Minggu, 11 November 2012

Gunung Fuji Tempat Favorit Bunuh Diri

Sebagai salah satu simbol Jepang, ternyata kawasan hutan di Gunung Fuji sering menjadi lokasi bunuh diri. Setiap tahun setidaknya ditemukan 100 mayat pelaku bunuh diri. Azusa Hayano, peneliti yang telah 30 tahun lebih 'berkutat' dengan hutan di kaki gunung tersebut menemukan banyaknya barang peninggalan pelaku bunuh diri.


Meski Hayano sendiri belum bisa menyimpulkan alasan hutan ini dipilih sebagi lokasi bunuh diri, tampaknya kondisi lingkungan di tempat ini dengan lebatnya belantara merupakan jawaban para depresan. Hayano juga menjumpai kelakuan serta kebiasaan aneh para pelaku bunuh diri di hutan tersebut. Dalam sebuah film dokumenter yang dibuat Hayano dan tim geologi terlihat sebuah mobil yang ditinggalkan di tepi hutan. Ada lembaran peta di kursi depan mobil.

 
 
 
"Saya menduga pemilik mobil masuk dari sini dan tidak pernah keluar," katanya dan melanjutkan, "Saya rasa orang tersebut pergi ke hutan dengan pikiran bermasalah."
Pemerintah dan organisasi terkait sebenarnya sudah membuat beberapa tulisan berisi anjuran untuh berpikir kembali sebelum benar-benar melakukan bunuh diri.
Saat era para samurai, memang bunuh diri dengan ritual 'harakari' merupakan tradisi. Tapi mereka melakukan karena harga diri dan demi kehormatan. Sementara, bunuh diri dewasa ini tampaknya lebih karena merasa terasing dan putus asa berkepanjangan.

Sumber : Gunung Fuji
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sabtu, 15 September 2012

Yuki Onna, Legenda Hantu Wanita Salju Jepang


Kisah Yuki Onna (Wanita Salju) merupakan salah satu cerita hantu klasik di Jepang, yang sudah sering diangkat dalam bentuk Opera, bahkan pernah dibuat dalam bentuk film klasik. Cerita hantu tidak klasik ditandai dengan adegan berdarah-darah, namun lebih merupakan cerita yang yang diisi tokoh manusia dan hantu yang melibatkan percintaan, kesedihan yang dalam dan tragedi.

Yuki Onna, Legenda Hantu Wanita Salju Jepang

Cerita dimulai dari dua orang penebang kayu bernama Mosaku dan Minokichi yang hidup di daerah provinsi Musashi (terletak di antara Tokyo dan Saitama), Mosaku adalah seorang pria yang berada di usia senja, sementara muridnya , Minokichi adalah seorang pemuda tegap berumur 18 tahun. Setiap hari mereka berangkat pagi-pagi sekali ke sebuah hutan yang jaraknya 5 mil dari desa mereka. Di antara desa mereka dan hutan yang dituju ada sebuah sungai besar yang beraliran deras. Begitu derasnya arus sungai tersebut sehingga tidak ada jembatan yang kuat menahan arus (jembatan yang ada selalu rusak akibat terjangan arus deras). Siapapun yang ingin menyebrangi sungai harus melewatinya dengan bantuan kapal penyebrang kecil.

Suatu hari Mosaku dan Minokichi sedang dalam perjalan pulang. Ketika itu cuaca begitu dingin dan mulai turun badai salju. Saat sampai di di tepi sungai, mereka menemukan bahwa si pengayuh perahu yang menyebrangkan mereka telah pulang ke rumah dan meninggalkan perahunya karena cuaca buruk. Sadar bahwa mereka tidak mungkin menyebrangi sungai, mereka memutuskan bermalam di pondok sementara si pengayuh perahu. Pondok itu benar-benar sederhana, hanya terdiri dari sebuah ruangan tanpa jendela yang berisi dua buah Tatami, tanpa perabotan apapun.

Mosaku dan Minokichi yang sudah lelah segera menutup pintu agar salju tidak masuk ke dalam pondok, kemudian beristirahat. Mereka merasa cukup hangat dan nyaman sehingga Mosaku yang lanjut usia tak lama berbaring langsung tertidur pulas, sementara Minokichi yang masih muda termenung mendengar suara angin yang menderu yang disertai arus sungai yang bertambah deras. Badai tidak mereda dan udara malah bertambah dingin, namun setelah bersusah payah akhirnya Minokichi tertidur juga. Entah telah berapa lama Minokichi tertidur, tiba-tiba ia terbangun karena merasakan butir-butir salju yang lembut di wajahnya. Ternyata pintu pondok yang mereka diami telah terbuka dengan paksa.

Minokichi melihat seorang wanita dalam pondok, wanita yang putih seperti salju dan memancarkan cahaya seperti salju (Yuki-Akari) sedang membungkuk di atas Mosaku. Ia tengah meniupkan nafasnya yang dingin menyerupai asap putih kepada Mosaku. Minokichi benar-benar terkejut dan ketakutan, ia ingin menjerit namun tak ada sebuah suara pun yang keluar dari mulutnya. Saat itulah sang wanita misterius itu beradu pandang dengannya, ia mendekatkan wajahnya pada Minokichi. Dalam ketakutan yang amat sangat, Minokichi merasakan bahwa wanita yang berada di hadapannya adalah seorang wanita yang amat cantik, walaupun sorot matanya membuat tubuhnya gemetar dalam ketakutan.

Wanita itu terus menatap Minokichi dan tiba-tiba tersenyum dan berkata, “aku ingin memperlakukanmu sama seperti orang lain, tapi aku kasihan padamu. Kau, masih muda, begitu tampan, Minokichi. Aku tidak akan menyakitimu tapi jika kau memberitahu siapapun termasuk ibumu tentang apa yang terjadi malam ini… maka aku akan membunuhmu! Ingat apa yang telah kukatakan ini.” Seusai wanita salju itu berkata, ia meninggalkan Minokichi sendirian. Mengira bahwa itu hanyalah mimpi, Minokichi segera bangun dan melihat keluar namun ia tidak melihat siapapun atau apapun. Sambil menutup pintu ia bertanya-tanya apakah bukan angin yang membuka pintu pondok tadi. Ia memanggil Mosaku namun tidak ada jawaban. Minokichi mengulurkan tangan untuk menyentuh Mosaku dan tanpa sengaja ia menyentuh wajah Mosaku, dan ternyata wajahnya telah membeku. Mosaku telah meninggal.

Ketika fajar tiba, badai pun berakhir dan si pengayuh perahu menemukan Minokichi yang tergeletak pingsan di samping Mosaku yang telah meninggal. Ia membawa keduanya menyebrang, lalu menguburkan jenazah Mosaku. Sementara Minokichi dibawa pulang ke rumahnya. Setelah sembuh, Minokichi tidak dapat langsung melupakan kejadian yang telah ia alami. Ia dihantui oleh kematian Mosaku, namun ia bersikeras untuk menceritakan cerita hantu itu pada siapapun, karena ia tidak ingin kehilangan nyawanya. Lama berselang, Minokichi baru berani kembali pada pekerjaan sehari-harinya, menebang kayu, membelahnya menjadi potongan-potongan kecil, lalu menjual kayu tersebut ke pasar dengan bantuan ibunya.

Pada musim dingin tahun berikutnya, Minokichi sedang berada dalam perjalanan pulang melalui jalan setapak di hutan, saat ia berpapasan dengan seorang gadis yang amat cantik, berkulit putih indah, yang hendak melalui jalan yang sama. Minokichi pun menyapa gadis itu dan tanpa disangka gadis itu menjawab dengan suara yang menurut Minokichi adalah suara yang paling merdu didengarnya. Mereka pun mulai berjalan bersama dan bercakap-cakap. Si gadis menceritakan bahwa ia bernama O-Yuki, ia telah kehilangan kedua orangtua, dan untuk menyambung hidupnya ia akan pergi ke Yedo (Edo atau Tokyo) untuk mencari kerabatnya agar dapat membantu mencarikannya pekerjaan sebagai pelayan.

Entah apa yang dirasakan Minokichi, namun rasanya gadis itu nampaknya makin cantik dimatanya. Minokichi pun mulai merasa suka pada gadis itu, sehingga ia memberanikan diri untuk bertanya apakah gadis itu sudah memiliki pasangan. Gadis itu tertawa sambil mengatakan bahwa ia belum memiliki pasangan atau kekasih. Ia pun balik bertanya apakah Minokichi telah memiliki pasangan, dan Minokichi menjawab bahwa ia pun belum memilikinya. Setelah pernyataan ini maka kedua muda-mudi ini tidak berbicara lagi sampai mereka tiba di desa tempat tinggal Minokichi. Namun dalam hati masing-masing telah tumbuh rasa saling menyukai. Maka Minokichi mengundang O-Yuki untuk singgah dan beristirahat di rumahnya. O-Yuki ternyata bukan hanya gadis cantik, namun juga berkelakuan baik. Ibu Minokichi pun tak butuh waktu lama untuk menyukainya. Sampai ia membujuk agar O-Yuki mau menunda perjalanannya ke Yedo. Pada akhirnya O-Yuki tidak pernah melanjutkan perjalanannya ke Yedo, melainkan menetap di desa itu dan tinggal bersama Minokichi dan ibunya, sebagai istri dan menantu.

Lima tahun kemudian ibu Minokichi meninggal, O-Yuki tetap bersama-sama Minokichi, bahkan ia telah melahirkan 10 orang anak lelaki dan perempuan bagi Minokichi. Semuanya tampan dan cantik, serta memiliki kulit putih seindah ibunya. Banyak penduduk desa yang mengagumi O-Yuki. Kebanyakan petani tampak tua setelah melahirkan anak, namun O-Yuki yang telah menjadi ibu 10 anak tetap terlihat cantik. Secantik saat pertama kedatangannya di desa, mereka.

Suatu malam setelah anak-anak tidur, O-Yuki menjahit dibantu dengan sebuah cahaya dari lampu kertas. Minokichi yang sedang menatapnya, tiba-tiba berkata, “Melihat kau menjahit dengan pantulan cahaya di wajahmu, aku teringat suatu hal aneh yang terjadi saat aku masih berusia 18 tahun. Kala itu aku melihat seorang wanita yang secantik dan seputih dirimu… dan ia memang mirip denganmu…"

Tanpa menghentikan pekerjaannya, O-Yuki bertanya, ”ceritakanlah padaku, dimana kau bertemu dengannya?” lalu Minokichi mulai bercerita tentang Mosaku dan pengalamannya di pondok pengayuh perahu. “Entah itu sebuah mimpi atau bukan,tapi saat-saat itulah aku pernah melihat orang secantik engkau. Tentu saja ia pasti bukan manusia dan aku sangat takut padanya. Hingga sekarang pun aku tidak yakin apakah yang aku lihat itu mimpi atau memang benar-benar seorang wanita salju.”

O-Yuki langsung melemparkan jahitannya. Ia mendekati suaminya dan berseru, “itu adalah aku! Bukankah aku telah mengatakan bahwa aku akan membunuhmujika cerita itu pernah keluar dari mulutmu. Sekarang, demi anak-anak kita…” O-Yuki tetap berteriak namun suaranya menjadi penuh kesedihan, “jagalah aak-anak kita, karena jika kamu tidak melakukannya, maka aku akan melakukan hal yang pernah aku katakana padamu…”

Minokichi tidak sempat berkata apa-apa. O-Yuki mulai tidak terlihat dan kemudian menguap menjadi butir-butir salju yang halus,yang menghilang melalui cerobong asap. Sejak saat itu, ia tidak pernah terlihat lagi. Inilah legenda cerita hantu Yuki Onna.

Sumber

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Rabu, 05 September 2012

Rumah Tua




Hallo nama gue syastia, gue mau berbagi cerita Hantu yang bisa di bilang CERPEN. udah dulu ya perkenalnnya, kita langsung aja ceritanya cekidot. (ini hanya fiktif belaka)


    Waktu liburan kenaikan kelas, Rio yang suka banget sama alam ghaib ngajak gue,Lusi,Rika,Ari, dan Mei ke Yogyakarta. Katanya di desa tempat neneknya ada rumah tua yang katanya angker banget, akhirnya kita setuju dan putusin buat berangkat nanti siang.
Kita sampai di Yogya sekitar jam 16.00 sore, nah karna kita capek banget jadi kita putusin buat istirahat dulu. Pas malem nya begitu mau masuk desa, kita ngeliat rumah kosong bertingkat yang di penuhi tumbuhan2 liar.
Besok paginya gue Tanya sama orang setempat. Kata mereka, rumah itu angker banget. Dulu di situ katanya tempat pembuangan mayat. Gue awalnya bilang “itu Cuma khayalan” jujur gue gak percaya sama sekali sama yang namanya SETAN atau alam ghaib.
Nah karna dulu gue sama temen2 gue iseng jadi kita selidikin tuh rumah. Gue sama temen2 masuk kesitu. Kaget banget gue pas masuk tuh rumah tiba2 pintunya banyak banget. Kita bingung harus kelua dari mana.
Akhirnya gue sama temen2 mutusin selidikin dulu. Nah temen gue namanya Lusi dia mulai merinding ketakutan. Gak lama dari kamar tua di rumah itu gue sama temen2 denger suara anak kecil nangis. Wah kita bingung banget tuh suara siapa. Karna gue gak percaya gue ajak mereka buat terus nyelidikin nih rumah.
Gue sama yang lain mulai masuk lantai ke-dua. Kita mencar tuh di situ. Ada 3 kamar gue, Lusi, Mey ke kamar yang di kanan. Ari, Rio, Rika ke kamar yang di tengah. Karna kita Cuma berenam kamar yang di kiri gak ada yang nyelidikin.
Pas gue,Lusi,Mei masuk kita nemuin banyak banget mayat wanita baunya juga udah busuk banget. Kita bertiga kaget banget, serentak kita berteriak. Ternyata di kamar yang tengah Ari,Rio,Rika nemuin penggalan kepala orang. Kita lari ke bawah. Pas udah sampai bawah tiba2 si Mei kesurupan. Pas gue liat isi tasnya ternyata dia lagi datang bulan.
Lusi langsung bilang “Mei, lo gila ya? Lagi datang bulan masuk ke rumah yang angker kaya gini ?” “percaya aja lo si, ini tuh Cuma rumah biasa kali. Gak usah parno deh” kata gue gak percaya. “bener tuh syas, ini rumah bukan rumah biasa deh, ini rumah gue yakin angker banget” kata Ari yang ikut-ikutan Lusi “eh,kok lo jadi belain Lusi sih ?” kata gue, “udah-udah kalian ngapain sih malah ribut ? yang adil kita keluar dulu dari sini masalah ini rumah angker atau gak itu urusan belakangan !” kata Rio seraya melerai gue,Lusi, dan Ari. Akhirnya kita putuskan untuk keluar dari rumah itu.
Besok paginya kita balik ke rumah itu. Pas kita mau masuk tiba-tiba di depan pintu masuk kita di jegat kakek-kakek pakaiannya gak jelas gitu, dan mukanya misterius baget. “kalian memang anak muda yang sangat nakal. Sudah di peringatkan untuk  jangan masuk ke dalam rumah ini, kalian tetap aja melanggar. Warga di desa ini saja tidak ada yang berani masuk ke  dalam rumah ini. Kalian yang bukan warga di desa ini berani masuk dengan seenaknya saja” kata si kakek tua itu “ya ampun kek, ini tuh Cuma rumah tua yang gak ber penghuni doank. Warga sini aja yang PARNO. “ kata gue dengan nada keras. “baik, tapi jangan salahkan warga sini kalo kalian mengalami sesuatu yang  belum pernah kalian alami sebelumnya” kaa si kakek memberi peringatan.
“syas, mendingan kita pulang yuk, biarin deh liburan kali ini kita di rumah aja, gue udah ngerasa gak enak nih” kata Rika yang manja. “Ya ampun, kebayang gak sih tiba-tiba siang-siang ada kakek2 misterius yang gak tau asalnya dari mana dan tiba-tiba ngasih ancaman gitu” kata gue gak percaya. “tau lo Rik, masa baru denger omong kosong dari tuh kakek-kakek gak jelas lo langsung takut.” kata rio ngebela gue.
Akhirnya kita masuk bareng-bareng, karna gue masih penasaran sama kamar yang diatas akhirnya kita masuk coba selidiki lagi tuh kamar. Kagetnya kita, dikamar itu tiba2 bersih. Mayat yang kita lihat kemarin udah gak ada. Begitu juga di kamar sebelah kemarin katanya rio ngeliat banyak banget penggalan kepala orang, sekarang di kamar itu bersih, gak ada apa-apa kita kaget langsung turun dan kita pulang kerumah neneknya si Rio, pas di rumah jeng jeng kita di gentayangin sumpah serem banget.
Kita sepakat untuk minta maaf  sama penghuni situ, pas kita mau minta maaf kakek-kakek itu datang lagi. Ngomong ke kita “jika kalian mau tidak di ganggu oleh mereka, buatlah sesajen yang pernah temanmu makan” kata si kakek. Kita kebingungan, karna setau gue kalo ada yang makan sesajen pasti kita tau. “Eh, siapa sih yang makan tuh sesajen ?” kata gue nanya sambil ngebentak. “DIA” kata si kakek nunjuk ke Mei. “Mei, lo lancang banget sih, sesajen pake di makan segala kita boleh gak percaya sama hal-hal yang kaya gini, tapi tetep hargain donk kalo ada yang kaya gitu ! ” kata Rio seraya marah. “maaf abis gue bingung kalian semua nyelidikin rumah itu ya gue diem aja, pas gue liat ada sesajen gue makan aja” kata mei seraya nunduk.
Pantesan aja kemarin dia tiba2 kesurupan, tenyata makan sesajen itu. Pagi-paginya kita Tanya warga situ, akhirnya ada juga yang mau ngasih tau cara buatnya, sama ada juga yg mau ngasih tau kita ngeletakin sesajennya dimana. Siangnya kita buru-buru buat sesajen itu, dan kita masuk ke rumah itu dan naro sesajen itu.
Tiba-tiba jeng jeng jeng semua hantu turun dan kita minta maaf sama mereka dan si kakek itu bilang “cepat kalian pulang sekarang juga, dan temui ibu kalian masing-masing lalu memeluk ibu kalian” kata si kakek. “kalo ada salah satu diantara kalian yang tidak memeluk ibu kalian, maka dia akan mati” kata si kakek mengancam.
So, kita langsung pulang dan gue mulai sekarang percaya sama hal-hal kaya gitu. Gue,Rio,Rika,Lusi,Ari,dan Mei langsung pulang kerumah masing-masing. Tapi si Mei lagi punya masalah sama mamanya. Dia gengsi harus meluk mamanya. Besok pagi-paginya kita dapat kabar kalo si Mei meninggal tertabrak mobil. Dan kejadian ini akan selalu teringat dalam benak gue
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sekolah ku




Aku sekolah di salah satu SMP di Jakarta. Aku anak baru di sini. Awal-awal masuk sekolah aku berfikir sekolah ini biasa-biasa saja dan tidak ada ke anehan sama sekali.
Aku sudah di sekolah ini kira-kira 2 minggu. Pada hari kamis, di kelas ku ada praktek membaca al-qur’an, tapi karna aku mendapat halangan jadi aku memilih tinggal di kelas untuk baca-baca buku.
Tapi ada keanehan yang aku rasakan hari itu. Di saat aku di kelas sendiri tiba-tiba di bangku pojok aku mendengar sosok anak kecil menangis tersedu-sedu. Awalnya aku bilang ini hanya khayalan, tapi lama kelamaan suara isak tangis anak itu terdengar jelas sekali, kali ini aku benar-benar yakin bahwa itu adalah suara tangisan seorang anak perempuan. Ketika aku menengok ke belakang (arah suara itu) tidak ada siapapun di sana. Aku lihat kantin serasa mereka semua diam menunduk.
Tiba-tiba aku mendengar suara teman-temanku yang sudah selesai praktek. Tapi pas aku melihat keluar jendela, tidak ada satu orang pun yang ada di luar. Suasana saat itu sangat mengerikan sekali. Aku tak tahu apa salah ku. Mengapa mereka mengganggu ku ?. oh iya aku baru ingat, kalau aku sedang datang bulan. Kata guru ngaji ku orang yang sedang kotor hal-hal negative menyelimuti mereka.
Akhirnya mereka kembali. Tapi, mengapa mereka nunduk semua ? dan mengapa tidak ada satu pun suara ?. teman sebangku ku namanya Irma yang biasanya menemani ku curhat sekarang dia tidak ada reaksi apapun. Guru agama ku pun begitu. Biasanya guru agamaku itu adalah guru tercerewet, mengapa ini tidak?
Aku benar-benar larut dalam kebingungan. Lalu tiba-tiba ada seorang anak kecil, datang di hadapanku. Dia menarik aku sambil berkata “kakak, ayo ikut kami bermain” saat itu nyawa ku seperti di tarik, yang aku fikir di saat itu adalah “apakah anak ini malaikat pencabut nyawaku ?” aku berusaha untuk melepas genggaman anak itu tapi, tenaga anak itu besar sekali. Di saat aku sedang berusaha untuk tidak ikut bersama anak itu, di depan ku aku melihat seorang kakek-kakek tua yang memotivasi ku dengan berkata “ayo nak kamu bisa melawan dia,ayo ayo”
Aku semakin yakin aku sambil membaca ayat kursi sambil melepaskan genggaman si anak itu akhirnya aku bisa juga melepas genggamannya. Aku bersyukur pada allah karna telah menyelamatkan ku dari anak itu.
Tidak lama kemudian si kakek itu kembali berkata “bangun lah nak, perjuangan mu sudah selesai” akhirnya aku menyadari kata-kata sang kakek dan aku terbangun lalu aku berdoa “ya allah terimakasih engkau membuat ini hanya mimpi” sebelum aku bangun sang kakek bilang “kalau tadi kamu tidak bisa melawan anak itu, mungkin sekarang kamu sudah bersama kakek di alam yang lain”
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Selasa, 04 September 2012

Digerayangi Roh Halus, Nenek Ini Panggil Pengusir Setan


Seorang nenek terpaksa memanggil pengusir setan karena dirinya digerayangi oleh semacam roh halus saat tidur.

Doris Birch mengaku, dirinya selalu diganggu oleh hantu yang tampak seperti gurita. Hantu itu pun menggerayangi Doris saat dirinya ingin tidur.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1799222.jpg

"Hantu itu seperti gurita, ketika saya berbaring di tempat tidur, saya dapat merasakan sentuhan tangannya. Saya pun langsung menendang-nendang," ujar wanita berusia 73 tahun itu, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (22/11/2011).

"Saya pun mencoba tidur tanpa selimut. Namun, hantu itu mulai menggetarkan tempat ranjang saya. Saya akhirnya membuang ranjang itu dan membeli ranjang baru, namun hantu itu tetap mengganggu saya," tambahnya.


Doris pun langsung mengunjungi seorang pendeta yang cukup paham akan makhluk halus. Setelah itu, Doris menyewa seorang pengusir hantu.

Sepasang suami istri pengusir hantu, Ray dan Beryl akhirnya datang untuk membantu Doris. Ray berencana untuk menarik hantu itu agar masuk ke dalam tubuhnya dan istrinya akan menangkapnya.

Bila Ray dan Beryl tak sanggup menolong Doris, Doris tampaknya harus mengunjungi Dewan Kota Canterbury untuk mendiskusikan masalahnya dan pindah ke apartemen lain.

http://fastcache.gawkerassets.com/assets/images/7/2011/11/a06550a051dda994205d04ab766a55ac.jpg


Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Surat Dari Tahun 2070 Yang Mengerikan


Aku baru berusia 50 tahun, tapi penampilanku seperti seseorang berumur 85 tahun.
Aku menderita gangguan ginjal serius, karena aku tidak minum cukup air.
Aku takut aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup.
Aku adalah salah satu orang tertua di masyarakat ini.
Aku ingat ketika aku masih anak berumur 5 tahun.
Semuanya tampak berbeda.

Ada banyak pohon di taman, rumah dengan kebun yang indah,
dan aku bisa menikmati mandi selama setengah jam.
Saat ini kami menggunakan handuk dengan minyak mineral untuk membersihkan kulit kami.
Sebelumnya, wanita memiliki rambut yang indah.
Sekarang, kami harus mencukur kepala untuk menjaganya tetap bersih tanpa menggunakan air.
Lalu, ayahku dulu mencuci mobilnya dengan air yang keluar dari selang.
Sekarang, anakku tidak percaya bahwa air dapat digunakan dengan cara seperti itu.
Aku ingat bahwa dulu ada peringatan

HEMAT AIR
di poster-poster, radio dan TV, tapi tidak diperhatikan. Kami pikir air
akan selalu tersedia untuk selamanya.
Sekarang, semua sungai, danau, waduk dan lapisan air bawah tanah kering atau terkontaminasi.
Industri hampir berhenti dan pengangguran mencapai proporsi yang dramatis.
Desalinasi tanaman merupakan sumber utama tenaga kerja dan pekerja menerima sebagian dari gaji mereka dalam bentuk air minum.

Serangan bersenjata di jalanan untuk satu jerigen air sangat umum terjadi.
80% makanan adalah sintetik.
Sebelumnya, jumlah yang direkomendasikan untuk minum air untuk orang dewasa adalah 8 gelas per hari.
Saat ini, aku hanya diperbolehkan minum setengah gelas.
Kami sekarang harus mengenakan pakaian sekali pakai,
dan ini meningkatkan jumlah sampah.

Kami menggunakan septic tank sekarang, karena sistem pembuangan limbah tidak bekerja karena kurangnya air.
Tampilan luar dari populasi sungguh mengerikan: berkerut, tubuh kurus karena dehidrasi, penuh luka yang disebabkan oleh radiasi ultra violet yang sekarang lebih kuat tanpa perisai pelindung dari lapisan ozon.
Kanker kulit, infeksi gastrointestinal dan saluran urine adalah penyebab utama kematian.
Karena pengeringan yang berlebihan kulit orang-orang muda yang berusia 20 tahun terlihat seperti 40 tahun.

Ilmuwan menginvestigasi, tetapi tidak ada solusi untuk masalah ini.
Air tidak dapat diproduksi, oksigen juga terdegradasi akibat kurangnya pepohonan dan vegetasi, dan kapasitas intelektual generasi baru sangat terganggu.
Morfologi spermatozoa pada pria telah berubah banyak.
Akibatnya, bayi dilahirkan dengan defisiensi, mutasi dan kelainan bentuk fisik.
Pemerintah mengharuskan kami membayar udara yang kami hirup,
137 m3 per hari per orang dewasa.

Orang-orang yang tidak mampu membayar akan diusir dari "zona yang berventilasi", berupa paru-paru mekanik yang sangat besar dengan tenaga matahari.
Udara tidak berkualitas baik, tapi setidaknya orang bisa bernapas.
Di beberapa negara, di mana masih ada beberapa zona hijau dilintasi oleh sungai, tempat ini dijaga oleh tentara bersenjata berat.
Air menjadi harta yang sangat didambakan, lebih berharga daripada emas dan berlian.
Di mana aku tinggal, tidak ada pepohonan, karena jarang sekali hujan.
Ketika terjadi presipitasi, itu adalah hujan asam.

Musim telah terpengaruh oleh uji atom dan oleh kontaminasi dari polusi industri abad ke-20 .
Kami telah diperingatkan untuk menjaga lingkungan, tapi tak ada yang peduli.
Dia bertanya: Ayah! Mengapa tidak ada air?
Kemudian, aku merasakan ada yang mengganjal di tenggorokanku!
Aku tak bisa menahan rasa bersalah, karena
Aku termasuk pada generasi yang berkontribusi menyebabkan kerusakan lingkungan atau dengan seenaknya tidak memperhatikan semua tanda peringatan.

Sekarang anak-anak kami harus membayar harga yang sangat tinggi!
Aku sangat percaya bahwa dalam waktu yang singkat kehidupan di bumi tidak akan bertahan lagi, kerusakan alam saat ini mencapai tahap yang tidak dapat diubah.
Bagaimana aku ingin kembali dan membuat manusia mengerti …
Bahwa kita masih punya waktu untuk menyelamatkan Planet Bumi kita.

Artikel ini pernah diterbitkan dalam majalah de "Crónicas los Tiempos", pada bulan April 2002.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Penampakan Sosok Raksasa di Pemakaman Kim Jong


Korea Utara (Korut) tampaknya memiliki pasukan yakni seorang pria tinggi 243 sentimeter. Pria itu berdiri di tengah-tengah pasukan Korut saat pemakaman Kim Jong Il.

Prajurit raksasa itu tampak berdiri di barisan belakang pasukan Korut. Foto tersebut merupakan hasil karya media Korut KCNA.




Beberapa pihak menilai, sosok raksasa itu adalah atlet basket Korut Ri Myung Hun, yang sering disebut dengan nama Michael Ri. Ri sempat bergabung dengan liga basket yang paling bergengsi di dunia, National Basket Association (NBA). Namun dirinya memutuskan untuk menetap di Korut. Ri juga sempat dinobatkan sebagai pria tertinggi di dunia. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Sabtu (31/12/2011).

Beberapa pihak sempat mengklaim, rasa berkabung warga Korut palsu. Kantor Berita Jepang Kyodo, bahkan mengaku, memiliki foto prosesi pemakaman Kim yang serupa namun tidak sama dengan yang dirilis oleh KCNA.

Meski demikian, foto raksasa yang muncul di barisan pasukan Korut tampaknya tidak mengandung unsur rekayasa. Prajurit raksasa itu juga difoto dari berbagai sudut.

Identitas dari prajurit raksasa itu juga kian menjadi misteri. Banyak pihak yang saat ini mulai mempertanyakan identitas raksasa Korut itu.

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Berkemah Diganggu Hantu Korban Pembunuhan




Kegiatan camping biasanya menjadi acara yang ditunggu. Lain halnya dengan Almer. Acara ini menjadi kelabu, lantaran ia bertemu dengan banyak hantu yang gentayangan di waktu malam hari. Hantu-hantu yang diyakini sebagai korban pembunuhan.
Pada hari Sabtu dia bersama teman-teman di sekolahnya mengadakan kegiatan berkemping ke bumi perkemahan dekat pegunungan. Pada malam pertama, mereka merasa aman-aman saja karena tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di sana.
Sesampainya di lokasi perkemahan, ternyata mereka mendengar cerita di sana pernah terjadi pembunuhan. Pada saat itu juga mereka sangat ketakutan. Tapi mau apalagi sudah jauh-jauh datang ke tempat yang memang asri itu. Hanya saja sepanjang malam di perkemahan mereka merasa tidak nyaman.
Pada keesokan harinya Almer dan kawan-kawannya berniat untuk pulang, tapi apa boleh buat waktu yang ditentukan oleh sekolah adalah 4 hari 3 malam. Berarti mereka harus menginap satu malam lagi di sana.
Pada malam hari kira-kira pukul 23.00 mereka mendapat tugas jaga malam, pada saat itu mereka sangat ketakutan sekali. Karena saking ketakutanya tidak tahu bahwa telah jauh dari kemah. Almer dan kelompoknya sangat kebingungan. Pada saat itu hampir saja menangis karena tidak tahu apa yang harus diperbuat.
Kira-kira pukul 23.30 mereka bertemu seorang anak muda dan pada saat itupun sangat senang. Barangkali orang itu dapat membantu untuk kembali ke kemah. Tapi pemuda itu malah mengajak ke suatu gubuk yang sangat menyeramkan.
Sepertinya gubuk itu tidak pernah dibersihkan. Tempat sepi itu mendadak berbau anyir yang menusuk hidung. Belum habis menerka bau apa kira-kira seanyir itu, mendadak pemuda yang mengantarnya itu berubah wujud menjadi pocongan.
Karuan Almer yang berempat dengan temannya itu ketakutan setengah. Rasanya hampir pingsan dibuatnya. Mereka serempak teriak sekeras-kerasnya tetapi entah mengapa sepertinya ada yang mengunci mulutnya.
Mereka melihat pocong itu ternyata tidak sendirian. Jumlahnya cukup banyak dan macam-macam wujudnya, seperti; kuntilanak, genderuwo, dan juga hantu-hantu yang lainnya semuanya berkumpul menatap ke arah Almer dan kawan-kawannya.
Begitu mereka dapat berteriak langsung berlari keluar gubuk. Mereka berlali sekuat mungkin untuk menjauhi gubuk misterius tersebut. Tetapi bayangan sosok-sosok menakutkan itu tetap saja mengikutinya.
Dan, akhirnya tanpa sadar waktupun sudah pagi dan tanpa disadari pula mereka sudah berada di bawah pohon yang sangat besar melebihi pohon-pohon lainnya. Lalu mereka menemukan guru dan teman-temannya yang semalaman mencarinya.
Malam itu merupakan malam terburuk selama hidup Almer. Sebelumnya ia tidak pernah membayangkan akan bertemu hantu yang sangat menyeramkan di bumi perkemahan itu. Sejak saat itu ia bertekad tidak akan pernah datang ke tempat yang seperti itu. “Cukup satu kali ini saja ketemu hantu !!,” ujarnya. (seperti dikisahkan Almer)
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Seram, Kuburan Massal di Dasar Kapel RS Jiwa

Tanpa sengaja, buruh gali menemukan kuburan massal yang berisi ratusan kerangka di bawah kapel bekas rumah sakit jiwa. Kuburan itu diperkirakan dari abad 19.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1312242.jpg


Lokasi itu pertama kali ditemukan Desember 2010 namun berhasil dibongkar dengan tuntas baru-baru ini. Berlokasi di Melton, Woodbridge, Inggris, kuburan yang berada tepat di bawah bekas kapel Rumah Sakit St Audry itu dipercaya tempat peristirahatan terakhir para pasien.

“Ini sangat mengerikan dan tidak menghormati sama sekali. Orang-orang malang ini seharusnya dapat beristirahat dalam damai,” ujar Holles-Perkes, 69, penduduk lokal.

Rumah Sakit St Audry diperuntukkan untuk umum pada 1917 dan ditutup awal 1990an, serta dibangun kembali pada 1998. Perusahan pembangun, Hopkins Homes saat ini telah memanggil para arkeolog. Sekarang, kuburan tersebut masih ditutup dengan plastik.

“Saya akan memeriksa lokasi dan memastikan kuburan tersebut diperlakukan dengan hormat,” kata Michael Hatchett dari Gereja St. Andrew, Melton, Inggris.

Alasan pasti kenapa potongan tengkorak tersebut berkumpul di lokasi, belum diketahui. Namun, muncul spekulasi bahwa beberapa dokter memanfaatkan tubuh pasien yang mati untuk kepentingan pribadi.


Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Dicekik Hantu Dikira Sakit Asma




Pengalaman unik ini dialami Rohma ketika ia sedang pergi ke sepupunya di sebuah rumah singgah di Surabaya. Cerita yang benar-benar dialami sekitar tahun 2001 ini waktu ia tengah beristirahat di kamar. Antara keadaan tidur dan tidak ia mengalami kejadian aneh yang baru pertama kalinya ini.
Ceritanya, Rohma tidur bertiga sama sepupu. Ketika sedang tidur kira-kira pukul 11.00 tiba-tiba dalam keadaan sadar dan tidak, ada sosok makhluk yang sangat menyeramkan tiba-tiba mencekik lehernya. Ia sudah berusaha berontak dan minta tolong tapi tidak didengar karena suaranya tidak didengar.
Padahal teriakannya keras tapi masih tidak ada yang mendengar, hingga membuat badannya sama sekali tidak bisa bergerak karena mahluk tersebut seakan-akan menahan tubuhnya.
Rohma terus berusaha berontak dan minta tolong tapi semuanya sia-sia. Ia kemudian membaca Ayat Kursi dan beberapa Ayat Al Qur’an sampai berulang-ulang, dan mahluk yang menyeramkan itu hilang.
Pagi harinya Rohma cerita sama sepupu bahwa semalam ada kejadaian yang aneh, rupanya sepupunya itu dengar kalau semalam ada suara yg minta tolong tapi dia kira itu saudaranya yang biasa begitu karena saudaranya menderita asma.
Tapi Alhamdulillah berkat membaca Ayat Kursi dan beberapa Ayat Qur’an mahluk yang mengerikan itu hilang. Nah, pengalaman aneh ini sampai sekarang tidak pernah dilupakan Rohman. Terutama kalau menjelang tidur, karena ingat kejadian itu ia tidak pernah lupa membaca doa sebelum benar-benar terlelap tidur. (seperti dikisahkan Rohma/*)
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...