Tampilkan postingan dengan label Hantu pocong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hantu pocong. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

Pocong penghuni kuburan keramat

Kejadian ini saya alami kira-kira dua tahun yang lalu sekitar akhir bulan juli 1996, dimana ketika itu kami ditugaskan menjadi mahasiswa KKN di salah satu desa di pesisir pantai Pangandaran. Cerita ini berawal ketika kelompok KKn kami yang berjumlah 10 orang menjadi tenaga sukarela di desa tertinggal di daerah Ciamis. Setelah sampai di desa, kemudian kami ditempatkan disalah satu rumah penduduk. lalu kami dibawa ke kantor kepala desa. Disana kami diperkenalkan kepada seluruh perangkat desa dan bersilahturahmi dengan pemuka agama setempat. DI sela-sela perkenalan, kepaladesa tersebut mengatakan "Adik-adik jangan kaget kalau di desa ini amsih banyak hal yang gaib dan supraniatural . Di sini sudah biasa". Ujar kepala desa itu sambil memperlihatkan botol-botol yang didalamnya berisi barang-barang kirirkman alias santet selama dia mejabat jadi kepala desa. kami yang nota bene orang kota yang awam dengan masalah-masalah supranatural, cukup kaget dan ketakutan juga mendengar informasi kepala desa itu. Yang mengherankan dari desa itu, ketika kami melakukan survey tempat, ternyata 2/3 bagian dari desa itu dipenuhi oleh makam alias kuburan. Hingga di desa itu ada 3 kategori untuk kuburan, ada kuburan biasa, kuburan tua dan kuburan keramat. Sampai suatu ketika saat Koordinator desa kamu harus menyampaikan surat undangan rapat ke rumah Pak Kades yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanann ddengan menggunakan ojek. Dusun Kades kami berada di puncak gunung yang kami tempati danharus melewati hutan pinus yang cukup lebat dan kata penduduk setempat hutan itu cukup cukup angker. Setelah menyampaikan surat dan berbincang-bincang sejenak, teman kami yang mengantar surat pun pamit pulang. Di tengah perjalanan, tukang ojek itu pun mengobrol dengan teman kami. "...Den kalo aden KKN takut sama hantu enggak?". Ditanya seperti itu temanku mejadi heran dan sedikit ketakutan. ...."Eh mang, jangan ngomgong yang enggak-enggak dong kan serem. kalau emang enggak takut sama hantu?" tanya temanku..." Ah itu sih kecil. disini sudah biasa Den, Tuh! disebelah kanan dan kiri kita kan kuburan keramat, he..he " kata si tukang ojek yang sepertinya sudah terbiasa dengan hal-hal yang nahe. Belum sepuluh menit dari obrolan mereka , tiba-tiba mesin motor itu mati. Walaupun sudah berusaha untuk menghidupkan motor itu, tetap sia-sia. Beberapa saat kemudian. Dorr!! Ban motor itu meledak dengan sendirinya Aneh...biasanya ban meledak atau kempes kalo menggilas sesuatu. "Aduh kenapa jadi gini ya?" kata tukang ojek. "Begini saja den, Aden tunggu dulu disini, emang kebawah dulu membetulkan ban motor ini". Walau sebenarnya takut, tapi apa boleh buat, akhirnya temanku itu mau juga menuggui motor itu di tengah hutan yang jauh dari mama-mana. Sambil duduk dan istirahat di atas batu yang sudah berlumut. Temanku yang tak tahu kalu batu yang dia duduki itu adalah batu nisan kuburan keramat yang sudah berlumut. Setelah setengah jam tukang ojek itu pergi, tiba-tiba angin berhembus dengan cepat. Samar-samar temanku itu melihat bayangan putih berkelebat diatas-atas pohon pinus. bayangan itu semakin jelas ketika sinar bulan menerpa tubuhnya. Dan...mahluk itu seperti tertawa mengikik pelan dan sedikit mendesah katena tertiup angin. Hi...Hi..iiii Temanku yang dari tadi komat-kamit membaca doa tiba-tiba pingsan dan mengompol diatas batu nisan tersebut. Singkat cerita temanku itu sudah dibawa ke rumah oleh si tukang ojek idan dirawat oleh orang pintar setempat. Malam kian larut..teman-temaku satupersatu beranjak tidur. kecuali aku dan temanku Rudi. Kami mengoblrol di beranda depan menghadap ke arah mesjid tua dan kantor kepala desa yang dibelakangnya dipenuhi oleh kibiran. jam saat itu menunjukkan pukul satu dini ahri . tiba-tiba teman-temanku melihat ada bayangan putih seperti mayat yang dibungkus kain kafan alias pocong. "eh..kkkamu llihat iitu enggak ?" tanya rudi sambil memegang pundakku keras sekali. " Melihat apa?! tanyaku karena memang aku tak melihat apa-apa. " Itu...tu...pocong!!" tambah Rudi lagi. Lalu akupun refleks melihat kearah dia menunjuk. Dan...akupun melihat sesosok tubuh yang dibungkus kain kafan sedang melintas diantara pohon mangga dekat mesjid menuju kearah belakang kantor kepala desa. Kami langsung berteriak 'Poconggggg" sambil berlari masuk kedalam rumah. Seisi rumah bangun dan bertanya ada apa. lalu kami menceritakan yang kami alami tadi tentu saja seisi rumah jadi ketakutan. akhirnya kamipun berencana untuk tidak tidur malam itu. tapi setelah jam 3 dini hari, ternyata rasa kantuk mengalahkan kami. Akhirnya kamipun tidur kembali di kamar, kecuali si Rudi yang tidur di sofa kamar tamu karena kamat tidurnya sudah penuh. Sekitar jam 4 dini hari, kami dikagetkan oleh teriakan Rudi yang keras sekali. Kamipun keluar kamar dan di sepan mata kami terlihat sesosok pocong yang sedang duduk di sebelah teman kami itu. Tatapan matanya sayu, kulitnya melepuh dan bernanah. Kami semua serentak membaca doa-doa minta kekuatan dari yang di Atas. Tiba-tiba sosok itu mulai mengeluarkan asap dan akhirnya menghilang dari pandangan kami. kami sesaat terdiam begitu juga denganku. Serasa didalam mimpi setelah sadar kami berusaha menolong teman-teman kami yang sedang pingsan. akhirnya kami sepakat untuk benar-benar tidak tidur, sambil bersama-sama membaca doa. Sekitar pukul setengah enam setelah kami shalat subuh, pintu rumah dijetuk dari luar. setelah dibuka, ternyata Pak Kosim yang sedang meronda. kata beliau kami disuruh datang, ke rumah salah satu penduduk nanti siang karena ada yang meninggal. Siangnya kami datang untuk melayat dan sekedar mengucapkan turut berduka cita. Setelah di persilakan masuk kamipun berdoa di samping jenazah. tapi ternyata...setelah kami lihat wajah yang meniggal itu..wajahnya sama persis seperti pocong yang kami lihat tadi malam Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sabtu, 14 Juli 2012

Mayat Bencong Yang Tidak DiSholatkan


Kejadiannya tahun 2002.

Jadi di daerah saya, ada yang namanya by pass (jalan antar provinsi lurus, sepi dan tanpa penerangan). Tempat tsb sering terjadi kecelakaan, namun tempat tsb juga sering dipake masyarakat sekitar dipakai rute nyubuh.. (lari pagi).
Sore itu jam 4 sore. Datang kabar kecelakaan motor dengan truk (adu kebo). Setelah ramai dan terdengan kabar, bahwa kecelakaan tsb adalah ojeg yang sedang membawa muatan (penumpang bencong). Beritanya, tukang ojegnya koma, dan dilarikan ke RS, sedangkan mayat bencong tsb meninggal. Kabarnya juga mayat tersebut tidak mempunya identitas dan sanak famili di daerah sekitar. Sang korban "tukang ojeg pun tdk bisa dimintai keterangannya (keadaan koma)".

Entah kenapa alasannya mayat bencong tsb tidak dishalatkan, namun mayat tsb dimandikan. warga sekitar pun kebingungan akan keberadaan mayat tsb. mencari familynya pun, tak kunjung tiba walaupun beritanya sudah disebar sampai pukul 9 malam.

Malam hari itu juga mayat tsb dikuburkan tanpa dishalatkan...
Warga sekitar merasa ada kejanggalan dan kecemasan, karena merasa ganjil dengan mayat yang tidak dishalatkan. Setelah semua warga pulang dari kuburan tsb dan pulang ke rumahnya masing-masing. Tidak berlangsung lama kira- kira 3 s/d 4 jam'an, Warga geger.. warga 3 orang yang sedang melakukan ronda dengan tidak sengaja melihat hantu mayat yang tadi malam baru saja dikuburkan, menampakan diri dengan "pocong" yang katanya masih ada bercak-bercak darah bekas tabrakan sore tadi.

Kontan 3 orang yg sedang ronda tsb pulang lari ke rumah. sambil teriak2.. "pocong..pocong...". warga sekitar pun gempar, mendengar orang teriak2, saat itu saya tertidur pulas akhirnya bangun. Setelah diceritain ma abang saya: "udah tidur lagi aja", namun nafas abang saya waktu itu ngos-ngosan nggak karuan. Saya pura2 tidur, sambil ngeliatin apa yg dilakukan abang saya saat itu.
Dengan rasa tidak percaya, pas waktu abang saya melihat kaca jendela.. kontan tu muka pocong ngampirin abang saya yang ngintip secepat kilat nampakin di kaca kamar saya. Ampe saya keinget "gmn" tu mayat pocong bencong tsb (amit2 jabang bayi)

Semua orang masuk dan menutup pintunya rapat2..
g ada yang berani keluar, abang saya pingsan saat itu juga, warga yang lain juga sampe ada yang kesurupan, mpe adzan subuh baru sadar.

Besoknya, warga bertemu dengan keluarga si mayat dan kembali mendoakannya. Terakhir itulah tempat saya dulu geger di santronin mayat pocong.
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Selasa, 10 Juli 2012

Mengenal sumpah pocong


Hukum di Indonesia masih belum bisa diandalkan untuk menegakan keadilan. Hukum bisa dipesan, dimodifikasi, dibuat dan bisa dimenangkan bagi orang kuat yang memiliki modal. Hukum di Indonesia bisa dijungkirbalikan dimana koruptor bisa bebas melenggang dan pencuri ayam bisa dipenjara tahunan lamanya. Jika pelaku korupsi dikuatirkan bisa mengganggu keamanan negara karena masih terkait penguasa, maka pelaku tersebut akan aman dengan berbagai cara termasuk pengalihan isu. Dalam kasus mega korupsi Nazaruddin CS misalnya masyarakat dibuat pusing dengan perang antara Nazaruddin dan Anas Urbaningrum (AU). Nazaruddin menuduh Anas juga menikmati hasil proyek korupsi dan Anas pun menolak tudingan tersebut bahkan siap digantung di monas jika terbukti terlibat. Tak kalah Nazaruddin pun akhirnya mengeluarkan tantangan yakni SUMPAH POCONG. Banyak orang melakukan sumpah pocong dikarenakan hukum tidak mampu memberikan jaminan keadilan. Satu-satunya jaminan keadilan adalah meminta kepada Tuhan agar menunjukan yang benar dan salah melalui sumpah pocong. Bagi masyarakat awam, sumpah pocong cukup ditakuti karena biasanya mereka takut kepada azab Tuhan karena sumpah tersebut atas nama Tuhan dan kitab suci jelas bisa membuat mereka yang bersalah terkena azab. Sumpah pocong meski kelihatannya seram, namun sebenarnya adalah sumpah menggunakan kitab suci dan meminta kepada Tuhan agar memberikan azab kepada yang bersalah. Sumpah pocong adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dalam keadaan terbalut kain kafan seperti layaknya orang yang telah meninggal (pocong). Sumpah ini tak jarang dipraktekkan dengan tata cara yang berbeda, misalnya pelaku sumpah tidak dipocongi tapi hanya dikerudungi kain kafan dengan posisi duduk. Sumpah pocong biasanya dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan dilengkapi dengan saksi dan dilakukan di rumah ibadah (mesjid). Di dalam hukum Islam sebenarnya tidak ada sumpah dengan mengenakan kain kafan seperti ini. Sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat. Sumpah ini dilakukan untuk membuktikan suatu tuduhan atau kasus yang sedikit atau bahkan tidak memiliki bukti sama sekali. Di dalam sistem pengadilan Indonesia, sumpah ini dikenal sebagai sumpah mimbar dan merupakan salah satu pembuktian yang dijalankan oleh pengadilan dalam memeriksa perkara-perkara perdata, walaupun bentuk sumpah pocong sendiri tidak diatur dalam peraturan Hukum Perdata dan Hukum Acara Perdata. Sumpah mimbar lahir karena adanya perselisihan antara seseorang sebagai penggugat melawan orang lain sebagai tergugat, biasanya berupa perebutan harta warisan, hak-hak tanah, utang-piutang, dan sebagainya. Dalam suatu kasus perdata ada beberapa tingkatan bukti yang layak diajukan, pertama adalah bukti surat dan kedua bukti saksi. Ada kalanya kedua belah pihak sulit menyediakan bukti-bukti tersebut, misalnya soal warisan, turun-temurunnya harta, atau utang-piutang yang dilakukan antara almarhum orang tua kedua belah pihak beberapa puluh tahun yang lalu. Bila hal ini terjadi maka bukti ketiga yang diajukan adalah bukti persangkaan yaitu dengan meneliti rentetan kejadian di masa lalu. Bukti ini agak rawan dilakukan. Bila ketiga macam bukti tersebut masih belum cukup bagi hakim untuk memutuskan suatu perkara maka dimintakan bukti keempat yaitu pengakuan. Mengingat letaknya yang paling akhir, sumpah pun menjadi alat satu-satunya untuk memutuskan sengketa tersebut. Jadi sumpah tersebut memberikan dampak langsung kepada pemutusan yang dilakukan hakim. Sumpah Pocong & Politisi Sumpah pocong sebenarnya tidaklah disukai politisi karena terkesan tidak rasional. Bukan karena takut azab Tuhan namun karena citra mereka bisa tercoreng karena irrasional/ndeso/mistik dan sejenisnya. Oknum Politisi dan oknum aparat kebanyakan di Indonesia mungkin bukanlah tipe manusia yang takut azab Tuhan. Kenapa? karena sebelum menjabat pun, mereka selalu disumpah dgn menggunakan kitab suci namun tetap saja korupsi jalan terus. Begitu juga dipengadilan, tiap orang disumpah juga dengan kitab suci dan atas nama Tuhan, namun tetap saja banyak yang bersumpah palsu. Jadi jika ditantang sumpah pocong, para pelaku kejahatan negara tidak akan takut karena mereka telah terbiasa melanggar sumpah. Sekilas memang oknum politisi, oknum aparat pemerintah, oknum penegak hukum dll yang melanggar sumpah sepertinya baik-baik saja. Nampak seperti Tuhan tidak kasih azab seperti kesambar petir, mati dengan mata melotot dll. Namun jangan salah... hukum alam sifatnya adalah PASTI karena hukum alam diciptakan oleh Tuhan. SIAPA YANG MENABUR DIALAH YANG MENUAI HASIL. Masalah azab sesungguhnya hanyalah menunggu waktu saja dan azab tersebut bisa turun menurun kepada keluarganya karena keluarga itu juga turut menikmati hasil kejahatan. Berbagai azab, cepat akan lambat PASTI datang. Misalnya kehancuran rumah tangga, anak terseret narkoba, anak menjadi pelaku kejahatan, penyakit yang datang silih berganti, tuntutan hukum yang terus mengejarnya, diserang oleh lawan-lawan politiknya kini berkuasa, sulit meninggal dunia, hidup tidak tenang, buta mata hatinya dalam melihat kebaikan, jauh dari Tuhan, kering rohani/spiritual, merasa kesepian/ditinggal keluarga, tidak ada yang mengurus, meninggal dalam pergunjingan negatif sehingga keluarga yang masih hidup juga tidak merasakan ketenangan hidup dan lain sebagainya. Intinya adalah tidak ada ketenangan hidup didunia. Hidup seperti di neraka. Hidup tanpa keberkahan dan ketika meninggal pun akan lebih sengsara di alam kubur. Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...