram, aku hamil dan kita akan segera mempunyai anak dan aku akan menjadi seorang ibu aku merasa jadi wanita yang sempurna.” Kata Cinta terharu.
Berita bahagia ini pun langsung di sebarkan Cinta kepada keluarga. Terutama orang tuanya. Rama pun tampak bahagia sekali.
***
Tak terasa usia kandungan Cinta sudah menginjak bulan ke tiga. Tiba – tiba Cinta di kejutkan oleh adiknya yang bernama Laksman, adik laki – laki Cinta satu – satunya.
“ Ka Cinta, ini ada telepon dari bang Rama di Singapore.” Ucapnya datar. Cinta tersentak kaget.
“ Apa! Ram … Rama di … di … Singapore? Kamu nggak lagi candainkan kaka, kan?” teriak Cinta terpekik.
“ Aku juga tidak dengar benar ka, coba kaka dengar sendiri nih.”
Lalu Cinta menempelkan kuat – kuat handphone yang di berikan Laksman. Dan benar, itu suara orang yang di cintainya oleh Cinta tak terdengar asing baginya.
“ Ya Tuhan … itu benar – benar suara Rama suami ku.”
Tiba – tiba Cinta jatuh dan tak sadarkan diri. Yang Cinta ingat ucapan terakhir Rama.
“ Sayang … kenapa setiap aku menghubungi mu handphone mu tak pernah aktif? Telepon rumah tak pernah di angkat. Aku mencari tahu ke rumah sakit tak pernah ada kabar dan untunglah aku mengetahui mu ada di rumah orang tuamu dari orang tua ku.”
Cinta baru sadar saat dirinya sudah berada di tempat tidur. Kemudian ia berteriak memanggil Rama. Tetapi tak juga ada jawaban. Bahkan kedua orang tua Cinta dan juga adiknya mencari ke sana ke mari, tapi tetap tidak ada hasilnya.
“ Kalau Rama selama ini berada di Singapore untuk seminar, lalu siapa sosok yang berbulan – bulan hidup bersama ku? Tapi suara di handphone itu jelas sekali suara Rama, karena aku tahu benar kata – kata romantic yang di ucapkannya sebelum menikah dulu. Tapi apa mungkin dalam sekejab Rama berada di Singapore? Ah … nggak mungkin.” Pikir Cinta bingung.
Cinta menceritakan semua keanehan yang terjadi terhadapnya kepada orang tuannya. Atas keputusan bersama Cinta meminta Rama segera kembali ke puncak tempat tinggal orang tua Cinta.
“ Sayang, aku harap kamu bisa memaklumi keputusan ini, semua demi kebaikan kita. Kamu tahu, Ram? Aku sedang mengandung, buah cinta kita.” Desah Cinta lewat telepon.
Ada sesuatu yang tidak enak di perasaan Cinta. Kecemasan dan ketakutan terus meneror pikiran Cinta saat sosok yang menyerupai Rama teringat olehnya.
“ Biarlah jika nanti Rama pulang, aku akan mencari tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku selama ditinggal Rama pergi.”
Sejak Rama berencana akan pulang. Sosok yang menyerupai Rama tak pernah lagi terlihat. Dia seolah tahu dengan apa yang di rasakan oleh Cinta. Dengan menghilangnya sosok itu Cinta semakin curiga kalau sosok itu mungkin …?
“ Ya Tuhan, jangan – jangan dia hantu genderuwo yang banyak orang bilang senang melakukan hubungan hubungan intim dengan manusia? Menurut yang aku tahu mahluk itu merubah wujudnya menjadi orang yang kita kenal terutama menyamar sebagai suami supaya bisa melakukan hasratnya.” Pikir Cinta ngeri.
“ Ya Tuhan … , mudah – mudahan ini hanya perasaan ku saja. Semua hanya keisengan Rama untuk menggoda ku.”
Tapi perasaan Cinta sebagai wanita ada sesuatu yang mencampurinya dari dunia lain, dunia yang penuh kegaibpan yang sulit di cari tahu oleh Cinta. Yang membuat Cinta bingung saat dirinya di liputi berbagai pertanyaan. Justeru sosok itu menghilang entah kemana. Yang jelas tak pernah lagi muncul untuk menemui Cinta maupun keluarga Cinta. Untuk menjaga keutuhan rumah tangga Cinta orang tua Cinta meminta Cinta menutup rahasia ini yang sudah di alami Cinta.
Dua minggu kemudian Rama pulang dari Singapore tentunya sudah siap dengan bernagai pertanyaan dan cerita untuk Cinta. Begitu juga Cinta, yang telah mempersiapkan diri untuk menerima segala resiko serta tuduhan yang di mungkinkan terucap dari pria yang di kenal baik dan sabar itu.
“ Cinta aku pulang sayang! Kamu sehat, kan?” ucap Rama sambil mencium bibir mungil Cinta. Tak lama kemudian calaon ayah itu mengelus perut Cinta yang sudah Nampak membesar.
“ Seperti keinginanmu dan calon anak kita, aku bisa kembali kesini dengan selamat. O… iya’sayang sudah trimester keberapa kandungan mu ini?”
Jantung Cinta berdenar hebat mendengar pertanyaan Rama. Walaupun sebenarnya Cinta sudah yakin cepat atau lambat pertanyaan itu pasti akan di lontarkan oleh Rama.
Dengan tergagap Cinta menjawab. “ Ti … tiga bulan, Ram.” Jawab Cinta Singkat.
“ Oh, iya kepergiaan mu ke Singapore ada dulu ada masalah? Atau mungkin tertunda?” Tanya Cinta menyelidik.
“ Kok yang di Tanya kepergiaannya dulu? Bukan kepulangan ku kemarin? Yang jelas lancarlah sayang.”
“ Bearti nggak tertunda? Atau bahkan kamu menghampiri aku ke puncak?” Tanya Cinta lebih lanjut.”
Dari sorot mata serta mimiknya Rama benar – benar jujur bahkan kini Rama yang seolah menjadi bingung dengan pertanyaan Cinta. Untuk menutupi kecurigaannya, Cinta langsung mengalihkan pembicaraan.
“ Ya Tuhan …, kalau begitu siapa sosok yang selama ini menjamah dan meniduriku? Bahkan menyebabkan aku hamil? Apakah benar dia adalah sosok mahluk halus? Bearti janin yang aku kandung ini adalah anak mahluk jahanam itu, mungkin hantu genderuwo?”
“ Jika janin yang ada di dalam Rahim ku ini benih Rama, itu tidak mungkin! Karena kepergiaan Rama ke Singapore, dua bulan yang lalu sedang bayi yang ku kandung ini sudah masuk bulan ke tiga. Oh … Tuhan.” Tubuh Cinta lemas seketika.
“ Aku sama sekali tak berdaya. Betapa jijiknya aku dan betapa bodohnya aku. Mungkin jika Rama mencermati hal ini dia akan mengetahuinya. Lalu?” Cinta sama sekali tak sanggup membayangkannya
.
“ Hukuman apa yang akan Tuhan berikan padaku? Tapi aku benar – benar tidak tahu kalau itu adalah tipu daya genderuwo yang menyerupai Rama.”
Cinta semakin takut dengan keadaan ini. Bahkan ia melalui hari – harinya dengan hati – hati takut jika sosok genderuwo itu kembali datang meyerupai Rama.
“ Ya Tuhan, iblis jahanam itu benar – benar memanfaatkan keadaan ini.” Gumamnya dalam hati.
Seminggu kepulangan Rama dari Singapore, Rama berkunjung ke rumah orang tuanya di bogor. Di samping menjenguk betujuan pula untuk memberi tahu kehamilan Cinta kepada orang tua dan sanak familynya. Saat itu Cinta tak bisa ikut karena harus mempersiapkan acara selamatan kehamilan Cinta.
Saat menjelang malam, ketika Cinta sedang berpakaian setelah mandi, tiba – tiba ia di kejutkan oleh suara yang berasal dari balik pintu. Dan suara itu sudah taka sing lagi bagi Cinta.
“ Cinta … sayang … buka pintunya! Ini aku Rama. Aku pulang sayang.” Pinta suara dari balik pintu itu.
Sejenak Cinta tertegun, di gunakannya kal sehatnya. Lalu tiba – tiba ia yakin sekali kalau itu bukanlah Rama suaminya. Dengan cepat Cinta melemparkan sebuah kitab suci agama hindu yang berada disamping tempat tidurnya. Dengan harapan seandainya yang muncul itu Rama, tidak akan melukainya. Tapi jika yang di balik pintu itu sosok genderuwo dengan izin dan kebesaran Tuhan dia akan binasa.
Terbukti setelah Weda itu di lemparkan tepat mengenai wajahnya. Sosok itu menjerit kepanasan. Kemuadian lari menuju segerumbul pohon mahoni dibelakang rumah orang tua Cinta. Namun sosok hitam bertubuh tinggi besar itu masih sempat mengancam Cinta.
“ Aku akan kembali menengok anak yang ada di dalam Rahim mu itu.”
“ Dengar mahluk terkutuk bayi yang ku kandung ini bukan darah daging mu.” Teriak Cinta keras, sehingga begitu mengundang para tetangga datang ke halaman belakang rumah.
Bahkan para tetangga menganggap Cinta kesurupan karena dalam keadaan hamil dan tepat saat maghrib berasa di belakang rumah.
“ Syukurlah mereka menganggap ku kesurupan karena bearti rahasia anak ini tak terbongkar.” Batin Cinta.
Sejak kejadian itu Cinta semakin waspada. Bahkan diam – diam Cinta berusaha mencari pendeta yang bisa menolongnya. Karena dia menganggap sosok itu sudah mulai nekat.
“ Bagaimana dengan anak yang aku kandung ini nantinya? Seperti apa wujudnya bila ia lahir?”
Akhirnya Cinta menemui seorang pendeta di Pura tanggerang. Yaitu pendeta Murti. Beliau menyarankan agar tepat jumat kliwon Cinta menyiapkan secangkir kopi pahit, singkong bakar, candu serta menyan putih yang di pasang si belakang rumah. Tepat jumat kliwon yang di tunggu keluarga Cinta. Semua sajen yang di tentukan pendeta Murti telah di siapkan oleh keluarga Cinta. Selang beberapa detik, angin kencang datang. Segerumbul pohon mahoni hampir merobohkan kediaman keluarga Cinta. Suara angin dan gesekan pepohonan terdengar begitu menyeramkan.
BERSAMBUNG
 
 baby salini
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

ARWAH KORBAN MUTILASI YANG MENGUNGKAP KASUS PEMBUNUHAN DIRINYA

 
Gaby gadis manis yang berusia 22 tahun merantau dari desanya di Mawar Kembangan, Bandung menuju Jakarta. Hanya berbekal ijazah SMA dara manis ini mencoba melamar pekerjaan di kota metropolitan Jakarta. Karena di Jakarta Gaby tidak mempunyai sanak family ia tinggal bersama Lilis sahabat kecilnya di desa Mawar Kembang. Di Jakarta Lilis bekerja di rumah sakit Rose Hospital sebagai penjaga kamar mayat.
“ Gimana, By kamu mau menerima tawaran ku bekerja sebagai penjaga kamar mayat di Rose Hospital?” Tanya Lilis serius di suatu sore ketika mereka sedang asik menikmati tea manis hangat dan sepiring pisang goring.
Gaby menghela nafas.“ iya, aku mau ….” Jawabnya ragu.
***
Hari ini hari pertamaGaby bekera sebagai penjaga kamar mayat.
“ By, tugas kamu memasukan dan menjaga mayat di freezer yang ada di dalam ruang penyimpanan jenazah.” Kata Lilis menjelaskan.
Mayat di sini ada yang tidak punya family atau belum di ambil keluarganya ada pula jenazah korban kecelakaan yang akan di lakukan visum oleh dokter forensic untuk kepentingan polisi dan macam kasus lainnya.
Tapi kali ada jenazah yang membuat Gaby dan Lilis merinding.Mayat
yang mereka tunggui kali ini adalah mayat korban mutilasi dan belum di ketahui identitasnya.Jenazah yang di potong menjadi tiga bagian itu di duga karena suatu pembunuhan sadis.
“ Aduh, Lis kasihan pisan wanita geulis itu?” kata Gaby sambil memandang mayat wanita yang kehilangan kepala dan kedua kakinya itu.
“ Iya semalam the aku lihat berita di televisi mayat wanita itu di temukan 15 km dari rumah sakit tempat kita kerja.” Jawab Lilis.
***
Belakangan para polisi terus melacak bagian organ tubuh yang hilang milik perempuan malang itu. Sementara polisi ahli forensic bersama dokter memvisum bagian tubuh secara mendalam, untuk mengindevikasi siapa sebenarnya korban.
“ Aku takut, lis!” kata Gaby suatu kali di kamar mayat saat sedang membersihkan mayat korban kecelakaan.
“ By, kamu nggak boleh takut. Bila kamu ketahuan takut, kamu bisa di pecat dari rumah sakit dan tidak di perbolehkan lagi bekerja sebagai penjaga kamar mayat.”
Karena takut di pecat, maka Gaby memberanikan diri berjaga setiap di antara mayat – mayat itu.Apa lagi kalau ada mayat yang dating di tengah malam mau tidak mau Gaby membersihkan dan mengurusnya.
***
Mayat korban mutilasi yang membuat Gaby takut sudah hampir seminggu di dalam freezer.Jenazah itu didinginkan agar tidak membusuk.Malam ini malam jumat kliwon Gaby berjaga di kamar mayat sendirian.Lilis sedang cuti karena kaka perempuannya yang pertama menikah.
“ Aduh … Lis, tega pisan eui ninggalin aku sendiri disini.”Pekiknya merinding.
Tengah malam saat hujan turun yang bergemericik di atap kamar mayat, Gaby merasa di ganggu oleh suara rintihan perempua yang kesakitan.Arah suara itu dating dari bagian barat kamar mayat.Persis di bawah pohon beringin besar berumur puluhan tahun yang sudah ada sebelum Rose Hospital di bangun.Malam itu bukan Cuma kamar mayat yang sangat sepi.Para suster semua berjaga di ruang suster dan para dokter jaga malam sibuk di kamar kerja masing – masing.
“ Andai saja aku bisa kuliah akademi perawat, mungkin aku akan menjadi suster. Bukan menjadi penjaga kamar mayat di tempat yang sunyi ini.” Keluhnya memecahkan keheningan malam.
Untuk mengusir rasa kantuknya Gaby mengeluarkan handphone dari sakunya untuk bermain facebook.Suara rintihan itu mula – mula perlahan, tapi lama kelamaan semakin keras.
“ Tolong … to … to … long …”
Suara rintihan itu berubah menjadi lolong kesakitan yang sangat memilukan.Suara wanita itu berasal dari balik pohon beringin raksasa itu.
“ Siapa perempuan berteriak meminta tolong di tengah malam di bagian barat kamar mayat itu?” piker Gaby.
Dengan senter yang ada di handphone Gaby, Gaby mencari tahu sumber suara melengkin itu.
“ Jangan – jangan ada wanita terluka yang minta bantuan?” piker Gaby kembali.
Dengan langkah ragu dara manis itu menuju pohon beringin yang gelap. Gaby menyenteri tempat yang pikirnya ada sosok wanita yang berteriak itu.Tapi sayang, suara lolongan itu hanya suara.Sosok wanitanya sendiri tak dapat di temukan Gaby.
Karena penasarn Gaby melangkahi beberapa pohon kecil untuk mendekati pagar arah danau.Sementara hujan makin deras.
“ Duh … seragam putih – putih ku jadi basah.”
Pada saat senter Gaby mengarah ke dahan – dahan beringin yang rimbun, jantungnya berdetak hebat.Sesaat setelah senter menancap, terlihat jelas oleh Gaby kepala dan sepasang kaki perempuan tanpa badan di atas dahan.Rambut wanita itu lurus lebat dengan mata bulat hitam dan giginya yang berdarah – darah.Sementara bagian leher dan kakinya Nampak terputus bekas tebasan benda yang tajam.
“ Tolong … tolong bawa aku turun! Tolonglah aku!” teriak potongan kepala wanita itu mulutnya terbuka dan matanya membelalak.
“ Demi Tuhan, seumur hidup baru kali ini aku melihat kepala manusia tanpa badan yang bisa bicara dan yang lebih aneh suara keras itu tak mampu menarik perhatiaan suster dan dokter yang jaga malam itu dan sepertinya hanya aku yang mendengar suaranya.” Kata Gaby takut.
“ Mungkin juga yang melihat sosoknya hanya aku di malam jumat keramat yang dingin ini.”
Bulu kuduk Gaby merinding seketika dan rasa takut membucah hebat dalam batinnya.Dengan langkah agak gontai, Gaby masuk ke kamar mayat.Rasa takut membuatnya terbirit – birit lari menyelamatkan diri.Di kuncinya pintu kamar mayat rapat – rapat.Gaby menyelinap di meja freezer penyimpanan jenazah. Di saat ia telah tenggelam di bawah meja. Tiba – tiba pintu freezer terbuka sendiri.Gaby mengintip dari bolongan meja kea rah freezer.
“ Oh Tuhan, tangan dan badan satu persatu keluar dari freezer melompat – lompat kearah pintu.”
Melihat keanehan itu, Gaby makin gemetar.Otaknya terasa berat dan kepalanya menjadi pusing. Rasa lemas tiba – tiba menggerayangi tubuhnya yang dingin. Potongan tangan dan badan mayat mayat korban mutilasi itu berusaha membuka pintu.Dengan sendiri pintu yang terkunci itu terbuka.Anggota tubuh yang yang terpisah itu melompat keluar kamar mayat.
“ Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Aneh tapi ajaib!” pekiknya bingung dan takut.
Karena takut dan tidak ingin di pecat, Gaby memaksakan dirinya melawan ketakutannya.
“ Bila jenazah mutilasi itu hilang aku bukan hanya di pecat tapi di penjarakan, aku di anggap kurang becus sebagai penjaga malam hingga mayat korban mutilasi itu hilang dari freezer.”Pikirnya takut.
Berusaha menahan takut, Gaby merangkak sebisanya mengikuti kemana arah potongan organ tubuh wanita itu.Dengan sedikit keberaniaan yang ada, karena tidak mau mendekap di penjara, Gaby mengikuti potongan organ tubuh pucat itu.
Dengan mata sayu, Gaby dapat melihat potongan organ tubuh itu melompat berbelok kea rah barat tempat pohon beringin yang ada kepala dan kakinya terletak di atasnya.
“ Ya … Tuhan!” Gaby kaget untuk kesekian kalinya.
Kepala dan kaki wanita yang berteriak minta tolong tadi melata seperti ular.Kepala dan kaki itu menemui tangan dan badannya yang mendekat ke akar pohon.
Sungguh tidak masuk akal, tiba – tiba potongan organ tubuh yang terpisah – pisah itu kini menyatu membentuk organ tubuh yang sempurna.Dalam keadaan tubuh yang utuh, wanita itu menghilang dalam kegelapan menuju arah barat.Karena di landa rasa bingung dan panic. Gadis malang itu berteriak memanggil mayat hidup itu supaya kembali ke kamar mayat.
“ Hei, mau kemana? Tolong kembalikah ke kamar mayat! Kalau kamu hilang dari kamar mayat, saya akan di pecat bahkan di penjarakan. Tolong kasihanilah saya! Saya Cuma gadis miskin yang merantau ke Jakarta untuk bekerja.” Pinta gaby sambil menangis.
Sosok korban pembunuhan sadis itu tidak merespon.Sosok itu tetap pergi dan menghilang kearah barat.Gaby menerangi lokasi di mana arahnya perempuan itu pergi dan tak di temukannya lagi.Kejadiaan ini membuat Gaby trauma hebat.Bayangan negative mempengaruhi pikirannya.
“ Ya Tuhan, hanya kepada mu tempat ku mengadu. Selamatkan aku Tuhan.” Doa Gaby di balik air matanya yang berderai.
Dengan lemas dan batin yang sangat menyiksa.Gaby beranjak kembali ke kamar mayat.Di liriknya freezer tempat mayat wanita itu kabur.
“ Aneh, kenapa freezer itu tertutup? Padahal tadi terbuka?” Tanyanya dalam hati.
Dengan perasaan putus asa dan tak semangat, dengan ragu Gaby membuka kembali freezer yang menyimpan mayat itu.
“ Aneh, mayat wanita itu masih ada di situ dan tetap pada posisi yang sama.”
“ Mayat siapa tadi yang keluar?” Tanya Gaby dalam hati.
“ Apa aku bermimpi? Atau berhalusinasi?” tanyanya lagi pada diri sendiri.
Untuk meyakinkan dirinya tidak bermimpi atau berhalusinasi Gaby mencubit tangannya sendiri dan memukul pipinya dan terasa sakit.
“ Bearti aku tidak bermimpi maupun berhalusinasi.”
***

Keesokan harinya setelah Lilis kembali bekerja. Gaby menceritakan peristiwa yang sudah ia alami. Lilis meyakini keterangan Gaby.Karena Lilis tahu sahabatnya yang satu ini orang jujur.Untuk itu Gaby di izinkan oleh polisi yang menyelediki kasus mutilasi tersebut melihat foto – foto orang yang di nyatakan hilang dan mungkin satu di antaranya ada yang di kenali oleh Gaby.
“ Mungkin sosok yang nona lihat itu ada di antara beberapa lembar foto wanita ini.” Tanya AKP Dika, dari polres DKI Jakarta.
Karena wajah perempuan yang merintih di atas pohon beringin itu elas sekali di lahat Gaby.Maka Gaby memperhatikan satu demi satu foto yang di perlihatkan padanya.Akhirnya ada satu di antara foto yang sangat mirip dengan wajah kepala yang menyangkut di dahan pohon beringin.
“ Nama gadis malang itu Karina, warga Kuningan, Jakarta.” Kata AKP Dika menjelaskan.
Dan benar saja polisi segera menemukan keluarga.
Keluarga Karian membenarkan ciri – ciri yang di beri tahu polisi.
Sementara kepala dan kaki Karina, benar – benar di temukan di bagian barat rumah sakit. Tempat lokasi yang di tuju oleh Karina saat ia pergi dari kamar mayat. Kepala dan kaki Karina di temukandalam keadaan membusuk di dalam rongsokan perahu kayu yang berjarak 700 meter dari Rose Hospital.
Seminggu kemudian pembunuh mayat wanita malang itu tertangkap oleh polisi, dia adalah seorang pengusaha film yang menjadi kekasih gelap Karina. Hanya karena Karina menuntut pertanggung jawabannya untuk menikahinya.Pria sadis yang sudah menghamili dan bernama Evan itu membunuh Karina dan memotong – motong mayatnya dengan sadis dan keji.
Karena peristiwa itu Gaby seorang gadis yang polos mendapat penghargaan khusus dari pihak kepolisian karena mengunkap misteri pembunuhan yang memusingkan dan menyulitkan polisi untuk mencari pelakunya.
Pihak rumah sakit pun memberikan dana untuk Gaby kuliah akademi perawat hingga lulus dan setelah lulus Gaby akan menjadi perawat tetap di Rose Hospital.
“ Terima kasih Tuhan aku dapat mewujudkan cita – cita ku menjadi seorang perawat.”
“ Dan terima kasih Gaby berkat keberanian mu kamu dapat mengungkap kasus pembuhan diri ku.” Kata Karina di balik pohon beringin Rose Hospital.

The and
Terinspirasi dari seorang penjaga kamar mayat siloam hospital
Tempat dulu ku bekerja .
 BABY SALINI
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Kamis, 11 Juli 2013

The Secret of The Toilet

Cerpen Horor 

Clakk….clakkk…clakkkkkk…..

Tetesan dari kran yang tidak tertutup rapat itu semakin menerorku yang hingga tengah malam ini sukar untuk tertidur. Kulirik bulatan putih didinding yang terhalang remang-remang malam.

“Huff….. mana baru jam sebelas empat lima lagi,” bisikku pelan.

Entah sudah berapa kali aku membolak-balikan bantal usang yang hampir tidak tersentuh sabun selama aku pindah kekosan Bu Alina. Maklum aku adalah seorang siswi kelas tiga SMA yang merangkap menjadi pelayan disebuah restoran siap saji.

Sebelumnya aku tinggal dikosan Bu Dian, tapi karena terbelit hutang kanan kiri, ya dengan terpaksa aku kabur. Padahal malam itu Kak Danar, putra bungsu bu Dian bersikeras menghalangi kepergianku. Aku harus pergi dari pada tiap hari kena omel bu Dian, belum lagi cibiran pedas dari penghuni kos lain tentang hutangku yang belum aku bayar.

Berbekal uang tiga ratus ribu rupiah, hasil penjualan ponsel lamaku . Aku memberanikan diri untuk tinggal dikosan baru dengan menjanjikan upahku sebagai pelayan restoran.

“Akhir bulan nanti segera cair, bu.” bujukku kepada bu Alina saat dia menolak rencanaku tinggal di kossannya.

“Bukan karena kondisi keuanganmu dek Mayang, tapi memang kamar kos disini sudah penuh.” Sahutnya lembut.

Ya memang benar, aku lihat rumah besar yang terdiri dari lima kamar dilantai satu telah penuh sesak diisi oleh sembilan orang penghuni kos dan satu asisten pribadi Bu Alina.

Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya beliau menyerahkan kamar putri semata wayangnya yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang kepadaku.

“Haduh betapa beruntungnya diriku ini.” Fikiriku sesaat setelah Bu Alina mengesahkan kamar kebanggaan putrinya kepadaku. Betapa tidak kamar ini begitu luas dan satu-satunya kamar yang memiliki toilet sendiri. Apalagi bu Alina dengan cuma-cuma meminjamkan kasur dan meja rias milik putrinya. Hanya saja dia dia tidak membolehkan aku menggunakan lemari besar dikamar itu, mungkin karena lemari itu telah diisi penuh oleh barang-barang milik putrinya.

Tapi untung saja dimeja rias menempel sebuah lemari kecil yang masih bisa aku gunakan untuk menyimpan pakaian ku, dan sebagian lagi bisa aku gantung di pegantungan di belakan pintu.

Kembali kulihat jam, kali ini tepat pukul dua belas malam dan aku aku masih terjaga. Tiba-tiba “Wwhuuuuussshh……..” sekebat angin kencang masuk kerongga kamarku, menyisakan sosok putih yang melambai-lambai didepanku. Seketika aku terkejut, “Sial aku hampir saja membiarkan jendela terbuka semalaman.” Gerutuku sambil menutup jendela dan membenarkan tirai putih yang tersapu angin.
Aku kembali merebahkan tubuh mungilku di kasur besar nan empuk ini. Pelan tapi pasti mata ini mulai menutup.

Byuuuuurrrrr…… Suara guyuran air mengagetkanku.

“Jam segini siapa yang mandi sih? Ganggu orang saja!” gerutuku kuesal

Otaku mulai berfikir waras “Tapi asal suaranya dari…….” Entah mengapa bibirku benar-banar tertahan. Kulirik pintu toilet, dan benar saja dari lubang kunci pintu toilet sesosok wanita berambut panjang tengah tertunduk kaku dibawah cipratan air shower.

“Apa mungkin dia putrinya bu Alin?” fikirku membuyarkan rasa takutku sendiri.

Tanpa berfikir panjang lagi, aku segera beranjak pergi. Namun, baru beberapa langkah menuju tempat tidur, suara tangisan memaksaku untuk kembali.

“Kkenapa Mbak? Mmbak ggak kenapa-napakan?” tanyaku sedikit gugup.

Dia tak kunjung menjawab pertanyaanku, malah tangisannya semakin menjadi.

“Hiks……hiks…… tolong aku hikksss….”

Suara tangisan itu menggema mendominasi kamarku. Aku benar-benar panik. Sekuat tenaga kucoba rubuhkan pintu berbahan plastik itu, dan hasilnya nihil. Tangisannya pelan-pelan meredup. Kulihat kembali dari lubang kunci, dan betapa kagetnya aku saat kulihat tubuh wanita misterius itu kini tak utuh lagi. Berdiri lesu sesosok tubuh tanpa kepala, lehernya dipenuhi daging yang berantakan. Dan cipratan darah segar menodai dinding-dinding toilet.

Tubuhku benar-benar terasa bergetar dan tak bisa mengatakan apa-apa. Saat ku alihkan mataku kearah lantai toilet, tergeletak sebuah kepala berambut panjang bersama sebilah gergaji di sampingnya. Aku semakin berguncang hebat, entah apa yang aku fikirkan saat itu. Rasanya aku ingin berlari ke kamar penghuni lain untuk meminta bantuan. Tapi aku sama sekali tak bisa bergerak, piyamaku terjepit engsel pintu.

“Haaaaaaaaa…… tolong!!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Dengan tergesa-gesa kugigit piyamaku. Dan Seeeeeetttt, bagian belakang piyamaku berhasil robek. Aku berlari sekencang-kencangnya memburu pintu keluar kamar.

Creek….creeeek…..

“Arrggght….. kenapa gak bisa dibuka? Aku semakin panik.

Segera ku ambil posisi kuda-kuda dan... Bruuukkkk…… tendanganku merobohkan sebilah pintu yang terbuat dari kayu.

Nafasku terasa sesak mencium bau anyir darah yang menusuk ke paru-paru. Tapi aku semakin menggila dan ketakutan saat kulihat pemandangan aneh dari balik pintu kamarku.

“Ttttoilet???” tanyaku bingung. Ternyata toilet yang sama, hanya saja yang membedakan tinggal kepala yang tergeletak dilantai.

Kepala berambut panjang itu pelan-pelan menoleh dan menyeringai kepadaku.

“Hyaaaaa…..!"
***

Creeeekkkkk

Seseorang membuka pintu kamarku, dia mnyeringai hangat dan mendekatiku.

“Rupanya kamu demam ya May?” sahut Bu Alina sambil menempelkan punduk tangannya di keningku.

“Syukurlah ternyata cuma mimpi,” bisiku pelan.



Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Rabu, 10 Juli 2013

MENINGGAL SETELAH BERTEMU HANTU DI HOTEL ANGKER

 
Pada akhir bulan Februari lalu, (aga ketinggalan bbrapa bulan sih tpi ne buat kalian yg belum pernah mendengar infonya ) ada berita mengejutkan dari sebuah hotel di California. Tubuh seorang gadis bernama Elisa Lam, 21 tahun ditemukan dalam tangki air minum hotel. Yang membuat geger, Hotel Cecil tempat gadis tersebut menginap memiliki reputasi horor dan pembunuhan. Rekaman kamera CCTV menunjukkan bahwa Elisa tampak aneh saat berada dalam lift pada malam hari sebelum dia menghilang. Sampai akhirnya seorang pekerja hotel menemukan tubuh Elisa di dalam tangki air hotel.

Agak janggal menerima kenyataan bahwa selama 19 hari, tamu hotel mandi, sikat gigi, minum dan makan dengan air yang sudah terkontaminasi jenazah manusia. Kematian Elisa menyisakan pertanyaan besar. Dia menginap seorang diri di hotel saat liburan. Tidak ada hal ganjil selama dia menginap, dia juga tidak bertemu dengan siapapun. Tetapi sebuah rekaman CCTV memperlihatkan bahwa Elisa tampak aneh saat naik lift, semalam sebelum dia menghilang.
Awalnya, Elisa tampak biasa menekan tombol lift, sendirian. Kemudian dia keluar dari lift dengan gerakan aneh. Dia seperti melihat sesuatu, menghindari entah apa dan melakukan gerakan aneh lalu tampak berlari. Tidak ada kabar lain tentang Elisa hingga dia ditemukan meninggal dalam tangki air yang digunakan Hotel Cecil sebagai tangki air minum. Belum jelas apakah kasus ini merupakan pembunuhan, terpeleset, atau hal gaib lain.

Sejarah Buruk Hotel Untuk Tempat Pembunuhan

Kasus yang menimpa Elisa membuka kembali kisah lama Hotel Cecil. Hotel tua tersebut dibangun tahun 1920, sudah cukup tua. Kematian Elisa menyeret beberapa asumsi bahwa gadis itu bertemu dengan hantu atau arwah penasaran yang pernah menjadi korban pembunuhan di hotel tersebut.

Suasana saat polisi mengangkat mayat Elisa (c) Reuters

Untuk Anda ketahui, dilansir guardian.co.uk, Hotel Cecil menjadi tempat pembunuhan berantai. Beberapa tahun lalu, terjadi pembunuhan berantai yang dilakukan Richard Ramirez atau dikenal sebagai Nightstalker yang membunuh 14 orang, juga Jack Unterweger yang melakukan pembunuhan pada wanita tuna susila. Sementara berdasarkan berita di theghostdiaries.com, pada tahun 1962, terjadi kasus bunuh diri oleh Pauline Otten yang melompat dari jendela, termasuk beberapa kasus pemerkosaan terjadi di Hotel Cecil.

Tidak heran jika kematian Elisa dikaitkan dengan hal-hal gaib, karena Hotel Cecil menyimpan beberapa cerita kelam. Ada yang berasumsi bahwa kematian Elisa terkait arwah-arwah penasaran yang meninggal di hotel tersebut. Ditambah lagi, belum ada pemberitaan lanjupercaya g percaya gays, tapi coba liat deh videonya di link ini http://www.youtube.com/watch?v=3TjVBpyTeZM di jamin serem banget deh.

naahhh gays nanti klu mo nginep usahain cari tau dulu y info tentang hotel yang bakalan kalian inap, jgn sampai kejadian aneh kena kalian :)
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Urband Legend Surabaya ( Rumah Hantu Darmo )

Foto: Urband Legend Surabaya ( Rumah Hantu Darmo ) 

Oleh : Dee Saropah 

*****
Warga Surabaya khususnya, pasti tau dengan kisah seram tentang Rumah Hantu Darmo atau sering disebut RHD, Rumah megah dengan arsitektur seni bernilai tinggi. Hanya saja entah karena sesuatu hal, rumah megah itu nampak belum terselesaikan bangunannya. Jika siang hari, rumah itu terlihat megah tapi tak terurus. Pondasi dan temboknya di penuhi lumut bahkan coretan-coretan bekas ulah manusia-manusia usil. Terkesan ada aura mistis meski siang bolong. Berbagai versi kisah mistis mengiringi keberadaan rumah yang terletak di perumahan elite Darmo di kawasan Surabaya Barat tepatnya di Jalan Raya Puncak Permai. RHD semakin mencuat ketika salah satu stasiun televisi menayangkan keangkerannya. Menurut cerita, rumah itu dulunya bekas pembantaian. Korbannya 1 keluarga dan beberapa orang pembantu mereka yang masih muda. 

Cerita RHD memang tak dahsyat cerita Rumah Kentang atau Rumah Pondok Indah, tapi bagi masyarakat Surabaya, RHD cukup terkenal. Karena penasaran, aku dan 2 orang temanku yang memang kebetulan bernyali gede dan mempunyai kelebihan indra keenam mencoba mampir ke RHD sore hari. Jarak 100m dari bangunan, pemandangan mistis sudah menyambut kami. Ada mata-mata dunia lain yang terus memperhatikan kami. Termasuk sesosok perempuan yang berdiri di antara tiang-tiang penyangga bangunan. Jarak sekian detik sosok itu menghilang. Indra ke enam yang aku miliki memang tak setajam ke dua temanku, tapi aku masih bisa merasakan dan melihat makhluk-makhluk jenis apa yang ada di sekitaran rumah itu. Hanya aku yang cewe, sedangkan 2 temanku Rio dan Venus adalah cowo. Sore menjelang malam ketika kami masih asyik berkeliaran di halaman RHD sambil berfoto ria. Rumput yang tumbuh tinggi dan pohon-pohon kecil menambah kesan angker yang di timbulkan ketika malam menjelang. Rasa takut tetap aja muncul di hatiku. apalagi ketika sinar angkuh sang surya sudah benar-benar menghilang tergantikan cahaya lembut sang rembulan. 

Tepat pukul 7 malam, kami memutuskan untuk meninggalkan RHD. Entah apa yang di lihat kedua temanku sama dengan yang aku lihat. Yang pasti saat itu aku melihat 2 bocah berlarian dan bersenda gurau di dalam bangunan. Sebelumnya 2 bocah dunia lain itu melihat kami dengan pandangan kurang senang, tapi karena memang niat kami datang ke rumah itu bukan dengan niat seperti berburu nomor togel atau apapun yang menentang akidah agama, makhluk-makhluk ghaib itu berubah cuek seperti keadaan sebelum kami menginjakan kaki di halaman RHD. Konon HRD sering juga kedatangan tamu yang tau tentang supranatural. Tempat itu oleh masyarakat setempat di jadikan ajang wisata spiritual. Mereka-mereka yang bernyali gede dan pemberani, akan datang ke tempat itu pada malam-malam tertentu. Tidak sedikit yang kesurupan karena bertujuan mengganggu dan mencoba mengusik keberadaan mereka. 

Kejadian aneh memang tak kami rasakan ketika berada di rumah itu. Namun ketika aku sudah berada jauh dan pulang ke kos, hal aneh pun muncul. Tepat pukul 10 malam, aku merebahkan diri di ranjang. Menghilangkan capek dan penat. Cuci kaki dahulu sebelum akhirnya menghadap cermin untuk membersihkan wajah. Tapi ada yang aneh ketika aku menghadapkan muka ke cermin. Sekelebat bayangan melintas tepat di belakangku. Sepertinya seorang perempuan, terlihat dari geraian rambutnya yang samar-samar sempat tertangkap mata batinku (ketika berkelebat, posisi makhluk itu membelakangiku tak mau menghadap cermin). Tapi anehnya indra keenam yang aku miliki tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Entah melemah atau karena memang yang mengikutiku bukan makhluk ghaib biasa. Tak ada ketakutan yang berarti karena menurutku hal-hal seperti itu memang sudah biasa aku alami sehari-harinya. Hingga aku beranjak tidur, keanehan berlanjut. Ranjangku sempat bergetar tapi bukan ‘bergetar’ yang sesungguhnya. Dalam artian seperti ada sosok lain yang ikut merebahkan diri di kasurku dan menimbulkan goncangan kecil seperti halnya ketika aku menghempaskan tubuhku di dipan ranjang. Berulangkali aku mencoba melihat dengan indra keenamku tentang sosok berupa apa yang sedang mengikutiku, tetap saja aku gagal melakukannya. Jarak beberapa detik kemudian aku merasakan ada yang menjalar di jempol kakiku. Kaki dan badanku terasa berat. Aku berfikir cepat bahwa makhluk dari dunia lain itu berusaha merasuki jiwaku. Benar saja, beberapa saat kemudian aku sudah tak ingat apa-apa lagi. Hingga pagi menjelang dan aku melihat bunda menangis di sampingku yang masih terkulai lemas. Bau bawang hingga minyak kayu putih tercium tajam. Hadir juga Rio dan Venus serta beberapa orang yang  aku anggap sesepuh/paranormal. Dari cerita mereka, aku baru tau bahwa salah satu penghuni RHD ikut aku pulang dan merasukiku. Tanpa sengaja aku melakukan kesalahan kasat mata dengan menginjak wilayah salah satu dari makhluk-makhluk tersebut. Dan saat itu Rio dan Venus juga tau, tapi agaknya mereka sengaja membiarkannya. Tak ayal, sampai kos aku pun kesurupan. Konon ada aturan, jika berkunjung ke RHD dilarang dalam jumlah ganjil atau di haruskan genap. Wallahuallam …. 

 Warga Surabaya khususnya, pasti tau dengan kisah seram tentang Rumah Hantu Darmo atau sering disebut RHD, Rumah megah dengan arsitektur seni bernilai tinggi. Hanya saja entah karena sesuatu hal, rumah megah itu nampak belum terselesaikan bangunannya. Jika siang hari, rumah itu terlihat megah tapi tak terurus. Pondasi dan temboknya di penuhi lumut bahkan coretan-coretan bekas ulah manusia-manusia usil. Terkesan ada aura mistis meski siang bolong. Berbagai versi kisah mistis mengiringi keberadaan rumah yang terletak di perumahan elite Darmo di kawasan Surabaya Barat tepatnya di Jalan Raya Puncak Permai. RHD semakin mencuat ketika salah satu stasiun televisi menayangkan keangkerannya. Menurut cerita, rumah itu dulunya bekas pembantaian. Korbannya 1 keluarga dan beberapa orang pembantu mereka yang masih muda.

Cerita RHD memang tak dahsyat cerita Rumah Kentang atau Rumah Pondok Indah, tapi bagi masyarakat Surabaya, RHD cukup terkenal. Karena penasaran, aku dan 2 orang temanku yang memang kebetulan bernyali gede dan mempunyai kelebihan indra keenam mencoba mampir ke RHD sore hari. Jarak 100m dari bangunan, pemandangan mistis sudah menyambut kami. Ada mata-mata dunia lain yang terus memperhatikan kami. Termasuk sesosok perempuan yang berdiri di antara tiang-tiang penyangga bangunan. Jarak sekian detik sosok itu menghilang. Indra ke enam yang aku miliki memang tak setajam ke dua temanku, tapi aku masih bisa merasakan dan melihat makhluk-makhluk jenis apa yang ada di sekitaran rumah itu. Hanya aku yang cewe, sedangkan 2 temanku Rio dan Venus adalah cowo. Sore menjelang malam ketika kami masih asyik berkeliaran di halaman RHD sambil berfoto ria. Rumput yang tumbuh tinggi dan pohon-pohon kecil menambah kesan angker yang di timbulkan ketika malam menjelang. Rasa takut tetap aja muncul di hatiku. apalagi ketika sinar angkuh sang surya sudah benar-benar menghilang tergantikan cahaya lembut sang rembulan.

Tepat pukul 7 malam, kami memutuskan untuk meninggalkan RHD. Entah apa yang di lihat kedua temanku sama dengan yang aku lihat. Yang pasti saat itu aku melihat 2 bocah berlarian dan bersenda gurau di dalam bangunan. Sebelumnya 2 bocah dunia lain itu melihat kami dengan pandangan kurang senang, tapi karena memang niat kami datang ke rumah itu bukan dengan niat seperti berburu nomor togel atau apapun yang menentang akidah agama, makhluk-makhluk ghaib itu berubah cuek seperti keadaan sebelum kami menginjakan kaki di halaman RHD. Konon HRD sering juga kedatangan tamu yang tau tentang supranatural. Tempat itu oleh masyarakat setempat di jadikan ajang wisata spiritual. Mereka-mereka yang bernyali gede dan pemberani, akan datang ke tempat itu pada malam-malam tertentu. Tidak sedikit yang kesurupan karena bertujuan mengganggu dan mencoba mengusik keberadaan mereka.

Kejadian aneh memang tak kami rasakan ketika berada di rumah itu. Namun ketika aku sudah berada jauh dan pulang ke kos, hal aneh pun muncul. Tepat pukul 10 malam, aku merebahkan diri di ranjang. Menghilangkan capek dan penat. Cuci kaki dahulu sebelum akhirnya menghadap cermin untuk membersihkan wajah. Tapi ada yang aneh ketika aku menghadapkan muka ke cermin. Sekelebat bayangan melintas tepat di belakangku. Sepertinya seorang perempuan, terlihat dari geraian rambutnya yang samar-samar sempat tertangkap mata batinku (ketika berkelebat, posisi makhluk itu membelakangiku tak mau menghadap cermin). Tapi anehnya indra keenam yang aku miliki tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Entah melemah atau karena memang yang mengikutiku bukan makhluk ghaib biasa. Tak ada ketakutan yang berarti karena menurutku hal-hal seperti itu memang sudah biasa aku alami sehari-harinya. Hingga aku beranjak tidur, keanehan berlanjut. Ranjangku sempat bergetar tapi bukan ‘bergetar’ yang sesungguhnya. Dalam artian seperti ada sosok lain yang ikut merebahkan diri di kasurku dan menimbulkan goncangan kecil seperti halnya ketika aku menghempaskan tubuhku di dipan ranjang. Berulangkali aku mencoba melihat dengan indra keenamku tentang sosok berupa apa yang sedang mengikutiku, tetap saja aku gagal melakukannya. Jarak beberapa detik kemudian aku merasakan ada yang menjalar di jempol kakiku. Kaki dan badanku terasa berat. Aku berfikir cepat bahwa makhluk dari dunia lain itu berusaha merasuki jiwaku. Benar saja, beberapa saat kemudian aku sudah tak ingat apa-apa lagi. Hingga pagi menjelang dan aku melihat bunda menangis di sampingku yang masih terkulai lemas. Bau bawang hingga minyak kayu putih tercium tajam. Hadir juga Rio dan Venus serta beberapa orang yang aku anggap sesepuh/paranormal. Dari cerita mereka, aku baru tau bahwa salah satu penghuni RHD ikut aku pulang dan merasukiku. Tanpa sengaja aku melakukan kesalahan kasat mata dengan menginjak wilayah salah satu dari makhluk-makhluk tersebut. Dan saat itu Rio dan Venus juga tau, tapi agaknya mereka sengaja membiarkannya. Tak ayal, sampai kos aku pun kesurupan. Konon ada aturan, jika berkunjung ke RHD dilarang dalam jumlah ganjil atau di haruskan genap. Wallahuallam ….
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

10 Tanda Kehadiran Makhluk Gaib di Sekitar Kita

Nah, ternyata ada tanda-tanda yang menunjukkan kehadiran makhluk halus, walaupun Anda tak dapat melihatnya. Apa sajakah tanda itu?

Tanda 1:

Tiba-tiba ada angin yang lewat dan semilir, padahal Anda tahu benar ruangan tersebut tak memiliki akses keluar masuk angin. Tak berapa lama, tengkuk atau bagian tubuh lain jadi merinding.

Tanda 2:

Aroma wewangian bunga, menyan, hio yang dibakar, ubi-ubian bakar, atau bau tak sedap (apek) yang menunjukkan ada makhluk sedang lewat atau berdiam di tempat tersebut.

Tanda 3:

Bila aromanya seperti amis darah, konon ada Sundel Bolong yang sedang lewat.

Tanda 4:

Lolongan anjing di malam hari, menunjukkan ada makhluk halus yang sedang lewat. Dan apabila lolongan tersebut ternyata berada di tempat yang agak jauh, artinya si anjing itu yang telah melihatnya.

Tanda 5:

Apabila ada aroma menyengat seperti bekas pembakaran, artinya ada hantu yang tubuhnya sudah rusak tak sempurna. Biasanya ia mati akibat luka bakar.

Tanda 6:

Tiba-tiba benda yang diam bergerak sendiri, padahal tidak diangkat, dan tidak ada gempa. Biasanya hantu yang usil senang memainkan barang-barang dan mengganggu manusia yang ada di tempat tertentu.

Tanda 7:

Masuk ke sebuah ruangan, Anda merasakan ruangan itu terkesan suram dan lusuh. Ruangan ini seringkali dijadikan tempat yang ditunggu oleh makhluk halus.

Tanda 8:

Terkadang ada aroma tembakau yang kering dan siap dilinting pada kertas. Dan bau itu muncul di tengah-tengah ruangan yang tak ada akses tembakau apapun, tandanya ada hantu orang yang sangat sepuh (tua) sedang melintas di sana.

Tanda 9:

Saat lewat di persimpangan jalan atau di pekuburan tiba-tiba motor atau mobil yang Anda bawa terasa berat. Jangan berteriak dan berhenti. Santai saja, dan terus berjalan sampai melewati jembatan atau pekuburan selanjutnya. Biasanya, ada kuntilanak yang numpang di kendaraan Anda.

Tanda 10:

Saat ada kupu-kupu datang dan masuk ke dalam rumah serta hinggap pada anak kecil, konon saat itu arwah nenek moyang/kakek/nenek sedang datang berkunjung dan kangen anggota keluarganya.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

RUMAH BERHANTU

Desember 2004, ini adalah tahun terburuk dalam kehidupanku. Rumah yang sudah bertahun-tahun kami huni harus kami tinggalkan untuk biaya pengobatan ayahku. Akhirnya kami pindah ke sebuah rumah kontrakan yang sederhana.

Seram…sunyi dan membuat bulu kudukku berdiri ketika pertama kali aku melihat…

rumah itu.apalagi ditambah pohon lengkeng yang lebat menambah angkernya rumah itu. “Hah…malam kali ya belum dipasang lampu.”, begitu kataku dalam hati. Apalagi ketika aku memasuki rumah, “rumah yang sangat seram”, dan aku merasakan sangat tidak nyaman ketika berada disana. “Ayo ma kita pulang, besok baru kita kesini lagi” kataku. Ketika aku akan mengunci pintu rumah, aku merasa seperti ada seseorang yang mengawasiku. Ku rasakan bulu tangan ku berdiri semua, seperti ada seseorang yang menyentuh tanganku dingiiin sekali, lama aku memandang rumah itu sebelum aku pulang,. “ma kenapa sih harus rumah yang itu?! Apa ga ada lagi rumah yang lebih bagus?” kataku menggerutu. “Gimana lagi rumah nya sudah dibayar lunas, barang-barang juga sudah dipindahkan” kata mamaku. “iya tapi rumah itu ngeri!!!” kataku dengan setengah berteriak.”udah udah gak usah ribut, beresin aja baju kamu sana!!” kata mamaku.

Ya, kami memang menumpang tinggal sementara di rumah tanteku sebelum kami mendapat kontrakan. Siang itu akhirnya kami semua pindah ke rumah kontrakan kami yang baru, bau apek yang sangat menyengat seperti rumah yang sudah bertahun-tahun tidak berpenghuni. “ih… bau, bau apa sih ini?” “iya bau!!!” kata adik-adikku. Aku cuma bisa terdiam “yah mau apa lagi, kami memang harus tinggal disini”, batinku.

Satu bulan sudah aku disini. Tapi rasa takut ku belum juga hilang, seolah ada yang terus mengawasiku di rumah ini. Tapi aku tudak tahu itu siapa, aku hanya bisa merasakan tanpa bisa melihatnya. “Ty…ty…”, kata papa ku memanggilku. “Tolong pijitin papa”, katanya lagi. Kemudian aku terbangun, ketika itu waktu menunjukkan pukul satu. Ya papa ku memang sudah lama sakit, dan hampir setiap malam kami anak-anaknya bergantian untuk memijit papa. Dan hari ini adalah giliranku untuk memijitnya, waktu menunjukkan pukul 2 ketika aku baru saja selesai memijit papaku.

Aku kembali ke kamar untuk tidur, ketika aku berjalan ke kamar. Aku merasa seseorang mengikutiku dari belakang. Kupalingkan wajahku kebelakang, tapi tidak ada siapa-siapa. Cepat-cepat aku berlari ke kamar, kunyalakan lampu kamarku. Tapi tiba-tiba “tuk!!!”, lampu di kamarku putus dan tidak bisa menyala. Jantungku semakin berdetak kencang, keringat dingin mengalir di dahiku dan aku merasa tiupan angin meniup telingaku. Cepat-cepat aku memejamkan mata, aku ingin hari segera pagi.

“Krek…krekkk…”, jantungku semakin bertedetak lebih kencang, aku merasa ada seseorang yang merangkak naik ke atas kasurku. Aku takut, tapi aku merasa penasaran. Aku lalu membuka mataku perlahan, tapi….tapi…!!!. Aku tercengang tak percaya dengan apa yang kulihat. Aku ingin berteriak dan berlari, tapi lidah dan kakiku terasa kaku dan tidak bisa bergerak. Sesosok wanita berambut panjang berbaju putih berjalan menggeret kakinya. Kuku-kuku yang panjang dan hitam menyentuh kakiku, tangan itu dingiiiiinnn sekaliiii…!!!, dan merangkak naik ke atas kasurku. Aku hanya bisa memejamkan mata dan membaca ayat-ayat yang kutahu dalam hati. Pikiran ku kosong, hanya ayat-ayat alqur’an yang mengisi kepalaku. Perlahan aku merasakan sentuhan tangan itu menjauh dari ku. Aku lalu membuka mata dengan perlahan, dan aku tidak bisa memejamkan mata sampai adzan subuh berkomandang.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

PENGHUNI GUDANG TUA PART 2

“Jangan bercanda ah, gak lucu tau gak…?!” sahut Defri, “Tapi gue gak bisa jalan…” balas Fanes. Mereka menoleh ke belakang bersamaan, mulutnya telah siap untuk berteriak, sampai… “Oh, ternyata ke injek sendiri… Sorry sorry, say… gue gak tau…” kata Fanes, nyengir. “Tuh kan… Talinya malah lo injek ndiri… Makanya kalo jalan tuh lihat-lihat donk !” ucap Defri. Tiba-tiba… sekelebat bayangan hitam muncul dihadapan mereka, mereka berteriak kencang. “Aaaaaaa !!! Setaaaan !!” Lalu keduanya berlari, menuju gerbang.
“Lo denger ada teriakan gak tadi…?” tanya Gladies, yang sedang mengamati dinding-dinding disampingnya. “Halah, perasaan lo aja… Lupain…” kata Razta. Tiba-tiba, Gladies mendengar suara kemresek pelan di suatu pintu disampingnya. “Ta, dengerin deh…” katanya, menyuruh Razta menghampiri.
“Apa ?” Razta juga mendengar suara itu, “Cuma angin… gak usah dipikirin…” jawabnya, wajahnya terlihat gelisah. “Ta, nih kan udah tengah malem… Biasanya kalo udah tengah malem… setan-setan pada keluar… Gue takut niih…” ujar Gladies, matanya berkaca-kaca.
“Udahlah… Lagian nih kan jam 12 lebih… Bukan tengah malem lagi…” jawab Razta, dia merasa ada yang lewat dibelakangnya, dia langsung menoleh. Hawanya terasa dingin. “Kok jadi dingin ya, Dies…?” katanya. “Ya iyalah… malem ini…” jawab Gladies. “Perasaan gue gak enak, Dies…” ucap Razta. “Jangan bercanda ah…!” Gladies menyahut. “Kayaknya ada sesuatu di belakang gue…” gumam Razta, berkeringat. Perlahan, Gladies memberanikan diri menoleh ke belakang. Jantungnya berdetak kencang saat sesosok bertubuh tinggi besar hitam berdiri membelakangi dia dan Razta. Gladies menatap Razta. “Ada apa ?” tanya Razta pelan.
“Gue nyerah, Ta… Kita balik yuuuk…” Gladies menggumam. Dan mereka menoleh ke belakang bersama. “Berarti kita kalah donk…” Razta bergumam. “Permisi, nggeh… amit-amiit…” ucap Razta pelan sambil membungkuk di belakang sosok itu, disusul oleh Gladies, berjalan cepat kembali ke pintu gerbang. “Serem juga ya punggung setan… gedhe…” gerutu Razta, mengelap keringatnya. Ketika akan keluar, Gladies melihat ada yang melambai ke arahnya, dia menoleh. “Hiiii….” katanya, memandang takut dan jijik sosok perempuan berbaju putih dipojok ruangan, wajahnya hancur ! “Ta, kalo jalan kapan nyampenya ? Lari aja deeh…” bisik Gladies, yang langsung berlari, “eh, tunggu…!” sahut Razta, ikutan berlari.
. . .
“Barang-barang disini antik juga… dulunya tempat apa sih ini ?” tanya Melly pada Aldi yang sedang berdiri disampingnya. “M… dulunya sih, ini gedung kantoran… terus bangkrut, jadi pabrik gitu deh… Abiz itu, kalo gak salah sih ada kebakaran disini…” Aldi menjelaskan.
“Ehm, kebakaran ? Kok barangnya masih ada yang bagus ? Kok gak hangus ??” tanya Melly penasaran. “Tauk deh… ada yang bersihin kali…” jawab Aldi seenaknya.
“Ngarang lo !!” Tiba-tiba, Aldi merasa ada yang menepuk punggungnya. Dia langsung menoleh… kosong.
Baim berhadapan dengan sebuah pintu, anehnya, sesaat dalam pintu itu selalu mengeluarkan suara. Baim mengumpulkan keberanian, dan mendekat. Telinganya mendengarkan dengan seksama. Bulu kuduknya berdiri. Bayangan putih lewat disampingnya. Dia menoleh, tak ada. Kemudian dia mencoba membuka pintu itu. … Tak lama kemudian, pintunya terbuka, dia merasakan hawa dingin berhembus dari dalam ruangan. Baim semakin masuk ke dalam, semakin dalam. Dia berpapasan dengan seorang anak kecil, duduk sendiri membelakanginya di ujung ruangan. Perlahan Baim mendekati, hingga… anak itu menoleh, mulutnya mengeluarkan banyak darah. Baim terdorong mundur, dan dia berteriak, berlari menjauh.
“Ini jam berapa, Di ?” tanya Melly. “01.20…” jawab Aldi. Mereka mendengar teriakan, dan langsung menoleh. Dilihatnya Baim yang berlari menghampiri mereka. “Kenapa, Im ?” tanya Aldi, “setaan…” jawab Baim, berkeringat. “Ah, Di… Mel… Lebih baik kita keluar… Di belakang lo… Itu, ada… set, set, set… an….” Kata Baim, menunjuk sesosok pocong dibelakang Aldi dan Melly. Mereka menoleh, “Di… Gue takut…” gerutu Melly. Aldi langsung menggenggam tangannya. “Aaaaaaaa !!!” mereka berteriak dan berlari, keluar dari gedung itu.

Siang hari, di tempat kos Aldi. “Ternyata, gak ada ya yang bisa tahan disana ampe 2 jam…” ucap Aldi, melamun diatas kursi dekat jendela. “Yang adain aja gak bisa…!” sahut Fanes, “ah, udahlah… yang penting kan kita masih selamat…” lanjut Gladies, sambil meneguk minumannya.
“Gila aja…! Gue disana lihat bayangan item, gedhe… didepan gue lagi…” kata Defri, “nah, gue lihat sosok gedhe, item, tinggi pula… nyeremin deh…” tambah Razta, “bukan cuma itu, kita juga lihat perempuan pake baju putih, wajahnya nyeremin…” Gladies menambahi.
“Mending ! Nah gue, udah ketemu tuyul, terus pocong pula !! Mrinding gue…” kata Baim, tak kalah seru. “Ngapain sih lo, Mel ? Daritadi diem mulu…” tanya Fanes yang melihat Melly sedari tadi memandang hpnya.
“M… sini deh, kalian lihat…” kata Melly, semua mendekatinya. “Pas gue, Fanes ma Gladies foto, tuh kan cuma bertiga… kalian lihat deh, dibelakang Gladies ada apanya…” Melly menjelaskan, Gladies dan Fanes merebut hpnya dan melihat foto itu. Jantung mereka berdetak kencang.
“Kayak… kuntilanak…” ucap Gladies pelan. “Masa sih ?” tanya Razta penasaran, lalu mereka memberikan hpnya. “Wah, iya niih… kayak mak kunti…” lanjut Defri.
“Mana sih… Lihat…!” ucap Aldi dan Baim, lalu… “Weew… beneran…! Mending hapus aja deh… dari pada kebayang terus… hapus gih…” kata Baim, memberikan hp itu pada Melly. Melly segera menghapusnya, tapi… “Duuh, kok eror ? Gak bisa dihapus… Eh, bentar-” ucapnya tertahan. Kemudian dia menghapus foto yang lain, bisa. Lalu kembali menghapus foto yang tadi, tapi tak bisa. “Gak bisa dihapus nih… gimana donk ? yang lainnya aja bisa dihapus kok…” gumamnya, sedikit ketakutan. “Eh, tunggu… kok ada foto yang lain… sumpeh, gue gak ngerasa punya foto ini…” lanjutnya.
“Foto apaan sih ?” tanya Aldi penasaran.
“Ini… set,setan…” jawab Melly pelan. “Serius lo ?” ucap Defri. Mereka berpandangan, jantung mereka berdetak kencang. Hawa dingin terasa di kamar itu. “jangan-janagn kita di terror…” Razta asal ceplos. “Gimana nih ? gue takut…” balas Fanes. “Gue kan udah bilang ! Kita tuh gak usah foto segala… Gini deh jadinya…!” bantah Melly pada Gladies. “Eh, jelas-jelas lo gak ngomong gitu ya !! Lo cuma ngomong, jangan foto bertiga ! Gak usah lebai deh…” Gladies membalas, tak kalah keras suaranya.
“Hey, udahlah !! Gak ada gunanya berantem !” Baim menengahi.
“Terus gimana ?” tanya Razta.
“Ini semua gara-gara lo, Di…! Lo kan yang punya ide gila buat di gedung itu…?!” Defri marah.
“Heh, lagian kan gue udah bilang waktu itu, kalo gak ikut juga gak apa-apa… Gak ada yang maksa !! Ya salah lo ndiri…!” Aldi membalas.
“Heh, udahlah !! Harus ya berantem terus ?!” Baim kembali menengahi. “Kalo emang bener di terror, sekarang gimana caranya kita lolos dari terror ini…?” lanjutnya. Ketika Melly akan mengambil minum di meja, tiba-tiba dia melihat sosok putih melewatinya, bulu kuduknya langsung berdiri, dia memejamkan matanya sejenak. “Kenapa, Mel ?” tanya Aldi. “Gak… gak… gak apa-apa…” jawabnya parau, lalu duduk disamping Aldi.
“Apa kita harus kesana lagi, buat minta izin ma penghuni-penghuninya… Waktu itu kan kita asal masuk aja…” ucap Razta. “Minta izin gimana ? Emang lo bisa ngomong ma setan ?” Aldi bertanya. “Minta bantuan dukun aja…” Defri memberi usul.
“Lo percaya dukun…?” tanya Gladies, “gak ada salahnya kan…” lanjut Defri. “Dukun ? M… gue ada sih kenalan dukun gitu…” Baim menambahi.
. . .

“Gini lho mbah… kita itu kan kemarin malam masuk ke gedung tua dipojok jalan sana… Dan hari ini kita merasa kayak di terror, mbah… sama penghuni-penghuninya… gimana ?” Baim bertanya pada dukun itu, saat ini mereka berada dirumah sang dukun.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Selasa, 09 Juli 2013

PENGHUNI GUDANG TUA PART 1

“Aaaaa !!!” Melly dan kebanyakan penonton bioskop lainnya berteriak ketakutan saat sang hantu muncul. “Takut ya, beb?” tanya Aldi, cowok Melly, sambil menggenggap tangannya. “Ya iyalah, masa ya iya donk… lo tau gue tadi teriak…” jawab Melly, masih serius menonton. “Hmm… Katanya suka horror… Tau gini, napa tadi milih yang horror ?” ujar Aldi.
“Keberatan ?” tanya Melly, sinis.
“Nggaaak…” “Kok sewot ?!” lanjut Melly.
“Halah… gitu aja ngambek…!” sahut Aldi. “Ssst…! Kalian tuh berisik aja…! Dieeem…” kata Razta pada Melly dan Aldi. “Berantem ya ?” tanya Gladies, asal nyambung. “Tauk… Iya kaliii… Hey, udahlah…” ujar Razta.
“Maaf deh, Mel… jangan marah ya…” ucap Aldi. Melly tak menjawab.
. . .
“Kalian gak pada pesen?” tanya Aldi pada teman-temannya. “m… kita nitip aja deh… ya ?” sahut Defri yang sedari tadi diam dengan Fanes. “Kita juga…” lanjut Razta, sambil menunjuk ke arahnya dan Gladies, sang pacar. “Hhh, oke-oke… gue pesenin… Mel, lo mau pesen apa ?” tanya Aldi pada Melly yang terlihat kesel.
“Seteraaah…” jawabnya lesu. “Oh, ya udah… bentar ya…” kata Aldi.
“Lo marahan ya ma Aldi ?” tanya Fanes, setelah yakin bahwa Aldi telah pergi.
“Tauk ah…!”
“Iya, marah ntuh… Kenapa sih, Mel ?” Gladies nyambung.
“Gak apa…” jawab Melly.
“Mel… lo kenapa sih? ketawa donk… jalan-jalan ini kan yang ngadain lo…” ucap Razta. Melly tersenyum kecil. Lalu… “Nih… pesenannya… Ini pesenan lo tuan putri…” kata Aldi pada Melly. “Dimakan ya…” Melly tersenyum simple. “Di, jadi kan kita ke kos-kosan lo ?” tanya Defri.
“Ya, up to you…” jawab Aldi, “Ah, jadi-jadi…!” sahut Razta.
“Cewek-cewek mau dikemanain ntar ?” ujar Defri, sambil mengelap keringatnya. Mereka berpandangan, “ikut aja gih… ya ? gak apa kok…” tambah Aldi. “Ya udah, sip deh…”
. . .
“Lo kenapa sih, cuma gara-gara film tadi aja, ngambek…” kata Aldi sambil menyetir mobilnya. Keempat temannya tertidur di belakang. Melly tak menjawab. “Mel… jawab donk… gak punya mulut ?!” tanya Aldi lagi, saking kesalnya.
Melly menatapnya sinis. “Lo kalo ngomong jangan asal ceplos ya !!” ucapnya.
“Makanya jawab… Masa gara-gara tadi jadi ngambek 100% ini…?” tanyanya.
“Abiz, lo nya gitu…” gumam Melly.
“Gitu kenapa ? Iya, gue tau, lo tuh suka horror… Tadi kan gue cuma bercanda…” jawab Aldi dengan santainya. “Jangan marah lagi ya…?” lanjutnya. Melly tersenyum. “Gitu donk… kan jadi tambah cantiik…” kata Aldi. Mereka berhenti di lampu merah. Aldi merasa ada orang di samping mobilnya, maka dia membuka jendela.
“Ssst… hey, ngapain disitu?” tanyanya pada orang itu, cowok. Dan orang itu menoleh, “Aldi… Eh, mending mobil lo mundur bentar deh… Mumpung sepi di belakang…” katanya, tak lain adalah teman se-kos Aldi, Baim. “Eh, lo Im… Emang kenapa ?” tanya Aldi. “Barang gue lo injek…!” gerutu Baim sambil menunjuk bawah mobil Aldi.
“Apaan sih ?” tanya Aldi penasaran. Melly celingak-celinguk.
“Duit ! 100rb…!” jawab Baim.
“Ya ampuun… Lagian lo, ngapain naruh duit dibawah situ…? Kurang kerjaan aja…” sahut Aldi, lalu memundurkan mobilnya sedikit. “Tadi duit gue jatuh… Nah… Daritadi kek…” lanjut Baim, mengambil uang itu, dan “Lo mau balik ke kos kan ? Gue numpang donk…!” tanyanya. “Hhh… ya udah… Di belakang ya… Sono” tambah Aldi. “Siip…” gumam Baim lalu membuka pintu mobil bagian belakang. “Siapa sih ?” tanya Melly kemudian, “Temen… sekamar kos… Baim namanya…” jawab Aldi lalu tersenyum. Sesampainya di tempat kos…
“Bentar, gue liat dulu ya… mother kos ada apa gak…” Aldi berbisik. Yang lain menunggu di mobil. Tak lama kemudian, “Yes ! Beliau lagi pergi…! Kalian bisa nginep disini… Yuuk…” kata Aldi, lalu yang lain ikut turun dari mobil. “Tempat kos lo lumayan gede ya…” gumam Razta. Mereka perlahan memasuki ruang tamu dan kemudian masuk ke kamar Aldi dan Baim.
“Huh, so… kita tidur dimana ?” tanya Gladies. “Kamar mandi…” jawab Aldi, “ya dikasurlah… Cewek-cewek tidur diatas… Biar kita dibawah… Oke ?” lanjut Aldi.

“Pelan-pelan ngomongnya… Ntar penghuni yang lain pada bangun…” bisik Baim.
Mereka kemudian menata barang-barangnya. Sesaat kemudian, “Nih, kacang… hehehe… Sorry, makanannya limit…” kata Baim, lalu duduk didekat jendela. “Oh, ya… kenalin nih… temen sekamar gue… Baim namanya…” ujar Aldi. Mereka tersenyum. Duduk bersama, melingkar, sambil melahap kacang. “Gila, tadi tuh film, lumayan nyeremin ya…? Baru kali ini, gue lihat film yang seserem itu…” kata Defri. “He’e… Bagus banget…! Jadi kepengen gue…” lanjut Razta. Melly memandangnya.
Kemudian, “Film horror ya…?” tanya Baim. Aldi, Fanes dan Gladies mengangguk.
“M… Kalian mau nerima tantangan ?” tanya Aldi, “Tantangan apa ?” Melly balik tanya.
“Jangan yang aneh-aneh…!” kata Gladies dan Fanes bersamaan. “Gini… Dideket sini… ada rumah gede, eh… gedung tua… udah lama sih gak kepake… Kata orang-orang, tuh gedung ada penunggunya-” ucap Aldi, dengan tampang serius. “Semua tempat ada penunggunya…” sahut Melly.
“Bentar beb… Kita semua taruhan,” lanjut Aldi. “Apa ?” tanya Razta. “Kita ke gedung itu… Yang bisa tahan di gedung itu 2 jam aja deh gak usah lama-lama, dia menang…” ucap Aldi. “Tuh kan yang aneh-aneh…” gumam Fanes. “Kalo gedung berhantu 10 menit aja udah KO…!” sahut Gladies. “Kalo gak ikut juga gak apa-apa… Tapi, hadiahnya… bagi para pecundang alias yang kalah, kudu nraktir yang menang selama 2 bulan !” tambah Aldi. “Traktir apa ?” tanya Defri. “Terserah…” “Gue boleh ikut, kan ?” Baim nyambung.
“Tentu… deal ?”
“Oke, deal…” ucap mereka bersamaan. “Lo ikut kan Mel? Sekalian nunjukkin kalo lo emang berani…” tanya Aldi. “Boleh…” jawab Melly dengan santainya.
. . .
Sehari kemudian… Tepat jam 11.45 malam, mereka telah berkumpul didepan gedung berhantu itu. “Yakin nih ?” tanya Gladies. Tak ada yang menganggapi. “Yuuk masuk…” ajak Aldi. “Eeiits, Melly… Fanes… Kita foto dulu yuuuk… Buat kenang-kenangan kalo kita ntar yang bakal menang… Melly, hp lo donk…” kata Gladies bersemangat.
“Tapi kan kalo anak cewek, gak boleh… foto bertiga…” ujar Melly.
“Halah… Cuma mitos…!” jawab Gladies.
“Tapi ntar yang tanggung lo, ya…” sahut Fanes.
“Beres !! Udah deh kalian kok jadi takut gini sih!” Lalu mereka bertiga berfoto tepat didepan gedung. Cekreek. Ketika mereka masuk, seseorang mengintip dari balik pohon.
“Ya udah, kita plencar aja… Defri, lo ma Fanes ke kiri… Aldi, ma Melly n Baim lurus… Gue, ma Gladies ke kanan… Oke ?” ucap Razta, merangkul Gladies. Petualangan dimulai.
Melly merasakan bulu kuduknya berdiri. “Cuma disini sih, gak ada apa-apanya…” celetuk Aldi. 30 menit berlalu, Melly, Aldi dan Baim sampai pada 2 lorong didalam. “Kayaknya kita lebih baik ke kanan aja deh…” kata Melly. “Kayaknya… Kalo menurut gue ke kiri… Lebih meyakinkan… Lo pilih mana, Di ?” tanya Baim, tak sependapat dengan Melly.
Aldi memandang Melly, “terserah kalo lo mau ikutin kata-katanya dia… Nih, ya, beb… jalan ke kanan itu lebih baik dari kiri…” ucap Melly, sewot.
“Gak, Di… ke kiri aja… Lebih terang disana…” ujar Baim, gak kalah sewot.
“Terang apanya ?! Jelas-jelas disitu gelap… Lebih terang kanan !!” lanjut Melly.
“Udah donk !! Jangan berantem…! Lebih jelas lagi… Keduanya tuh sama-sama gelap, tau gak ?!” Aldi mengomentari.
“Terus kita kemana ?” tanya Melly. “Gini aja… Kita plencar…! Gue ke kiri… Lo ke kanan ma Melly…” tambah Baim yang langsung pergi begitu saja. “Heh ! Baim !! Ckck, ya udah deh… yuuk!” ucap Aldi pada Melly, memasuki lorong kanan.
“Def… balik yuuuk… Gue dah gak betah nih… Gue takuut !” gumam Fanes, “makanya, lo jangan jauh-jauh dari gue…” jawab Defri, menggandeng tangan Fanes. Tiba-tiba…”Eh, say… Kayaknya tali sepatu gue ada yang nginjek deh… di belakang… Gue takuuut…” gumam Fanes lagi, tangannya merinding.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

ARWAH ANAK PEREMPUAN ITU MASUK KE KAMARNYA

Halow teman-teman tercinta, kembali lagi aku di sini, untuk menuliskan cerita yang aku dapat dari Ronda Malam Selasa, maaf kalau jadi bosan, karena aku
memang tidak punya pengalaman mistik yang banyak, jadi aku mengandalkan sumber
cerita dari orang lain, untuk bisa
menyalurkan hobiku yang baru, yaitu menulis cerita mistik. Sumber cerita Pak Ashury.

Kalian masih ingat nggak dengan berita
kecelakaan di situbondo yang menjadi
Tragedi Nasional, yang menyebabkan satu
bis terbakar dan menewaskan 54 siswa dan 2
orang guru pendamping dari SMK Ya****a I, Berbah Sleman , kecelakaan itu terjadi pada
tanggal 08 Oktober 2003, sekitar jam 20.00
WIB

Berita tabrakan maut di Jalan Raya Banyu
Blugur tak pelak membuat keluarga korban
kaget. Saat itu satu demi satu keluarga
datang ke SMK Yap#‎#da Berbah yang
beralamat di Tanjungtiro, Berbah, Sleman,
Yogyakarta. Raut wajah mereka cemas
lantaran pengelola sekolah belum dapat
merinci identitas seluruh korban. Para orang
tua hanya bisa melihat nama murid yang ikut
dalam tur ke Bali. Jadi memang belum
diketahu siapa-siapa saja yang telah menjadi
korban, karena beritanya belum jelas.

Menurut cerita dari Pak Ashury yang ia
dengar dari beberapa teman dan keluarga
yang berada di sekitar sekolah tersebut. Ada
salah satu keluarga yang didatangi oleh salah
satu arwah korban kecelakaan tersebut,
yang saat itu belum mengetahui adanya
berita tentang kecelakaan itu.

Kejadiannya kalau tidak salah di atas jam 11
malam, saat itu keluarga tersebut telah
terlelap. Entah kenapa tiba-tiba ibu Wati
(samaran) terjaga dari tidurnya,
perasaannya gelisah tanpa dia ketahui apa
penyebabnya. Dia berusaha untuk
merebahkan badannya kembali disamping
suaminya yang terlihat juga gelisah.

Beberapa menit berusaha memejamkan
matanya, tapi kantuk tak datang jua. Jadi dia
bangun kembali dan keluar dari kamarnya
untuk mengambil gelas di dapur untuk minum
air putih, karena terasa tenggorokannya
terasa kering.

Terasa udara agak panas dirasakannya, lalu
sambil memegang gelas yang berisi air putih,
dia pun menuju ke ruang tamu untuk
menyandarkan tubuhnya di sofa tamu dan
berharap kantuk akan datang.

Karena tak
kuat dengan ruang tamu yang terasa pengap,
dia pun membuka pintu depan untuk
mengurangi panas di dalam ruang tamu.

Memang terasa berpengaruh, hawa diruang
tamu menjadi sejuk.

Hawa yang terasa sejuk tersebut, membuat
ibu Wati yang duduk di sofa menjadi
mengantuk….dan tertidurlah beliau dengan
posisi duduk di sofa. Antara sadar dan
tidak…sepertinya ibu Wati melihat ada sosok
yang masuk ke dalam dari pintu yang
terbuka. Namanya setengah sadar dan masih
ngantuk terkadang belum bisa berpikiran
normal ibarat kata nyawa kita belum masuk
utuh ke badan.

Sosok itu melintas di depannya tanpa
menyapa ibu Wati. Saat itu ibu Wati melihat
sosok itu seperti anaknya Ratih (samaran)
yang beberapa hari tidak ada di rumah
karena mengikuti kegiatan sekolahnya SMK
Y****en I, study tour ke Bali. Ibu Wati yang
setengah mengantuk sempat heran si Ratih
tidak menyapanya dan mencium tangannya
seperti biasanya dilakukan. Ia merasa yakin
kalau itu Ratih karena pakaian yang
dikenakan adalah pakaian saat dia berangkat
ke Bali.

Ibu Wati juga heran kok si Ratih pulangnya
sampai malam-malam sekali, apa ada
perubahan rencana dari sekolah hingga
pulang ke Yogya dimajukan, karena setahu
beliau rombongan sekolah akan sampai di
Yogya pagi hari. Karena heran, ibu Wati pun
berdiri dan akan menanyakan kepada si
Ratih.

Dengan agak sedikit terhuyung-huyung
karena masih ngantuk, beliau menutup dan
mengunci pintu depan, lalu menyusul Ratih
yang sudah masuk ke kamarnya dan menutup
pintu. Lalu dengan perlahan-lahan beliau
berjalan menuju ke kamar anaknya,
membuka pintu, dan menyalakan lampu
kamar, karena saat itu lampu dimatikan.

Dan ……….tidak ada Ratih di kamarnya……
hawa di kamar terasa dingin…. Ibu Wati
sempat bengong, tak tahu apa yang harus
dilakukan. Coba dia panggil nama anaknya,

“Ratih…Ratih…Ratih?”, panggil ibu Wati
Sambil masih berdiri di luar kamar, sekali
lagi dia memanggil dengan suara keras,
“Ratih..Ratih… dimana kamu, nak, jangan
permainkan ibu sayang?”, ucap ibunya
dengan suara keras.

Tak ada jawaban…….

Sekali lagi ibu Wati memanggil-manggil
nama Ratih, sambil memeriksa ke dalam
kamar, memeriksa kolong tempat tidur dan
samping lemari pakaian, tapi Ratih tidak ada.

Suaminya pun terbangun mendengar suara
ibu Wati yang sedang memanggil anaknya
Ratih. Lalu dia mendekati istrinya,

“Ada apa tho bu??? Kok manggilnya sampai
teriak-teriak kayak gitu”, tanya suaminya.

Ibu Wati menjelaskan saat dia sedang duduk
di ruang tamu, pintu sengaja dibuka dan
sempat tertidur, saat itu dia melihat ada
sosok seperti Ratih barusan pulang dan
langsung masuk ke kamarnya, tapi setelah di
lihat di dalam kamarnya, tidak ada.

“Ahh, mungkin itu halusinasimu, bu. Karena
kamu kangen sama anak itu!”, jawab
suaminya.

“Ahhhh nggak tahu aku,pak? Tapi aku
merasa sangat yakin, karena pakaiannya
persis seperti saat dia meninggalkan rumah
untuk study tour ke Bali! Ah mudah-
mudahan tidak ada apa-apa ya pak”, jawab
bu Wati dengan perasaan cemas.
Kata suaminya, “Yah, semoga, anak kita dan
rombongan selamat, tidak terjadi apa-apa di
jalan.”

Dan ternyata pagi harinya keluarga
mendapat kabar bahwa telah terjadi
kecelakaan pada salah satu bis rombongan
study tour, dan setelah beberapa hari
menunggu dalam ketidak pastian, ternyata si
Ratih adalah salah satu korban dari Bis yang
terbakar itu.

Ada cerita yang Pak Ashury dengar dari
teman-teman beliau yang tinggal di sekitar
daerah sekolah tersebut.

Ada satu lapangan sepak bola yang berada
dekat sekolah tersebut, dulu dijadikan untuk
tempat parkir mobil2 ambulance yang
mengantar jenasah para korban.
Lapangan itu menjadi angker karena sering
dilihat oleh orang-orang yang melewati
lapangan tersebut pada malam hari adalah
satu pocong yang bergentayangan di
lapangan itu dan itu terjadi setiap malam
sehingga kalau sudah malam tidak ada yang
berani melewatinya, dan itu berlangsung
sampai hari ke 40, dan setelah itu tidak ada
lagi penampakan si pocong.

Ada cerita lain tentang satu siswa dari
sekolah itu, yang sebenarnya akan ikut dalam
study tour itu. Uang sudah ada untuk biaya
study tour, karena dirasa masih lama batas
pembayaran study tour. Oleh orang tua
siswa itu, uang tersebut dijadikan modal
untuk dagang buah, dengan harapan
keuntungan yang diperoleh dari dagang buah
itu, akan dijadikan uang sangu untuk
anaknya. Tetapi ternyata malah merugi,
orang tua sudah berusaha untuk meminta
keringan untuk jumlah uang pendaftaran,
tetapi dari pihak sekolah tidak mau, alhasil
sang anak tidak jadi berangkat dan menangis
sedihlah si anak di sekolah, sampai histeris
saat itu.

Aku tidak tahu harus bagaimana
mengungkapkannya tapi ternyata itu adalah
rencana baik Tuhan untuk si siswa tersebut,
karena apabila sampai jadi berangkat,
kemungkinan dia menjadi korban dari
kecelakaan bis yang terbakar itu, karena
namanya terdaftar untuk kelompok yang naik
bis tersebut.

Demikianlah teman-teman, ceritaku yang kudapat dari Pak Ashury saat Ronda Malam Selasa. Semoga terhibur
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...