Sabtu, 14 Juli 2012

GAUN PUTIH BERNODA MERAH



Waktu sudah menunjukan pukul 00.00. namun entah mengapa mataku enggan terpejam. Kubuka kembali tirai jendela kamarku. Remang-remang bulan dan pohon rambutan di depan rumahku menghiasi malam itu. Walaupun begitu sunyi, namun seakan-akan pohon rambutan itu digelayuti mahluk-mahluk putih sambil tersenyum padaku. Segera kutepis bayang-bayang itu. Kututup kembali tirai jendelaku.

Lalu aku beranjak menuju kamar mandi. Saat itu aku berada di rumah sendiri. Karena ayah, ibu, dan adikku sedang berada di jogja, dirumah nenekku. Niatku untuk buang air kecil, dan mencuci muka mandadak meredup. Seakan-akan saat aku berjalan menuju kamar mandi, dibelakangku aku terperanjak bagaikan seseorang sedang mengamatiku. Betapa kagetnya aku, sesuatu terjatuh dari atas ruang dapur. Berwarna putih bersih, beraroma anggur. Dan dihiasi gambar hati di bagian bawahnya. Seperti gaun putih. Lalu kuambil gaun itu. Indah sekali. Namun lumayan berat. Di bagian bawah, dan di bagian dalam tertulis “Siromana.” Pikirku, mungkin ini adalah nama dari pemilik gaun ini.



Namun aku berpikir, dari mana gaun ini jatuh? Lalu kubawa gaun tersebut ke kamarku. Ku amati lagi gaun itu. Kutempel-tempelkan ke tubuhku, sambil aku berkaca. Betapa indahnya. Namun aneh, di bagian tengah gaun itu, ada noda berwarna merah. Lalu ku cium noda merah itu. “ acchhrr… berbau anyir dan berbau anggur…” pikirku saat itu. Namun ada niatku untuk memiliki gaun itu. Akan ku cuci keesokan hari. Dan ku pakai pada acara pesta dansa malam Valentine di Villa Deski minggu depan. Pasti aku akan kelihatan cantik jika aku mengenakan gaun itu. Lalu, mataku mulai mengantuk. Dan ku simpan kembali gaun itu ke dalam lemariku. Dan aku beranjak tidur ke atas kasur di kamarku.

Pagi sekali aku sudah terbangun dari tidurku. Perlahan ku langkahkan kakiku menuju ke kamar mandi. Kubasuh mukaku. Kutatap wajahku di kaca kamar mandi. “ ASTAGAA!!!” teriaku. Karena ku lihat ada bayangan wanita memakai gaun putih di pantulan kaca itu. Segera aku membalikkan tubuh dan melihat ke belakangku. Apa aku salah lihat? Karena tak ada seorang pun di belakangku. Mungkin ini hanya khayalanku. Tetapi rasanya aku kenal gaun yang di pakai wanita itu. Ya, itu gaun yang aku temukan malam tadi. Lalu aku bergegas berlari menuju kamarku. Ku buka lemariku. Ternyata gaun itu masih tetap ada di lemari kamarku. Lalu ku ambil gaun itu. Dan ku amati kembali. Ku lihat noda merah itu semakin banyak, padahal tadi malam noda ini belum selebar ini. Kubawa gaun itu ke kamar mandi, dan kucuci.

Tapi aneh, air yang bekas cucian gaun itu, tak berwarna merah. Padahal gaun tersebut ternoda merah. Aku penasaran dengan noda itu. “apa noda merah ini?” pikirku. Ku cium, dan ku pejamkan mataku. Saat aku memejamkan mata, sketsa peristiwa seperti terlintas di pikiranku. Entah dari mana namun itu seperti nyata. Aku seperti melihat, sesosok gadis belanda yang amat cantik mengenakan gaun ini, dan berdansa. Senyumnya manis sekali. Sepertinya dia berdansa di dalam acara sebuah pesta dansa. Dan di peristiwa itu, sepertinya tempatnya berada di rumah ini, di ruang tengah. Lalu segera ku buka mataku. Aku sedikit takut. Lalu segera ku jemur baju itu di belakang rumahku.
***

Yap, hari yang ku tunggu-tunggu telah tiba. Hari ini adalah hari Valentine dan nanti malam aku akan menghadiri acara pesta dansa di Villa Deski. Aku bingung apa aku harus menngenakan gaun yang amat indah itu? Aku takut aku terlalu mencolok pada malam nanti. Tetapi tak apa, aku memang kepingin sekali mengenakan gaun ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 19.00. segera aku bersiap-siap berhias diri. Ku bedaki wajahku, kusisir rambutku, dan ku ambil gaun ku didalam lemari kamarku. Perlahan ku kenakan gaun itu. “ waw… great! Very beautiful!” aku terlihat cantik sekali. Aku menari-nari bahagia. Aku juga bernyanyi-nyanyi. Aku merasa wanita paling cantik di dunia saat aku mengenakan gaun ini. Tetapi entah mengapa mendadak kepalaku pusing. Perutku mual. Dan aku tak bisa melihat dengan jelas, hanya remang-remang. Dan aku terjatuh. Lalu pingsan. Saat aku pingsan, aku seakan masuk ke dalam dimensi lain. Aku berjalan di suatu acara malam pesta dansa. Namun aneh sepertinya tak ada satu orangpun yang mengetahui keberadaanku. Padahal saat itu aku berada di suatu keramaian. Dan memang acara itu sepertinya di adakan di rumah baruku ini, oleh orang-orang Belanda. Aku mengikuti seorang wanita yang memakai gaun yang gaunnya itu persis seperti gaun yang aku kenakan saat ini. Ku ikuti geraknya. Dia terlihat sedang berdansa dengan kekasihnya.

Lalu dia duduk dan meminum anggur dengan kawan-kawan dan kekasihnya. Tetapi kulihat, salah satu temannya melirik dan tersenyum kepada kekasihnya. Ya temannya itu begitu aneh tingkahnya. Lalu saat wanita itu hendak meminum anggur dan bersulang, tiba-tiba temannya menyenggol gelas yang di bawa wanita itu dan tertumpah ke Gaun wanita itu. Dan aku juga melihat kekasihnya mengajak wanita itu ke dalam kamar. Tetapi sungguh aneh, teman wanita tadi mengikuti gerak mereka berdua ke dalam kamar. Dan saat kekasihya membaringkan dia ke ranjang tiba-tiba “ craaaaasssshhh” aku menjerit. Wanita itu di tusuk pisau oleh kekasihnya sendiri. Lalu temannya itu segera memunculkan diri, dan meludahi wanita yang tak berdaya tadi. Kulihat noda anggur tadi sudah tertutupi oleh noda merah darah. Perlahan wanita itu lemas dan tewas.

Ingin ku bantu wanita tadi, tetapi aku tak dapat menyentuhnya. Lalu mayat wanita itu di sembunyikan dan di kubur oleh mereka di dekat pohon rambutan yang ada di depan rumah. Namun sebelum mereka mengubur mayat itu, kulihat gaun yang dikenakan wanita tadi dilucuti, dan di ambil oleh temannya. Mereka tertawa. Betapa kejamnya pikiriku. Kekasih tega membunuh demi berselingkuh dengan kekasih sahabatnya sendiri. Lalu aku terbangun aku merasa sedikit pusing. Saat aku terbangun kulihat remang-remang ada sesosok bayangan. Ya, aku kenal bayangan itu. Itu adalah wanita yang ada di mimpiku tadi. Dia menatapku. Sepertinya dia ingin aku mengikutinya. Lalu ku ikuti wanita tadi. Sepertinya dia menuju ke arah pohon rambutan yang ada di depan rumah ku itu. Sampai di sana, dia membalikkan tubuhnya dan menatap ke arahku. Dia tersenyum. Lalu tangannya menunjuk ke arah gaun yang aku kenakan saat itu. Lalu ,menunjuk ke arah tanah tempat mayatnya di kubur. Ya, aku mengerti. Mungkin dia memberi kode untuk menguburkan gaun itu kedalam kuburannya.
“ kau ingin gaun ini aku kuburkan ke dalam sini?” tanyaku sambil menunjuk kea rah kuburan itu.

Kulihat dia mengangguk. Lalu aku bergegas menuju kamar. Kulucuti gaun itu. Dan aku kuburkan ke dalam tanah tadi. Dan ku timbun kembali. Tiba-tiba wanita itu muncul kembali, dan dia sepertinya meneteskan air mata dan tersenyum padaku. Kulihat ia terbang ke atas langit. Ia semakin tinggi, lalu ia sirna. Kupikir, pasti dia sudah tenang. Aku merasa bahagia. Lalu aku kembali menuju ke rumah. Saat aku menutup pintu, tiba-tiba mobil ayahku datang. Ternyata mereka sudah pulang dari jogja.
“ Viona, ini mama bawakan oleh-oleh, sini sayang!”
“ iya ma, apa itu?”
“ ini sayang, gaun putih, indah kan?”
Betapa kagetnya aku, gaun itu mirip sekali dengan gaun Siromana. Aku tersenyum. Kucium gaun itu. lalu kuangkat. “ iya ma. Bagus sekali, aku suka gaun ini… namun tak berbau anggur…” ucapku saat itu.

**SELESAI**

Cerpen Momo Angelina
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Cintaku Berujung Kematian


Ku langkahkan kaki ku, menuju ruang makan. Dengan rasa kantuk yang kurasa.
“Ayu, pergegas langkah mu. Kamu sudah mau telat” kata Ibu.
 “iya bu” jawab ku sambil menahan kantuk.

Aku percepat sarapanku karna tinggal 45 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup.
“mah, Ayu berangkat ya.” Kataku sambil memakai sepatu.
“iya” jawab ibu singkat lalu masuk ke kamarnya. Sekitar 30 menit ku tempuh perjalanan dari rumah menuju sekolah. Ini memang hari pertamaku sekolah di SMA ini. Sebenarnya aku pindahan dari Bali, aku pindah ke Jakarta karna, perceraian kedua org tuaku.
“maaf, mau nanya ruang kepala sekolah itu dimana yah?” tanyaku pada sekelompok perempuan cantik yg sedang bergosip.
“di sana! Eh, lo anak baru yg di bilang pak Bambang itu ya? Pindahan dari Bali. Yang katanya menjuarai olimpiade IPA tingkat nasional itu?” kata Sintya, yg ternyata leader kelompok yg mereka namai “The Girls” itu.
“terimakasih, hehehehe” jawabku sambil senyum.
“aku duluan ya mau ngadep Pak KepSek” jawabku pamit.
“silahkan” jawab Sintya.
“Murid-murid ini murid baru yg bapak ceritakan kemarin, silahkan perkenalkan nama mu nak” kata Pak Bambang dengan halus.
“Hai semua, nama saya Ni Kade Stevina Ayu, saya biasa dipanggil Vina sama teman-teman saya.
Saya pindahan dari 177JHS RSBI, di Bali. Terima kasih” kataku memperkenalkan diri.
“sama-sama Vina. nah, Vina. Semoga kamu senang yah sekolah di sini. Kamu duduk sama andre ya.” Kata Pak Bambang. “ah, gamau Pak! Saya gak mau duduk sama anak kampung kayak dia!” kata Andre. Seketika perasaan ku langsung down. Dan tentunya teman-teman sekelas menertawakan ku. “kalau kamu menolak,nilai kimia kamu bapak kurangi. Dan yg berani menertawakan juga!” ancam Pak bambang. Dan akupun tertawa di daalam hati. Hihihi, makanya jangan berani menertawakan anak spt aku.
Hari-hari ku lewati, hanya sekolah, tidur, belajar, makan. Itu saja kegiatan sehari-hari ku. Sehari-harinya aku hanya sendiri. Di sekolah mau pun di rumah. Andre teman sebangku ku saja menjauhi ku. Sampai pada suatu hari aku mendapat bbm dari teman ku di Bali, kalau ayahku sekarang pake bb, tak ku sia-siakan informasinya, langsung ku invite pin nya. Dan itu membuat ku kaget, ketika permintaan ku accept. Yg kulihat PM ayahku adalah “H-7 married. <3 Vannesia Aprililia <3” ayah ku memang jahat, pikirku.


Dia selalu memukuli aku dan ibu ku. Lalu dengan gampangnya dia membawakan surat cerai serta wanita penggoda itu kerumah ku, lalu ayah mengusir kami. Dengan mencoba meredam emosi ku, aku bm ayah. “yah, mau nikah? Ko undangannya ga nyampe ka aku dan ibu? Hehehe” kataku memulai pembicaraan yg basi ini. Namun apa yg ku dapat ayah membalas pesan ku “anda siapa? Anda dan ibu? Saya tidak kenal kalian siapa! Jangan ganggu hubungan saya dan Lia sekarang. Jika sampai pernikahan kami gagal anda akan saya bunuh” jawab Ayah membuatku sakit.
“jadi anda tidak mengenal saya? Anak yg anda buang sekitan 3 bulan yg lalu? Yg anda campakan bersama mantan Istri anda?” jawabku menahan emosi. “saya tidak pernah punya anak, saya tidak pernah punya istri. Saya baru akan menikah dengan org yg paling saya sayang, yaitu Lia” jawab ayah, yang langsung membuat ku menangis.
“ayah, aku anak ayah. Ayah jahat banget sama Ayu. Yah ini Ayu, anak Ayah” jawab ku sambil menangis. “saya tidak punya anak, apalagi yg namanya Ayu. Sudah! Jangan ganggu saya” jawab ayah, yg langsung mendelcont ku. Tidak pernah kurasa sesedih ini, bahkan saat Dimas meninggalkan ku.

Saat aku menangis Ibu datang menghampiriku, “Anak ibu kenapa nangis? Bilang Ibu siapa yg sakitin Ayu?” kata Ibu mencoba menghiburku. Ku ceritakan semua pada ibu, dan mulai saat itu kejadian-kejadian aneh pun mulai terjadi.
“hey Vina” sapa Andre yg membuat ku kaget. “ha? Iya. Tumben banget lo nyapa gue, hehe.” “emang gaboleh ya? Gpp hehehe, lo cantik juga yah” “ah bisa aja lo”

Saat aku mulai belajar,seketika bulu kuduk ku merinding. “Dre.” “iya” “lo,merinding ga?” “engga,kenapa?” “ko gue merinding ya” “yaiyalah,si Jono kan setan” “sial,serius gue” “udah lah bawa enjoy aja” “oke, thx ya”
Belakangan ini aku selalu merasa di ikuti. Aku bingung. Aku ketakutan. Tak ada yg bisa aku jadikan tempat curhat.

Istirahat tiba.
“Vina” sapa Andre mengagetkan ku. “ada apa?” “engga,mau nanya aja” “nanya apa?” “lo kenal Lia?” “hmmmm, gatau gue lupa” “ohh, gue kasih tau ya. Dia mau balas dendam ama lo,jadi take a care baby” “demi apa?!?!?! Eh tunggu lo manggil gu apa td?” “baby?” “aaaa.so sweeeetts” “hehehe, Vin. Sebenernya gue udah lama mau ngomong ini” “ngomong apa?” seketikapercakapan kami berubah menjadi serius. “mmmm...nanti aja ya, ga surprice nanti” “dih,wkwkwkwk.suka-suka lo dah Dre” “hehe..gue balik ke kelas duluan ya” “iya”

Malamnya, kejadian siang tadi selalu ada di pikiran ku, maksutnya Andre apa sih? Jangan-jangan...ah dia bikin gue nge fly aja. Tak lama aku memikirkan Andre seketika vas bunga di meja rias ku jatuh, dan langsung saja aku merinding, tak lama kemudian lampu kamar ku pun mati. “IBU!!!!!!” teriakku, tapi tak ada jawaban dari ibu.
“Ayu, kamu mau kemana?” lampu kamarku menyala, dan tiba-tiba muncul seorg wanita cantik dari sudut kamarku.
“ka...kamu siapaa?” kata ku ketakutan. “aku,Lia wanita yg akan dinikahi ayahmu, sekaligus Ibunya Dimas.” Kata wanita itu, seketika aku ingat percakapan ku dengan ayah di bbm waktu itu. “mau kamu apa?” jawabku ketakutan. “mau ku? Kamu bertanggung jawab atas anak ku yg kamu campakan” jawabnya mebuatku takut “karna kamu anak ku menhantuiku, dia ingin kamu mati. Dan aku ingin membalaskan dendam anakku kepadamu” sambungnya. Lalu dia mendorongku ke sudut ruangan,yg membuat kepalaku berdarah.
“Ayu!! Ayu!! Kamu kenapa nak? Ayu buka pintunya!” kata ibu dari luar kamarku. “urusan kita belum selesai Ayu! Aku akan kembali dengan anakku, supaya dia bisa tenang disana hahahahahahaha” katanya sambil tertawa puas. “Ayu, kamu gapapa?” “Ayu gapapa bu” “kepalamu berdarah yu” “iya bu tadi Ayu kaget jadi nabrak tembok” “oh yasudah, kamu tidur ya, Yu” “Ibu Ayu takut tidur sendiri, Ayu tidur sama Ibu ya?” “iya Yu, Ayo”

Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan di sertai rasa takut. Setiba aku di sekolah, Andre langsung menghampiri ku. “Vina, kamu gapapa kan? Kamu diapain sama Lia? Apa yg dia lakukan padamu?” “dari mana kamu mengetahiunya? Aku tidak apa-apa, itu hanya insiden kecil” “insiden kecil katamu? Lia hampir membunuh mu! Untung ibumu cepat datang” “darimana kamu mengetahui semua ini?” tanyaku mulai takut. “jangan takut Vina, aku punya semacam kekuatan untuk mengetahui hal yg aku tidak tau” “semacam kekuatan gaib, Dre?” “iya, kamu benar. Skrg ceritakan semuanya padaku”. Lalu aku menceritakan semuanya ke Andre, dan dia berjanji akan melindungiku. Aku senang karna aku bertemu lelaki seperti Andre. Trimakasih Tuhan, kau memberikan dia kepada ku.

Keesokannya Andre main ke rumah ku, dia sangat baik. Terlebih pada ibuku, dan aku yakin Ibu pasti akan menyetujui hubungan kami. Andre selalu main kerumah ku saat weekend tiba. Aku dan ibu ku sangat senang dengan kehadirannya. Aku berteman dengannya sampai kami lulus SMA. Karna pada saat kami lulus, Andre melamar ku. “Besok adalah hari yg paling kamu tidak bisa lupakan Vina” kata Andre sambil tersenyum. “terimakasih, dre. Kamu buat hari-hari aku&ibu berwarna, kamu buat kita lupa sama kejahatan ayah Dre” jawabku.
Benar saja, 13 Maret 2009. Andre datang kerumahku beserta ibunya malam hari untuk melamarku, aku yg daritadi menunggu di kamar dengan hati yg berdebar akhirnya dipanggil ibu. “Ayu, ini nak Andre udah datang” “iya bu” jawab ku. Lalu aku keluar dengan hati bahagia.
Betapa terkejutnya aku saat melihat Andre datang dengan mawar Merah kesukaan ku ditangannya. “makasih dre, kamu emg paling ngerti aku” andre hanya membalas perkataan ku dengan senyuman. Tapi senyumannya itu membuatku bahagia, “mana Mama kamu dre” “sebentar lagi datang” “ooh,duduk dre kita nunggu sambil ngobrol” kataku. “ibu diajak ga?hehe” kata ibu “silahkan bu” kata andre dengan sopan.

Tak lama kemuadian mamanya andre datang, betapa terkejutnya aku saat melihat mamanya andre, yg ternyata adalah Lia. Org yg selama ini ingin membunuhku. “ada apa kamu kesini? Kurang puas kah percobaan mu membunuhku satu tahun yg lalu?” kata ku ketekutan. “kamu ngomong apa sih Vina, ini mama ku” kata Andre menenangkan. “kamu jangan ngawur Yu, dia ini Mamanya Andre” kata ibu membela wanita itu. “Ibu, dia itu wanita yg ingin membunuh ku bu! Dia wanita biadab yg merebut ayah dari kita bu!” kataku mulai kesal. “jaga omongan mu, Vina. Saya tidak setuju Anak saya berhubungan dengan anak yg tidak tau adat seperti mu!” kata mamanya Andre.
“sebenarnya kalian siapa?!?! Apa yg kalian mau dari saya dan ibu saya? Kenapa kalian menghantui kami?” kataku. “sadar,Vina. Ini aku Andre” kata andre. Setelah Andre menenangkan ku ti ba-tiba mamanya andre berkata “semua sudah terlambat Vina, waktu mu sudah habis. Aku datang bersama anak ku, yang menuntut balas atas perbuatanmu! Dan kini kamu harus merasakan apa yang anakku rasakan! Hahahahahahah” kata mamanya Andre.

Ibu & Andre terlihat takut, terlebih aku yg sangatg ketakutan. Dan tiba-tiba muncul sesosok pria yg datang dari balik pintu. Aku mengenalnya, tapi aku ragu. Ternyata dia Dimas, lelaki yang dulu sangat aku cintai. Kami dijuluki pasangan ter-langgeng karna 2 tahun kami jalani tanpa konflik sedikit pun. Tapi semua itu berakhir ketika wanita itu datang. Kinan, perempuan yang menghancurkan hubungan kami. Dia memfitnah Dimas, bahwa Dimas selingkuh dengannya. Aku tidak percaya dengan kata-katanya. Tapi bukti-buktinya kuat.

Dan itu alasan ku untuk mengahkiri hubungan kami. Aku tidak tau kalau itu semua hanya akal-akalan Kinan, Doni sahabat Dimas menceritakannya kepadaku saat aku mengadiri pemakaman Dimas. Aku tidak tau kalau karna aku Dimas mati, aku menyesal. Yang aku tau bahwa Dimas meninggal karna kelebihan obat tidur. “kamu menyakiti hatiku Ayu, tetapi aku masih mencintaimu sampai sekarang. Tiap malam kulalui di taman kita hanya untuk menunggumu, berharap kamu ya datang menemuiku. Tapi tidak Ayu. Hanya aku menunggu sendiri disana, dalam kesunyian malam.
“maafkan aku Dimas, aku melakukan semua ini demi Ibu ku, aku sangat menyayanginya. Aku tidak mau melihatnya menangis, makanya aku ikut ibu pindah ke Jakarta, kita sudah tidak bisa bersama, kita hidup di dunia yang berbeda. Tapi percayalah Dimas, rasa cintaku padamu ini akan selalu ku simpan sampai kita bertemu nanti” kataku sambil menangis. “kita akan selalu bersama Ayu, aku datang menjemputmu. Lewat adikku aku datang kesini, untuk menjemput kamu seorang. Agar kita bisa bersama Ayu, seperti dulu” kata Dimas yg membuatku terharu.
“tidak, jangan bang. Vina sekarang milikku. Abang tidak berhak membawanya pergi” Andre membelaku lalu mencoba melawan Dimas. “diam kamu Andre, kamu tidak berhak mengatur saya” kata Dimas sambil mengayunkan palu yang ada ditangan kirinya hingga mengenai kepala Andre. “Andre!!! Dimas kamu jahat!” “tidak,bukan aku yg jahat,tapi kamu. Sekarang kamu milik ku. Tak ada yg bisa menghalangiku” tak menunggu waktu setelah Dimas berkata spt itu, Dimas menusukkan pisau yang dia bawa di tangan kanannya tepat di jantungku, lalu aku tidak sadarkan diri. Yang terakhir aku dengar hanya suara Andre yg berkata “Jangan!!! Jangan bunuh Vina bang!!!”


Cerpen Elsa Monica



Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Jumat, 13 Juli 2012

Gloomy Sunday - lagu kematian


Mungkin untuk sebagian orang kata-kata ini sudah tidak asing lagi dan sudah agak basi. Yap! kata-kata ini adalah lagu melankolis yang sempat menggemparkan pemerintah Hungaria beberapa waktu lalu. Kenapa tidak? lagu ini bahkan dikenal sebagai lagu bunuh diri bagi kebanyakan orang. Namun, saya kira mengulasnya ulang tidak ada salahnya dan mungkin masih banyak yang belum tahu.
Ok, baiklah… lagu ini bukan lagu heavy metal seperti kebanyakan yang kata-katanya kasar dan berisi sumpah serapah.  Irama lagu ini lembut untuk didengar. Masalahnya adalah, banyak orang yang telah membunuh dirinya sendiri bertepatan dengan dimainkannya lagu ini.
Judul asli lagi ini adalah Szomorú Vasárnap atau dalam bahasa Indonesianya dapat diartikan sebagai Hari Minggu yang kelam. Syair lagu ini diambil dari puisi seorang pujangga Lazlo Javor yang diciptakan pada tahun 1933 dan digubah oleh Rezső Seress yang berkebangsaan Hungaria. Lagu ini bercerita mengenai seseorang yang bunuh diri karena ditinggal mati kekasihnya. Dan mengejutkannya lagi, setelah lagu ini dirilis, kekasih Lazlo mencabut nyawanya dengan surat yang berbunyi “gloomy sunday”.
Berikut liriknya dalam bahasa Hungaria :
Szomorú Vasárnap
Szomorú vasárnap száz fehér virággal
Vártalak kedvesem templomi imával
Álmokat kergető vasárnap délelőtt
Bánatom hintaja nélküled visszajött
Azóta szomorú mindig a vasárnap
Könny csak az italom kenyerem a bánat…
Szomorú vasárnap
Utolsó vasárnap kedvesem gyere el
Pap is lesz, koporsó, ravatal, gyászlepel
Akkor is virág vár, virág és - koporsó
Virágos fák alatt utam az utolsó
Nyitva lesz szemem hogy még egyszer lássalak
Ne félj a szememtől holtan is áldalak…
Utolsó vasárnap
— László Jávor original Hungarian version
yang dalam bahasa inggris adalah seperti berikut :
Gloomy Sunday
Gloomy Sunday with a hundred white flowers
I was waiting for you my dearest with a prayer
A Sunday morning, chasing after my dreams
The carriage of my sorrow returned to me without you
It is since then that my Sundays have been forever sad
Tears my only drink, the sorrow my bread…
Gloomy Sunday
This last Sunday, my darling please come to me
There’ll be a priest, a coffin, a catafalque and a winding-sheet
There’ll be flowers for you, flowers and a coffin
Under the blossoming trees it will be my last journey
My eyes will be open, so that I could see you for a last time
Don’t be afraid of my eyes, I’m blessing you even in my death…
The last Sunday 
literal English translation
Tidak lama kemudian, muncul kasus bunuh diri yang tidak bisa dibilang sedikit. Tidak lama setelah kematian kekasih Lazlo, seorang pegawai negeri Hungaria menembak dirinya. Mayatnya ditemukan dalam posisi menelungkup diatas lirik Gloomy Sunday.
Selain itu, terjadi percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang gadis. Ketika terpergok, mengalun lagu Gloomy sunday. Kondisi menjadi tidak terkendali, pemerintah Hungaria pun melarang pemutaran lagu ini di tempat-tempat umum. Lagu ini disalahkan karena kasus bunuh diri meningkat. namun, ketenaran lagu ini sudah mencapai negara-negara lain.  akhirnya, lagu ini sedikit diubah oleh pemerintah Amerika (kalo saya tidak salah-lupa2 ingat.), berikut lirik yang sudah banyak dinyanyikan :
Gloomy Sunday

Sunday is gloomy
the hours are slumberless
dearest the shadows
I live with are numberless

Little white flowers
will never awaken you,
not where the dark coach
of sorrow has taken you

Angels have no thought
of ever returning you
would they be angry
if I thought of joining you?

Gloomy Sunday
Gloomy Sunday
with shadows I spend it all
my heart and I
have decided to end it all

Soon there’ll be prayers
and candles are lit, I know
let them not weep
let them know, that I’m glad to go

Death is a dream
for in death I’m caressing you
with the last breath of my soul
I’ll be blessing you

Gloomy Sunday

Dreaming, I was only dreaming
I wake and I find you asleep
on deep in my heart, dear

Darling, I hope
that my dream hasn’t haunted you
my heart is telling you
how much I wanted you

Gloomy Sunday
masih ada beberapa kasus lainnya, yaitu sekitar 200 kasus bunuh diri di seluruh dunia yang diperkirakan berhubungan dengan lagu ini. Banyak penyanyi terkenal yang sudah banyak menyanyikan lagu ini seperti Bjork, Portishead, Sarah Brightman, Sarah McLahlan, yang masih banyak lagi. Namun, versi yang paling terkenal dari lagu ini adalah versi yang dinyanyikan oleh Billie Holliday pada tahun 1941.
Namun, Rezso, penggubah lagu ini mengklaim bahwa melejitnya lagu ini membuatnya menjadi sangat sedih karena ia berpikir bahwa ia tidak akan pernah membuat lagu lainnya yang akan setenar ini. Maka  pada tahun 1968, ia bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 8 sebuah gedung di Budapest. Namun, ia masih bertahan setelah kejadian ini, dan akhirnya ia meninggal karena bunuh diri dengan cara menyekik dirinya menggunakan kawat hingga meninggal. Kemudian, lagu ini tidak lagi terkenal karena pada zaman Adolf Hitler, versi lagu ini dimusnahkan. Setelah itu, lagu ini dilarang keras untuk disiarkan.
begitulah cerita seputar lagu Gloomy Sunday, memang lagu ini tidak se’melegenda’ lagu lainnya seperti lagu bohemian rhapsody atau the sound of the silence, namun efeknya telah dicatat oleh sejarah sehingga lagu ini dikenal sebagai suicide song atau death song mengalahkan lagu2 heavy metal lainnya.
saya juga kurang mengerti efeknya sebesar ini (kalau memang benar karena pelejitan jumlah bunuh diri diakrenakan lagu ini), tetapi memang lagu yang kita dengarkan sehari-hari sangat memengaruhi kinerja otak yang kemudian menjadi tindakan manusia, baik lirik dan iramanya. mungkin lain kali pembahasan ini akan dipost.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Kamis, 12 Juli 2012

Misteri Kamar No 13


Sudah sejak lama, Azriel dan Maya, merencanakan Yogyakarta sebagai tempat tujuan berbulan madu. Yah, maklum keduanya memang punya kenangan sendiri dengan kota itu. Budayanya, orangnya, semuanya membuat mereka terkenang. Karena itu, setelah keduanya menikah sengaja tujuannya ke Yogya sebagai rangka tempat tujuan mereka berbulan madu.


Menurut rencana, mereka bakal berbulan madu sampai empat hari lamanya. Hari Rabu mereka berangkat. Hari Sabtu mereka pulang. Hari Minggu mereka sampai ke rumah lagi. Hari Senin mereka sudah masuk kantor lagi.

Sesampainya di Yogyakarta, keduanya langsung jalan-jalan. Tanpa berencana mau nginap di mana nantinya. Tak terasa hari sudah sore, dan tiba waktunya bagi mereka berdua untuk mencari penginapan. Karena tak direncanakan mau nginap di mana nantinya, mereka asal saja cari penginapan.

‘Asalkan bisa untuk meneduh,’ begitu slogan mereka. Maklum saja keduanya gemar sekali jadi backpacker. Ketika ketemu satu penginapan mereka segera bertanya pada penjaga yang menjaganya di penginapan.

“Waduh, mohon maaf sekali, Pak. Kamar di tempat kita sudah penuh,” jawab Pak Wanto si penjaga penginapan.

“Itu ada kunci no 13?” tanya Maya, melihat kunci kamar nomor 13 tergantung di belakang Pak Wanto di tempat kunci-kunci.

“Kalau yang itu, tidak kita sewakan, Pak,” jelas Pak Wanto.

“Kenapa, Pak?” tanya Azriel.

“Saya nggak bisa jelasin,” jawab Pak Wanto.

“Tak apalah, Pak. Kita bayar dua kali lipat deh feenya. Lagipula kita nggak lama kok di Yogya, paling-paling cuma tiga hari doang,” pepet Azriel.

Karena Azriel dan Maya memaksa, tak ada pilihan lain bagi Pak Wanto si penjaga hotel untuk mengizinkan. Iming-iming fee kamar bayar dobel memikat hatinya juga.

Setelah menyelesaikan administrasi, keduanya langsung diberikan kunci kamar nomor 13. Dan mereka diantar oleh Pak Wanto ke kamarnya. Kamar nomor 13 terletak di lantai tiga, lantai teratas penginapan Mawar-Melati. Usai membuka pintu kamar dan membawa barang-barang Azriel dan Maya ke dalam kamar, Pak Wanto undur diri.

“Jika, ada apa-apa saya di bawah,” ucap Pak Wanto seraya menutup pintu kamar.

Azriel dan Maya pun segera merebahkan diri di kasur empuk.

“Hmm, enaknya mas. Ternyata setelah menikah itu asik ya?” kata Maya.

“Ih, siapa yang bilang?” jawab Azriel, “Tapi uasik betul... huhuhu...”

“Dasar.”

Keduanya pun berbicara panjang lebar, ngalor ngidul. Membicarakan tentang impian-impian mereka, tentang cita-cita mereka, tentang visi dan misi mereka ke depan, tentang anak, tentang rumah, dan tentang segala hal yang mereka tahu. Maklum saja, mereka baru saja menikah.

Tapi, di tengah-tengah pembicaraan yang asik itu. Maya bertanya pada Azriel. “Mas... suara apa itu?” tutur Maya pada Azriel suaminya.

Suara itu mirip suara percakapan dua orang, yang diiringi suara tawa. Tapi, suara tawanya, sedikit aneh, cekikik-cekikik mirip betul dengan suara...

Ditanya begitu, Azriel bergidik sebetulnya. Tapi mau bagaimana lagi? Ia laki-laki, dan laki-laki tak boleh tampak takut di mata perempuan. Apalagi Maya yang ada bersamanya telah menjadi istri sahnya. Jadinya, ia berbohong untuk menutupi rasa takutnya.

“Ah, paling suara ringtone handphone kali...” jawab Azriel, suaranya diberat-beratkan supaya tak terlihat takut.

“Masak sih, mas?” Maya tak percaya dengan jawaban Azriel, “Setahuku ringtone handphone nggak gini-gini banget sih.”

Benar juga. Meskipun sebelumnya tak pernah mendengar suara-suara aneh dari dunia lain. Azriel pernah mendengar dari cerita kawannya, kalau ada makhluk halus yang suara tawanya saja sudah membuat merinding bulu kuduk, apalagi sampai melihat sosok nyatanya. Sayangnya, ia enggan berpikiran macam-macam kalau suara tawa yang didengarnya itu adalah makhluk itu.

“Emang sih... tapi, ma... udah ah... kita tidur aja...”

“Yee, kita kan ke sini mau bulan madu? Masak malah tidur?”

“Hehehe... iya yak...” Azriel meringis sembari garuk-garuk kepalanya yang tak gatal, “Sampai lupa aku.”

“Huuu... dasar. Belum tua saja sudah pikun. Apalagi kalau udah tua, lupa sama aku kali...”

“Hmm... tentu tidak dong sayang,” Azriel mulai merayu Maya istrinya dengan kalimat mendayu-ndayu.

“Masak sih?” Maya mencibirkan bibirnya yang aduhai itu.

“Weh, nggak percaya?” tanya Azriel, “Mau coba?”

Maya menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun, gerak tubuhnya tampaknya menggoda iman. Beruntung mereka telah menikah, jadi apapun yang dilakukan keduanya sah-sah saja. Lantas, terjadilah gelombang bara asmara. Mereka saling mencumbu satu sama lain. Tapi, ketika keduanya tengah asik memadu kasih.

Dua suara yang tadi mereka bicarakan terdengar lagi. Kali ini mereka terkejut setengah mati, saat tengah berada dalam gelombang asmara memuncak, dua sosok makhluk putih berdiri di depan mereka. Dua sosok makhluk putih itu adalah kuntilanak. Sepertinya dua kuntilanak itu sekeluarga: satunya ibunya, satunya anaknya. Karena postur keduanya berbeda. Satunya tinggi, satunya pendek.

Tapi, satu kesamaan mereka, yaitu mulut mereka sangat lebar melebihi mulut manusia biasa. Wajah kuntilanak itu rusak tak berbentuk, seperti meleleh terkena api. Sementara, kakinya menggantung tak menapak tanah. Waktu, Azriel dan Maya melihat, mereka segera terdiam. Tubuh mereka kaku tak dapat bergerak melihat dua kuntilanak di hadapan mereka.

Dua kuntilanak itu segera tertawa cekikikan, mulutnya tambah lebar. Azriel dan Maya yang sudah ketakutan, terdiam saja, dan akhirnya pingsan di tempat.

Keesokan harinya, Pak Wanto si penjaga penginapan menemukan keduanya dalam kondisi pingsan tanpa pakaian. Lalu, Pak Wanto itu langsung menolong Azriel dan Maya. Keduanya pun kemudian bercerita bahwa mereka mengaku melihat dua kuntilanak di kamarnya.

Sang penjaga menjelaskan kalau di kamar yang mereka tempati memang ada penunggunya, sebab kamar itu pernah kebakaran dan pernah ada yang meninggal. Itu pula yang membuat kamar itu tak pernah disewakan. (Lilih Prilian Ari Pranowo)


Sumber : Cerita Pendek Horor
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Misteri Suara Tawa di Malam 13 Maret 2012


Aku
Sehabis menelpon istriku sekitar pukul 22.00 kurang, aku membangunkan ibu yang sudah tidur di luar untuk tidur di kamar. Kasihan, soalnya dingin malam menusuk hingga ke kulit.
Kemudian, aku menonton Tawa Sutra di AnTeve sambil makan kacang bawang, sambil ngobrol sama bapakku. Sementara, adikku sedang menjahit.

Ibu
Ibu ke kamar. Pintu kamar agak ditutup.

Aku
Tak lama Tawa Sutra habis pukul 22.00 tepat -- biasanya kan ada soundtrack penghabisannya berdurasi satu dua menit. Bersamaan itu, samar-samar aku mendengar suara, lamat-lamat, antara suara perempuan menangis dengan suara perempuan tertawa dari dalam kamar ibu. Suara tivi ku mute. Aku bilang sama bapak dan adikku, "Kayak ada suara orang nangis?"
Kami mendengarkan dengan seksama. Tak ada. Aku pun memperbesar suara tivi lagi, dan mengambil kesimpulan kalau suara lamat-lamat yang kudengar adalah suara soundtrack Tawa Sutra. Karena memang ada suara perempuan sedang teriak-teriak dan menangis.

Ibu
Ketika soundtrack Tawa Sutra habis. Ibu segera memanggil bapak. "Pak, pak. Sini. Pada nggak denger kalau aku ketawa po?" Panggil ibu dengan nada agak marah dan ketakutan.
Aku segera menghampiri. Adikku juga. Melihat apa yang terjadi.
Ibu cerita apa yang terjadi. Katanya tak lama ketika masuk ke kamar, dia tertawa. Padahal saat itu dirinya masih terjaga. Mimpi? Orang terjaga kok mimpi. Tindihan. Tidur saja nggak apalagi sampai tindihan. Dan dia bilang dia ngerasa ketawanya mirip kayak suara miss K.
Aku yang mendengar suara-suara langsung berkata, "Oh, pantesan ada suara. Kupikir suara tivi. Iya, tadi aku juga denger. Tanya bapak sama Putri tuh."
Kami semua saling memandang. Entahlah, nggak ada di antara kami mengetahui persis apa yang terjadi. Bisa jadi ibu kemasukan sebentar miss K. Bisa jadi itu memang suara di tivi. Semua masih misteri berselaput kabut. Tapi kita nggak pernah bisa berkata kalau yang nggak ada itu memang benar-benar salah kan? Karena disangka ada. Iya, kan?

Sumber : Cerita Pendek Horor
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Bus Hantu


Topan adalah jejaka tampan ini yang bekerja di sebuah pabrik tekstil di Surabaya. Di kota pahlawan itu, Topan merantau jauh dari orang tua, handai taulannya, dan kekasihnya. Topan berasal dari Solo, sebuah kota kecil di provinsi Jawa Tengah.

Kalau bekerja, Topan berangkat pagi-pagi betul, karena masuk jam delapan pagi dan pulang jam lima sore. Lantaran, jika pulang sore macet, Topan lebih suka pulang sedikit larut malam tapi tidak macet dan berdesak-desakan dengan para penumpang lain. Karena itu, ia lebih suka nongkrong-nongkrong dulu di kantor bersama satpam atau teman-temannya. Ngobrol ngalor ngidul tentang apa pun, termasuk soal peluang usaha. Maklum saja Topan ingin membuka usaha sendiri. Biar bisa jadi juragan, katanya.

Topan tak tentu mudiknya. Kadang tiga bulan, kadang enam bulan. Meskipun ia kangen betul. Tapi, ini demi masa depannya. Bolak-balik Surabaya-Banyuwangi tetap membutuhkan ongkos. Karena itu, ia memilih jarang pulang ketimbang menghabiskan duitnya untuk ongkos dan mengumpulkannya sebagai modal membuka usaha di masa depan.

Suatu waktu, rindu di dalam hatinya sudah tak tertahankan. Ia ingin segera pulang ke kampung halaman dan bertemu orang tua, handai taulan, dan kekasihnya Syahrini. Ia biasa pulang malam karena paginya kerja dan kemudian ia menunggu bus di dekat kosnya itu. Tak seperti biasanya, lama sekali ia menunggu bus. Entah sudah berapa lama karena bus jurusan kampung halamannya tak kunjung lewat.

“Duh, kok lama banget ya,” keluhnya sendirian. Ia tengok jam tangannya sudah menunjukkan angka sebelas malam. Tapi, ia cukup sabar menanti dalam gundahnya. Jalan semakin sepi, hanya satu per satu kendaraan yang lewat. Kesabaran Topan berbuah, akhirnya bus yang ditunggu datang juga. Sebuah bus Kramatjati jurusan Banyuwangi. Lantas, Topan pun menyetop bus itu dan naik. Dia duduk di bangku kedua, sebelah bapak-bapak yang usianya sekitar empat puluh tahunan. Bayangan bertemu Syahrini segera menyeruak di dalam kepalanya.

Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba angin berdesir dan membuat bulu kuduk Topan merinding. Padahal saat itu, semua jendela tertutup rapat. Perasaan Topan mulai tak enak, ia mencoba melihat ke sekelilingnya. Tak satu pun penumpang bicara, begitu pula dengan sopir dan kenek.

Ia pun mencoba beramah tamah dengan mengajak bapak di sebelahnya berbincang. “Bapak dari mana? Ini bus haji ya, habis semua penumpang pakai baju putih?” kata Topan mencoba melucu.

Bapak itu hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa. Memang wajah-wajah semua yang ada bus itu, selain Topan, pucat pasi seperti mayat.

“Kalau bapak turun di mana?” tanya Topan lagi.

Si bapak cuma menunjukkan dengan gerakkan di kepalanya bahwa ia turun di depan. Topan mencoba melihat ke depan. Gelap. Ia tak sanggup melihat apa pun. Di pikir-pikir, ketika melihat keluar jendela, ia kemudian tersadar bahwa bus yang membawanya ini melewati jalan yang tak biasanya. Entah ke mana, lantas ia bertanya lagi pada bapak. Tapi begitu ingin bertanya pada bapak-bapak, Topan lebih terkejut lagi. Bapak-bapak itu berubah dari tengkorak. Topan melihat semua penumpang, ternyata semuanya berubah jadi jerangkong hidup. Tak seperti sebelumnya, mereka diam saja. Kali ini mereka bersuara... trak... trak... trak... trak... trak... Topan makin bergidik tak sanggup berbuat apa-apa. Akhirnya ia pingsan.

Ketika terbangun Topan berada di kuburan. Ia langsung cabut ke rumah terdekat dan meminta pertolongan mereka. Sesudahnya, Topan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Beruntung ia selamat dari peristiwa mengerikan itu, jika tidak, ia mungkin sudah dibawa bus hantu itu ke “dunia lain”. [Chucky]

Sumber : Cerita Pendek Horor
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Hantu Bibir Merah


Aku berlari sekuat-kuatku berlari, saat kakiku menyandung sesuatu. Membuatku tersuruk-suruk jatuh ke tanah. Aku meringis kesakitan. Namun rasa itu sudah tidak kupedulikan. Tidak untuk saat ini. Tidak saat monster itu ada di belakangku. Mengejarku. Aku berlari kembali. Dan... Tiba-tiba aku harus menghentikan langkahku saat ia muncul di hadapanku.
Aku mundur perlahan-lahan. Tidak ada jalan keluar dari sini.
"Ahhh... Ahhh... Ahhh... Pergi!!!"

"Bu, aku minta tandatangan," kataku sambil menyodorkan surat ijin untuk mengikuti kegiatan kemping pramuka di sekolahku.
"Apa ini?" tanya ibuku melihat surat yang kusodorkan.
"Surat ijin, bu," sahutku, "Nanti habis ujian sekolah, anak-anak kelas 4 mau kemping."
Ibuku mengambil surat ijin tersebut,  membacanya dengan seksama, lalu manggut-manggut dan menggumam, "hmm." Sesaat kemudian, ibuku membubuhkan tandatangannya. Mendapatkan surat ijinku telah dibubuhi tandatangan, aku berjingkat kegirangan. Sudah lama aku menginginkan pergi bersama teman-teman untuk kemping. Karena aku suka petualangan.

Dengan mengantongi ijin dari ibuku, aku kemudian berangkat ke sekolah dengan keceriaan yang tidak biasanya. Di sekolah aku membahas hal ini dengan teman-teman sekolahku.
"Kau sudah mendapat ijin dari ibumu?" tanya Heru -- sahabatku yang memiliki tubuh bongsor.
"Sudah dong! Nih!" Tunjukku kepada teman-temanku.
"Kau?"
"Ini!" Charly menunjukkan juga surat ijin mereka.
"Kau sendiri gimana?" tanyaku pada Heru.
Tiba-tiba Heru menunjukkan ekspresi sedih. Sepertinya dia tidak mendapatkan ijin dari orangtuanya untuk mengikuti kegiatan ini.
"Kau nggak diijinkan ya?" tanyaku lagi.
Tentu saja, tanpa keikutsertaan Heru semuanya akan terasa sangat sepi.
"Iya." Kini giliranku dan Charly menunjukkan ekspresi sedih. "Tapi bohong. Hahaha..." Heru melanjutkan kata-katanya lagi.
"Ah, sialan kau." Kami menonjok lengan Heru bersama-sama.

Hari H pun tiba...
Kami semua - anak-anak kelas 4 - berangkat ke tempat kemping. Kami semua dinaikkan ke sebuah truk yang besar sekali. Baru kali ini aku naik di punggung truk. Aku jadi teringat pesan ayahku almarhum, kalau
bisa melakukannya sekarang, lakukanlah sekarang kelak bisa saja kamu tidak akan memiliki kesempatan itu lagi. Dan inilah pengalaman pertamaku naik di punggung sebuah truk. Selama perjalanan kami semua bernyanyi-nyanyi riang gembira. Tidak ada rasa susah di wajah kami. Semua berwajah gembira. Termasuk
teman-temanku yang perempuan. Sesampainya di tempat kemping, kami segera mengikuti apa yang diperintahkan kakak pembina.

"Malam ini, kita akan melakukan kegiatan mencari jejak," kata kakak pembina.
Kami pun dijadikan dalam grup-grup. Begitu mengetahui aku jadi satu kelompok dengan Heru dan Charly.
"Kegiatan ini untuk melatih kepemimpinan kalian. Jadi kalian pilih pemimpin kalian ya. Nanti dua anggotanya matanya ditutup. Ini untuk simbolik bahwa pemimpin harus ada di depan untuk mencari jalan keluar. Makanya kegiatan ini dinamakan mencari jejak." Kami menyambut gembira kegiatan ini. Rasanya berbau petualangan.

Aku dan Charly pun ditutup matanya. Sementara Heru tidak. Kami berdua mengikatkan diri kepada Heru. Dan mengikuti tiap langkah Heru. Jika dia bilang kiri, maka kami ke kiri. Jika dia bilang kanan, maka kami
ke kanan. Jika dia bilang kami harus melangkah lebih lebar karena ada hambatan di kaki kami, maka kami melakukan apa yang diperintahkan. Tiba-tiba di tengah kegiatan itu berlangsung, aku mendengar suara yang
aneh. Segera saja terdengar jeritan minta tolong, "Argh... Charly... Wawan... Tolongggg..." Itu adalah suara Heru. Dan beberapa saat kemudian, aku mendengar suara Charly juga menjerit. Akhirnya aku membuka penutup mataku. Semuanya dalam keadaan gelap. Dan aku sendirian. Tak ada siapapun. Tak ada
suara apapun. Kecuali suara jangkrik-jangkrik dan hewan malam lainnya. Aku terpisah dari kedua temanku.
Tak begitu jauh dari tempatku, terdengar suara kresak. "Siapa itu? Heru?" tanyaku sambil berjalan maju ke arah suara, "Charly?" Tak ada sahutan. Kini semuanya benar-benar hening. Suara kresak pun
kembali terdengar dari arah yang sama. Aku maju perlahan-lahan. Perasaan takut mulai menguasai ke dalam
hatiku. Dan kutemukan kenyataan lain..."Hah?" tanyaku membatin, tercekat melihatnya. "Siapa itu? Siapa itu? Bukankah itu tubuhnya Heru? Tapi siapa yang sedang berjongkok itu? Sepertinya ia sedang mengunyah sesuatu." Aku memperhatikan lebih seksama. "Ahhh, dia sedang memakan tubuh Heru?"
Rasa takut yang sangat segera menguasai tubuhku. Aku mencoba untuk segera pergi dari situ. Aku mundur pelan-pelan. Krak. Aku menyadari telah menginjak ranting pohon. Aku terdiam dan menengok ke arah
sesuatu yang kulihat tadi. Sosok yang memakan tubuh Heru itu sudah tidak ada lagi.

Aku memicingkan mataku, mencoba lebih menguasai keadaan sekitar. Siapa tahu monster itu sudah mengetahui aku. Lalu, aku merasakan sesuatu itu sudah ada di tengkukku. Bulu kudukku meremang. Dan sebuah suara mendesis pelan terdengar di telingaku.
"Apa kau mencariku?" tanya desisan suara itu.

Aku berlari sekuat-kuatku berlari, saat kakiku menyandung sesuatu. Membuatku tersuruk-suruk jatuh ke tanah. Aku meringis kesakitan. Namun rasa itu sudah tidak kupedulikan. Tidak untuk saat ini. Tidak saat
monster itu ada di belakangku. Mengejarku. Aku berlari kembali. Dan... Tiba-tiba aku harus menghentikan langkahku saat melihat tubuh Charly di sebuah pohon.

Aku mundur perlahan-lahan. Tidak ada jalan keluar dari sini. "Ahhh... Ahhh... Ahhh... Pergiii!!!" Monster itu kini tampak sangat jelas menjulur-julurkan lidahnya yang panjang. Bibirnya merah dan terus tersenyum kepadaku. Oh, tidak itu bukan merah asli. Itu merah darah. Monster itu mendekat padaku. Kemudian... Kemudian... Semuanya begitu gelap. Tak ada apa-apa lagi. Tak ada suara. Segalanya hening.


***

Ibu heran melihatku pulang dalam keadaan berdarah dan menangis. "Kamu kenapa, Wan?"
"Ibuuu... Huhu... Ibuuu..."
"Kamu kenapa?" Ibu semakin panik dan mengguncang-guncang tubuhku.
Monster bibir merah pun keluar dari punggungku yang telah bolong. Kemudian menerkam ibuku. Aku melihat semuanya sebelum semuanya menjadi gelap. Gelap. Tak ada suara apapun. Semuanya hening.
[End]

Sumber : Cerita Pendek Horor
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Wanita di Dalam Cermin


Sarah mengernyitkan kening. Bagaimana mungkin cermin yang baru dibersihkannya bisa kotor lagi? Otak Sarah melacak memorinya dengan pasti satu nama: Danar.

'Bocah tengik itu pasti yang sudah mengotorinya,' gumam Sarah.

Sambil menggeram penuh kebencian, Sarah mencari Danar yang sedang bermain di halaman depan bersama Roy anak tetangga sebelah.

"Huh, ketemu juga kamu!" Pekik Sarah.

Demi melihat kakaknya yang marah, Danar terdiam. Bingung juga ada apa sebenarnya. "Kenapa Kak?"

"Ee, pake tanya? Kamu kan yang udah mengotori cermin Kakak?" Tuduh Sarah.

"Nggak Kak. Bukan aku."

"Jangan mungkir kamu!" Sembur Sarah sambil terus menarik godek Danar ke atas.

"Aduh aduh sakit Kak..." Danar mulai menangis tersedu-sedu mendapat perlakuan seperti itu dari Kakaknya. Roy teman bermain Danar langsung kabur pulang melihat kondisi yang tidak mengenakkan itu. Dia tidak mau terlibat masalah.

"Ayo sini kamu anak nakal."

Dengan sangat terpaksa, Danar mengikuti langkah kaki Kakaknya dengan raut wajah meringis menahan sakit. Tapi air matanya terus meleleh.

"Lihat itu?! Kamu kan yang mengotori itu?"



ilustrasi cermin | dok. pribadi
"Bukan Kak huhuhu..."

"Kalau bukan kamu siapa lagi? Cuma kamu yang tersisa di rumah ini selain Kakak."

"Nggak tauk. Setan kali," ucap Danar asal. Deg. Jantung Sarah berdetak lebih kencang. Ada benarnya juga omongan bocah tengik ini.

Kemudian dengan serta merta, cermin milik Sarah menggeser sendiri. Dua anak manusia yang melihat kejadian ganjil itu hanya bisa terdiam tanpa suara. Saat menengok ke arah cermin, keduanya sangat terkejut. Sesosok wanita dalam cermin menghadap ke arah mereka sambil tersenyum. Lalu kedua tangannya terjulur ke luar dan menangkap bahu kedua orang tersebut.

Sarah dan Danar meronta-ronta, tapi tak sanggup melepaskan diri. Mereka ditarik ke dalam cermin. Setelah itu tak ada apa-apa lagi. Hanya kesunyian.

Sementara, di dunia cermin, keduanya tengah ketakutan di dalam kegelapan yang mencekam.


Sumber : Cerita Penedek Horor
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Ular Apa Ini?


Cerita ini benar-benar saya alami waktu saya kecil. Saya sempat bingung karena saya belum pernah mendapat penjelasan dari yang saya lihat atau bertemu dengan orang yang mempunyai pengalaman sama seperti yang akan saya ceritakan disini.

Sebelumnya dalam budaya Jawa banyak ditemukan ukiran-ukiran mahluk berwujud ular (lebih mirip naga). Gambaran singkatnya kalau anda perhatikan salah satu alat musik wayang (gong), diatasnya ada ukiran patung ular memanjang, mulutnya terbuka lebar dengan gigi-gigi tajam yang menyeringai dan kepalanya memakai mahkota. Kalau anda orang Jawa pasti mengerti yang saya maksud.

Waktu itu saya masih kecil dan didalam rumah saya sering menemukan sisa kulit ular sebesar jari jempol menempel di pecahan tembok kamar rumah saya. Sebelumnya saya cuek dan mengacuhkannya. Suatu hari teman saya bernama M main ke rumah saya, lalu kami bermain didalam rumah. Waktu itu kedua orang tua saya tidak ada di rumah.

Perlu diketahui, rumah saya waktu itu masih berlantai tanah. Sampai suatu waktu saya dan teman saya bermain didalam kamar yang saya maksud diatas. Nah, saat didalam kamar tersebut saya menemukan kulit ular tergeletak diatas tanah. Kalau diperhatikan (walau cuma kulitnya saja) kepala ular ini cukup aneh karena kepalanya mempunyai moncong seperti buaya dan tempurung kepalanya besar.

Karena saya masih kecil dan belum tau benar anatomi ular saya mengacuhkannya (setelah saya besar saya baru tau yang saya lihat itu sangat berbeda). Lalu saya mengambil lidi dan bermain-main dengan kulit ular itu sambil mengobrol dengan teman saya tadi. Lalu keanehan terjadi...

Kulit ular yang saya maenin tadi tiba-tiba hidup dan berjalan mundur ke arah saya. Saya pun kaget bukan kepalang. Cara berjalannya pun aneh bukan setengah lingkar ke kiri ke kanan seperti ular umumnya, tapi ke atas ke bawah. Langsung saja secara reflek saya dan teman saya loncat dan lari seribu kaki keluar rumah. Saya berusaha menceritakan apa yang saya lihat pada orang-orang sekitar saya tapi mereka tidak percaya dan mengacuhkan saya. Tapi saya sangat yakin dengan yang saya lihat.

Setelah saya dewasa saya baru sadar ular yang saya lihat itu bukan ular biasa dan sangat mirip dengan ular naga dalam mitologi Jawa. Dan setelah saya flashback lebih jauh walau samar, saya masih ingat (saya masih digendong ibu saya) saya sering melihat ular ini disekitar saya dalam keadaan ular yang sebenarnya (bukan kulitnya), dia berjalan sangat cepat, kulitnya hitam dan cara berjalannya keatas kebawah...

Mohon maaf, mungkin saya menulis cerita yang tidak seram tapi saya cuma sekedar berbagi pengalaman saja dengan teman-teman disini. Mohon maaf kalau ada kesalahan kata atau penulisan juga karena ini tulisan pertama saya. Sekian.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Mandi Tanah Kuburan


Hay semuanya. Ini cerita gw asli bukan karangan, cerita ini bermula ketika gw masih kelas 6 SD.

Hari itu baru ada yang meninggal yang tak lain adalah bude nya adik tiri gw. Rumahnya disamping rumah gw. Bude gw meninggal sangat tragis akibat pembunuhan berencana, dibunuh sama orang gila. Ga tau kenapa orang gila bisa bunuh bude adik tiri gw itu. Berdasarkan kabar, orang gila itu sakit hati gara2 ditolak cintanya sama bude adik tiri gw. Pokonya terjadilah pembunuhan itu.

Bude pun akhirnya meninggal dan dikuburkan oleh warga. Gw pun ikut ke pemakaman bude adik tiri gw. Pas lagi dikuburin, gw main-mainin tanah kuburan bude adik tiri gw itu. Gw bikin tuh tanah jadi bola, sampai gw ga sadar kalau bola tanah itu gw bawa ampe rumah. Pas gw mau mandi gw baru sadar kalau bola tanah itu masih ada di saku celana gw. Gw seh ga kaget biasa aja. Gw mandi seperti biasa, ga sadar juga kalau itu tanah masuk ke gayung gw, jadilah gw mandi tanah kuburan. Itu lah awal kisah misteri gw.

Semenjak gw mandi pake air kuburan itu, gw jadi diikutin sama bude adik tiri gw, yang konon katanya bude adik tiri gw itu minta ditemanin sama gw. Kalau di kamar mandi pas gw lagi cuci muka, gw merasa dia ada di belakang gw. Pas lagi puuupz dia juga kaya lagi puuupz di belakang gw (hee sory ya).

Beberapa hari berlalu, kejadian ini terulang terus-menerus sampai pada titik gw menyerah dan menceritakan kejadian nih sama ibu tiri gw. Trus ibu tiri gw tanya apa yang udah gw lakuin selama ini sampai selalu dibuntutin sama bude adik tiri gw. Setelah diingat-ingat gw emang pernah ga sengaja mandi pake tanah kuburan bude adik tiri gw itu. Dibawalah gw ke orang kaya dukun gitu.

Sampai disana gw dimandiin sama air, disembur muka gw pake air kumur dukun itu. Trus dukun itu bilang kalau masih dibuntutin sama orang itu harus ngalakuin 1 ritual lagi. Dan ternyata gw masih diikutin sama tuh hantu. Sampai akhirnya gw ikutin ritual yang satunya lagi, gw harus mandi di tengah kuburan bude adik tiri gw. Dan mandilah gw disana jam 3 sore dan disaksikan para warga sekitar. Malu seh gw, tapi gpp lah yang penting semua nih bisa kembali seperti semula. Dan akhirnya gw terbebas dari hal aneh ini.

Sory kalau ceritanya GJ, thanks for coment
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...