Minggu, 02 September 2012

Misteri 08


Mentari mulai muncul, memancarkan sinar cerahnya dari ufuk timur, memberikan kehidupan baru di muka bumi. Hujan yang turun pada malam itu tampak masih menggenangi lubang-lubang yang ada di jalan. Daun-daun pepohonanpun masih dihiasi oleh butiran-butiran air. Kicauan riang dari burung-burungpun mulai terdangar saling bersahutan satu dengan lainnya. Aku sangat takjub menikmati pemandangan yang dibrikan sang khaliq. Tapi aku tidak menyangka bahwa pagi itu kan menjadi awal dari hari yang aneh bagiku, yamg tetap harus kujalani.
Aku adalah seorang santri pondok pesantren yang sudah terbiasa hidup berasrama. Kehidupanku di pondok tidak terlepas dari belajar, beribadah, serta bergaul dan bermain dengan teman-temanku yang sudah kuanggap seperti saudara. Hari itu adalah hari jum’at, hari libur bagi kami. Hari itu terasa ssangat berbeda bagiku dibandingkan dengan hari-hari lain. Banyak hal aneh yang terjadi pada hari itu. Tak seperti biasa teman-temanku mengucilkanku dalam pergaulan. Kusapa mereka satu persatu, namun tak satupun dari mereka yang membalas sapaanku, bahkan mereka pergi menjauhi diriku dengan terburu-buru seakan-akan kehadiranku menjadi mimpi buruk bagi mereka.Kudatangi teman-temanku yang duduk bercanda riang di pondok bambu kecil depan asrama. Belum sempat kumenyapa dan bergabung dengan mereka, ternyata mereka telah membubarkan diri, menjauhi diriku.
Aku smakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada hari itu. Aku tak tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku hanya duduk menyendiri di pondok bambu itu. Kuluruskan kedua kakiku, dan kusandarkan tubuhku ketiang pondok. Tanpa kehadiran mereka di sampingku, dunia yang luas ini trasa sangat sempit bagiku. Biasanya aku slalu berkumpul, dan bercanda ria bersama mereka. Namun, sekarang aku hanya menyendiri, tanpa seorangpun memperdulikanku.
Kucubit pipi kiri dengan tangan kananku, aku berharap dapat terbangun dari mimpi buruk ini, tapi percuma saja. Ini bukanlah suatu mimpi. Ini adalah kenyataan yang harus kuhadapi.
Kulemparkan pandanganku kearah langit biru yang terbentang luas diangkasa. Iri hatiku melihat burung-burung terbang bersama-sama dibawah naungan awan, berkicau riang, bersahut-sahutan satu dengan lainnya. “Ya Allah! Apa salahku! Aku ingin smua ini kembali sperti biasa” doaku dalam hati.
Kuarahkan pandanganku ke lapangan hijau depan sekolah. Kulihat teman-temanku berolahraga bersam dengan wajah yang berseri-seri. Dengan wajah yang terlihat kelelahan, mereka terus berlari mengejar bola, dengan mengenakan seragam yang telah terbasahi oleh keringat. Ingin skali rasanya melangkahkan kakiku untuk berlari mengejar bola bersama eman-temanku. Tapi sudahlah, aku tak ingin berharap lebih banyak lagi. Karena mereka tetap akan menghirukanku.
Kulangkahkan kakiku, berjalan menuju kamarku yang bercatkan biru, yang berada disudut asrama. Kuambil tilam merah kepunyaanku, lalu kubentangkan tepat didepan lemariku. Dengan segera kurebahkan badanku. Aku tak bisa mempercayai kejadian saat itu. Kesalahan apa sebenarnya yang telah kuperbuat?.
Kulihat pintu kamarku telah tertutup rapat. Aku hanya tinggal menyendiri di kamar itu. Kucoba untuk membuka pintu tersebut, namun aku tak dapat membuikanya. Ternyata seseorang telah menguncinya. Aku meminta teman-temanku untuk membukan pintu kamarku, namun tak satupun dari mereka yang mau memperdulikanku. Bahkan aku hanya sendiri di tenga tawa temen-temen yang melihatku terkunci di dalam kamar sendirian. Aku bagaikan badut didalam pertunjukan sirkus. Aku sama sekali tak berdaya. Aku hany bisa pasrah terduduk kaku disudut kamar meratapi kejadian yang kualami. Aku tidak memikirkan siapa orang yang tega melakukan ini padaku, aku hanya berharap semua ini cepat berakhir.
“Teng,teng,teng!” lonceng asrama telah berbunyi. Aku tersentak dari tidurku. Kulihat keadaan sekelilingku. Pintu kamar terbuka lebar, aku masih berada diatas tilam merahku, kulihat tubuhku basah akan keringat. Alhamdulillah! Ternyata ini hanya sebuah mimpi buruk. Mungkin ini karena aku terlalu banyak memikirkan kejadian yang kualami ini, sehingga terbawa ke dalam tidur. Aku bangkit dari tilamku, kuraih jam tangan pemberian kakekku, kulihat jarum jam telah menunjukkan pukul setengah dua belas. Aku langsung bangkit, bergegas untuk mandi dan segera pergi ke mesjid.
Sunyi terasa langkah-langkahku. Tak seperti biasanya, kali ini aku hanya berjalan seorang diri menuju masjid yang letaknya tak jauh dari asramaku. Terik panas matahari terasa sangat memberatkan setiap langkah kakiku. Tapi aku tak menghiraukannya, aku terus berjalan.
Sesampainya di masjid, langsung kubentangkan sajadah abu-abuku, lalu ku melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Tak lupa pula aku berdoa agar semua yang terjadi ini cepat berakhir. Kemudian kuambil alquran merah yang berada di jendela masjid. Kubaca beberapa surat, sembari menunggu dikumandangkannya azan jum’at.
“Allahu akbar, Allahu akbar!”. Azan jum’at telah dikumandangkan. Kututup Alquran dengan bacaan shadaqallahul’azim, tak terasa tiga lembar Alqur’an telah selesai kubaca.
Khutbah jum’atpun dimulai, ternyata ust. Ahmad lah yang menjadi khatib. Beliau adalah Ust senior di pondok kami. Beliau sangat pandai dalam merangkai kata-kata sehingga kami paham terhadap apa yang ia sampaikan.
“Tidak ada manusia yang dapat hidup seorang diri di dunia ini. Kita pasti membutuhkan orang lain dalam berinteraksi untuk dapat memenuhhi kehidupan kita. Maka di dalam pergaulan pun kita akan sering menjumpai yang namanya kesalah pahaman, yang akhirnya menimbulkan perpecahan dan perpisahan. Itulah warna-warni kehidupan. Persoalan tersebut sebenarnya merupakan ujian dari Allah bagi hamba-hambanya. Dimana kita akan dinilai bagaimana sikap dan cara kita menyelesaikan permasalahan tersebut, apakah dengan mengeluh atau bersabar serta tawakkal kepad Allah. Tapi yang jelas setiap ujian yang diberikan Allah pasti ada hikmahnya!…” kata ust. Ahmad mengawali khutbahnya.
Aku tertegun mendengarkan khutbah tersebut. Memang bemnar yang dikatakan oleh ust Ahmad. Aku harus tetap bersabar dan tawakkal dalam menjalani warna-warni kehidupan. Aku akan tetap bersemangat. Aku yakin semua ini pasti ada hikmahnya.
Siang itu matahari bersinar dengan terangnya menerikkan bumi.dari kejauhan aku melihat thaklib, sahabat karibku. Ia sedang melamun di teras asrama. Aku mendatanginya dengan harapan ia tak mengacuhkanku.
“Lib, kamu kenapa? Kok melamun aja?”. Tanyaku pelan kepadanya. “Loh, siapa kamu!”. Jawabnya singkat. Oh ia, aku baru ingat aku harus mengerjakan tugas makalahku sekarang!”. Lanjutnya sambil beranjak dari tempat duduknya dan perhi menjauh meninggalkanku.
Kuperhatikan langkah kakinya menjauhi diriku. Ternyata iapun mengacuhkan kehadiran diriku. Padahal Thalib adalah sahabat yang paling akrab denganku. Kami slalu bersama. Kami sudah seperti saudara kandung. Ketika aku ada masalah dia selalu membantuku, begitu pula jika ia ada masalah aku slalu membantunya. Kami selalu menjaga perasaan satu sama lain. Tak pernah ia menyakiti hatiku, begitu pula aku selalu menjaga hatinya. Namun, sekarang telah berbeda. Kini, ia bukanlah Thalib yang seperti dulu, yang selalu ada disaat aku butuh dia. sekarang ia telah berubah, ia lagi menjadi sahabatku, ia bahkan menjauhi diriku.
Kini aku hanya seorang diri, tanpa ada seorang temanpun yang mau menemaniku. Aku tak tahu kepada siapa aku harus bertanya, kepada siapa aku harus mengadu. Aku hanya dapat berharap agar Allah memberikan yang terbaik bagi diriku.
Sangat membosankan bagiku untuk menjalani waktukutanpa seorang sahabatpun yang menemaniku. Jarum jam terasa berputar sangat lambat. Selesai shalat ashar, tak lupa kuberdoakepada Allah, aku berharap agar hidayah turun dari langit. Aku tidak tahan lagi menjalani kehidupan seperti ini. Aku tidak tahan untuk hidup menyndiri lebih lama lagi.
Sore itu angin berhembus dengan sepoi, udara terasa sangat bersahabat. Aku berharap merekapun mau bersahabat kembali denganku. Kucoba mendekati mereka yang sedang bermain catur, namun mereka segera membubarkan diri. Kudatangi temanku yang sedang bermain itar, namun iapun langsung berhenti dan beranjak pergi meninggalkanku. Ternyata mereka tetap tidak mau bersahabat denganku.
Sesekali angin berhembus menggoyangkan ranting pepohonan. Burung-burung terbang kembali ke sangkarnya. Mentari sorepun lebih memilih untuk menyembunyikan diri. Langit biru cerah telah berubah menjadi gelap kemerahan diufuk timur. Jiwaku masih sunyi didalam kehampaan, tak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi. Waktu yang terus bergulir hanya kuisi dengan doa dan harapan agar kesepian ini segera berakhir. Aku masih duduk termenung mencoba menjawab apa sebenarnya jawaban di balik teka-teki dari kehidupanku ini.
Waktu terus berlalu. Detik yang terus berganti dengan menit sangat berat kujalani. Mentari telah berganti dengan rembulan. Kuputuskan untuk duduk menyendiri di pondok itu. Menikmati panorama indah pada malam itu. Suara-suara ringkikan jangkrik mulai terdengar memecahkan keheningan malam hari. Kuperhatikan disekelilingku, aku hanya melihat kegelapan malam. “Akankah hatiku menjadi gelap seperti gelapnya malam ini?”. Benakku dalam hati.
Angin yang berhembus pada malam itu terasa sangat menusuk paru-paruku. Namun kucuba untuk bertahan dari dinginnya udara malam hari itu. Kuambil secarik kertas dan sebuah pena dari dalam tas coklat yang kudapat ketika mengikuti KMD. Aku berusaha menghibur diriku dengan mencoba merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah. Namun aku tak mampu. Pikiranku masih buntu oleh kesunyian malam. Kucoba tuk mencurahkan seluruh pikiranku diatas secarik kertas tersebut. Tapi percuma, karena kesepian telah menghantui pikiranku. Aku menjadi smakin tidak mengerti, misteri apa yang sebenarnya menghampiri kisahku ini.
Kuletakkan penaku, kurebahkan badanku. Kupandangi langit gelap nan luas diangkasa. Pandanganku tertuju pada bintang terang yang menghiasi sang malam. Bintang itu bersinar terang, ia tak terpengaruhi oleh kegelapan langit disekelilingnya.”Aku harus menjadi bintang terang diangkasa!”. Tekadku dalam hati.
“Samani! Sini kau!” teriak Jahal mengganggu lamunanku. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi aku mempunyai firasat buruk pada saat itu.”mengapa Jahal berteriak memanggilku? Bukankah mereka semua ? tapi sudahlah lebih baik aku menemuinya saja.” Benakku dalam hati.
Ternyata benar firasatku, belum sempat aku berbicara, ia langsung meraih leher bajuku dan menggenggamnya dengan erat. “apa yang kau lakukan ini? Apa salahku? Tanyaku membela diri. Aku berusahauntuk melepaskan genggaman tangannya, tapi aku tak berdaya. Jahal memeng santri yang bertubuh besar dan bertenaga kuat. Sedangkan aku bertubuh kecil. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. “lima tugizhuni?(kenapa kau buat panas terusz)”. Katanya dengan nada sangat tinggi. Sementara teman-temanku yang lain yang melihat kejadian itu langsung datang berkumpul mengelilingi kami berdua. Namun yang kuherankan tak seorangpun dari mereka yang maju untuk menolongku. Seolah-olah mereka memang sangat membenciku.
Ia lalu mendorongku hingga aku jatuh dan terjerembab ke lantai. Aku sangat tak berdaya menghadapinya. Aku tak tahu apa yang aku rasakan pada saat itu. Aku sungguh tak mengerti mengapa ia tega melakukan hal ini padaku, padahal aku tak mempunyai salah kepadanya. Mengapa tak seorangpun yang mau menolongku? Kesalahan apa yang sebenarnya telah kuperbuat kepada mereka sehingga mereka tega berbuat seperti ini.
Jantungku berdegup kancang,nafasku berhembus cepat. Dalam setiap hembusan nafasku, aku hanya berdoa kepada Allah agar bisa menghindari perkelahian ini, dan semua ini cepat berakhir.
Aku berusaha bangkit untuk berdiri. “tas, tas, tas!”. Suatu benda dilempar mengenai kepalaku, stelah kusadari itu adalah telur-telur yang telah mengotori kepalaku. Dilanjutkan dengan lemparan tepung, bubuk kopi, lumpur, dan lainnya. Dalam waktu singkat sekujur tubuhku telah berubah menjadi sangat kotor dengan aroma yang sangat bau. “Happy birthday to you!….” nyanyi mereka dengan riang.
“Selamat ulang tahun akhi! Smoga panjang umur ya! Tadi maafin aku ya! Kamu tidak apa-apakan! Ini, terimalah kado dari kami semua!”. Kata Thalib sambil memberikanku sebuah bingkisan terbalut rapi oleh kertas kado berwarna hijau muda dengan pita merah menghiasinya. Di bingkisan tersebut tertulis “Happy Milad yang ke 17! Sahabat… Persahabatan kita akan abadi untuk selamanya…”
“Sahabat…, terima kasih ya atas kejutan yang telah kalian berikan kepadaku! Ini adalah kado ulang tahun yang sangat spesial bagiku, dan aku tak akan pernah melupakannya!. Awalnya aku mengira kalian benar-benar mengucilkanku, tapi ternyata sebaliknya lebih dari itu. Kalian mengingat hari miladku, padahal aku sendiri tidak mengingatnya”.jawabku
“Sahabat…! Satu hari ini aku sangat tersiksa dalam kesunyianku. Kesendirian slalu menghantui setiap langkahkakiku, bahkan sampai merasuki mimpi dalam tidurku. Tapi ternyata Allah memberikanku sahabat yang sangat menyayangiku. Aku mendapatkan banyak pelajaran ari ini, ini adalah kado yang sangat spesial bagiku. Karena itu aku berharap kita akan slalu bersama sahabatku!” kataku. Tak terasa air mata tetesan air mata jatuh membasahi pipiku.
“Kami juga berhara demikian sobat! Tapi memangnya kamu mimpi apa?” tanya Jahal penasaran. Akupun menceritakan mimpi yang kualami pada mereka, yang kemudian disambut tawa riang kami semua.
Itu adalah malam yang sangat spesial bagiku. Aku sangat bersukur mempunyai banyak sahabat seperti mereka. Aku berharap persahabatan itu bisa terus berlanjut, walaupun kami telah keluar dari pondok ini nantinya. Rasa haru, senang, dan bahagia bercampur padu dalam hatiku. Aku sangat bahagia pada malam itu.
Sekarang aku mengerti. Ya… ini adalah tanggal 08 april, hari ulang tahunku. Aku memang tidak menyadarinya, karena kalender yang kami gunakan di pondok ini adalah kalender islami. Yang kutahu ini adalah tanggal 08 rajab. Kini usiaku bertambah menjadi 17 tahun. Ternyata memang benar yang dikatakan orang, kita akan merasakan bahagia di umr 17 tahun. Ya.. Sweet Seventeen. Akhirnya misteri hari ini berakhir juga. Hmm, 08 april, ya.. misteri 08 rajab. Ternyata semua itu hanyalah tamsil belaka. Aku sangat bahagia dengan apa yang telah kuperbuat pada hari ini.
Tak sabar kumenunggu mentari muncul menampakkan senyuman esok hari. Aku akan mulai membuka lembaran baru, menggoreskan hal indah dalam kisahku selanjutnya.
Kupandangi bintang terang diangkasa, yang senantiasa menghiasi indahnya sang malam. Memberi cahaya pandar di kegelapan langit. “Aku harus menjadi cahaya yang akan menyinari sekitarku. Ya, aku akan menjadi cahaya yang akan selalu bersinar terang. Dengan sinar itu aku akan membuat sahabt-sahabtku bersinar terang. Ya… sama seperti aku. Dan kami akan saling menyinari dengan cahaya yang kami miliki. Kami akan menyinari dunia. Menjadi sebuah cahaya, Light!” Tanamku dalam hati.

Profil Penulis:
Nama Penulis: Ammar Ihsan D’Light
Blog: http://ketikwww.blogspot.com
I’m The 20th Legion of Arafa, The Light!
Wan to know more about me??
follow @lighters20 Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sabtu, 01 September 2012

Sinopsis Film Horor : Audrey Rose 1977



Ini adalah salah satu film horor berdasarkan cerita hantu didasarkan pada peristiwa yang diduga benar. Film menceritakan seorang gadis bernama Ivy dan keluarganya yang sedang diteror oleh seorang pria misterius yang  percaya bahwa Ivy adalah reinkarnasi dari putrinya, Audrey Rose, yang meninggal dalam kecelakaan mobil yang berapi-api hanya beberapa menit sebelum Ivy lahir (setelah sebelumnya mendapatkan jawaban sama dari dua paranormal). Apa yang berikut adalah serangkaian kejadian aneh (beberapa sangat mirip dengan yang di ‘The Exorcist’), termasuk Ivy mengalami mimpi buruk yang mengerikan dan membakar tangannya di jendela. (**)


Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sinopsis Film Horor : An American Hunting



Ini adalah film horor modern yang mengambil cerita dari masa lampau. Bermula ketika Yohanes Bell mangambil paksa tanah milik Kate Batts, yang dikenal memiliki ilmu sihir. Dan setelah insiden itu, Bell dan putrinya sering mengalami kejadian supranatural, dan yang terparah ia melihat putrinya penuh luka dan putrinya mengaku telah diperkosa oleh mahluk tak berwujud. Pada tahun 1886, seorang sejarawan pernah menulis tentang penyihir batts ini yang sangat terkenal pada masa kepresidanan Andrwe Jackson.  Disinyalir, keberadaan keluarga Bell  memang ada.

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sinopsis Film Horor : The Amityville Horror




Sejauh ini, The mityville merupakan film horor terseram yang di ambil dari sebuah kisah nyata. Bermula dari seorang pemuda yang rentan terhadap penyalah gunaan narkoba Ronald deFeo jr (alias “Buth”) yang membantai seluruh anggota keluarganya pada suatu malam 14 November 1974  dengan mengunakan senjata api, disaat anggota keluarganya tertidur, pertama ia menembaki ayah dan ibunya yang sedang tidur di kamar mereka, diteruskan dengan membunuh saudaranya yang lebih muda. Menurut polisi, deFeo membunuh seluruh anggota keluarganya untuk mendapatkan sejumlah uang, tetapi banyak isu-isu yang berdar bahwa Defeo melakukan pembunuhan keji itu dikarenakan dia mendengar bisikan-bisikan gaib dari arwah yang ada di rumah tersebut.
Beberapa tahun kejadian setelah kejadian tersebut rumah yang menjadi peristiwa pembantaian keluarga itu didiami oleh keluarga Lutz. Mereka menemukan sebuah ruangan rahasia yang diyakini menyimpan sebuah misteri dari kejadian pembunuhan keluarga DeFeo dan tak lama setelah itu keluarga Fatz melarikan diri dari rumah tersebut tanpa alasan yang tak jelas.


Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Kamis, 30 Agustus 2012

Sinopsis Film Horor : The Entity



Film ini mengambil cerita dari seorang ibu rumah tangga bernama Dorris Bither yang tinggal bersama putra remaja dan kedua putrinya. Ia sering sekali mengalami kejadian seperti halusinasi dan gangguan fisik. Brian Harris, putra remaja Bither mengatakan sering mendengar ibunya ditampar, dipukuli hingga dilempar didalam kamar, ia juga pernah melihat luka memar pada paha ibunya, yang menurut Bither karena malam sebelumnya ia diperkosa oleh setan.
Film ini terinpirasi oleh seorang ibu, Carmen Reed, yang diwawancarai CNN tentang cerita seram yang dialaminya.  Bermula pada 1980 saat Reed beserta keluarganya menempati sebuah rumah kolonial  lama di Southington, Connecticut, agar dekat dengan rumah sakit dimana dia dan anak 13 tahunnya itu menerima pengobatan kanker. Segera setelah itu, dua keponakannya bergabung dengan mereka di rumah yang mereka tau pernah menjadi rumah duka. Tidak lama sebelum anaknya yang mulai bercerita tentang suara-suara yang didengarnya, termasuk salah satu “pria jangkung, kurus dengan panjang rambut hitam pekat” yang sering dilihatnya setiap malam.
Pernah ia juga membawa anaknya ke psikiater dan mendapati anaknya semakin gelap dan gelap pada setiap harinya. Hingga akhirnya dia membawa anaknya ke rumah sakit jiwa


Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Sinopsis Film Horor : The Exorcism Of Emily Rose

Horror kisah nyata The Exorcism
The Exorcism Of Emily Rose merupakan salah satu film horor yang terbilang sangat sukses dari sisi penjualannya. Film ini terpengaruh dari kisah seorang gadis remaja Annelise Michel, yang sebelumnya adalah gadis remaja biasa. Kejadian aneh dimulai ketika usianya 17 tahun pada 1968 ia kejang-kejang dan mengalami serangan epilepsi pertamanya pada 1969,  pada saat itulah Annelise mulai berhalusinasi tentang setan ketika ia sedang berdoa. Pada tahun 1975, dia  ditetapkan menderita depresi dan hingga sering sekali melukai dirinya sendiri sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.

Seseorang yang pertama mendiagnosis bahwa Annelisse mengalami kerasukan adalah seorang perempuan tua yang menemaninya saat ia berziarah. Dia melihat Anneliese berjalan menghindar melewati gambar tertentu dari Yesus, dan ketika ia menolak untuk minum air yang berasal dari mata air suci. Kemudian seorang pengusir setan dari kota terdekat memeriksa Anneliese dan menyimpulkan bahwa ia dirasuki. Setelah pengobatan medis yang selalu gagal, akhirnya ritual eksorsisme dipilih yang dilakukan oleh seorang Uskup. Pada saat itu Annelise mulai melukai dirinya sendiri dan menolak untuk makan.
Anneliese melakukan sejumlah tindakan yang sangat aneh. Ia menjilat urinnya sendiri dari lantai. Dia memakan lalat, laba-laba, dan batubara. Dia menggigit kepala burung mati. Annelise pernah merangkak di bawah meja dan menggonggong seperti anjing selama dua hari. Ia sering mendengar teriakan melalui dinding selama berjam-jam. Merobek pakaian dan kencing di lantai. hingga mengakibatkan tubuh dan wajahnya terlihat mengerikan, orang di sekitarnya hampir tidak mengenalinya. Annelise meninggal pada tahun 1 juni 1976 yang diakibatkan karena dehidrasi dan malnutrisi, dan hampir selama satu tahun menderita semi kelaparan ketika ritual exorcism dilakukan.

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Kau Akan Mati Terpotong Tiga Belas





Okta mencoba mengingat-ingat mimpinya, namun tak bisa. Pandangan matanya yang istimewa membawanya melihat sosok di atas gedung apartemen di seberang. Sosok itu melayang di atas pagar besi pengaman yang berkarat. Dan ia… ia merasa tengah diamati oleh sosok itu melalui teropong. Okta ingin memfokuskan penglihatannya, hanya saja hujan mulai turun… satu butir, dua butir, tiga butir, kemudian seratus butir dan semakin menderas tak terhitung. Padahal cuaca sedang cerah. Ini bukan hujan yang wajar! gumamnya… 

Dan… tiba-tiba ruangan kamar menjadi gelap…

* * *

Serangkaian kasus pembunuhan dengan modus dan jejak tertinggal yang sama: mayat termutilasi menjadi 13 bagian! Detektif paling bodoh pun akan merangkum analisa yang sama: ya, ini pembunuhan berantai. 

Penemuan tulang-belulang di sebuah gudang tua tahun 2006 menjadi awal penyelidikan Inspektur Brata atas kasus orang hilang. Beberapa bukti dan fakta mengarah kepada sosok Anjaswara, si penyiar radio Supernova. Namun Okta tidak memercayainya. Sebagai sahabat Anjas, Okta yang memiliki kemampuan telekinesis dan kemampuan meramal masa depan, mencoba menyelamatkannya. 

Namun, semua skenario sudah dibuat oleh sang penjagal yang mengarahkan semuanya ke satu titik. Akankah Anjas berhasil lolos dari jerat sang penjagal?
Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Aku Mati Memeluk Boneka





“… Temani aku malam ini. Jika tidak mau, kirim pesan ini ke tujuh nomor lain …”


Sebuah teror sms dilakukan oleh arwah penasaran gadis pembawa boneka. Satu per satu dari mahasiswa universitas terkenal di Malang mati secara tragis. Peristiwa terjadi pada acara diklat UKM di hutan Coban Talun. Kabar ini tersiar ke media massa yang segera mem-blow-up berita. Wildan, yang menjadi ketua panitia, dan beberapa orang anggota panita shock atas kejadian ini.

Untuk menguak kebenaran dan latar belakang di balik peristiwa ini, Wildan, Mitha, Gustian, dan beberapa orang yang selamat menyelidikinya. Dan mereka menemukan sebuah kenyataan yang kejanggalan…

Berhasilkah Wildan, Mitha, Gustian, dkk. menguak kebenarannya dan selamat dari incaran gadis pembawa boneka yang membunuh dengan kejam?


Baca saja di buku ini: Aku Mati Memeluk Boneka, karya Lubis Grafura. 

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Hantu Wanita Kecelakaan


Cerpen Horor - Kesukaan kami menonton film di bioskop sudah tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Hal itu sudah mendarah daging, sama seperti kau memiliki suatu hobi - tidak bisa dinilai menggunakan apapun. Hampir tiap malam minggu, aku tidak pernah melewatkannya tanpa pergi ke bioskop menonton film-film terbaru. Tentunya bersama Katty, teman hidup yang sudah menemaniku selama bertahun-tahun. Tapi, hidup terlampau cepat. Waktu bertahun-tahun itu tak terasa telah berlalu, menyisakan kenangan demi kenangan.

ilustrasi kecelakaan mobil dan hantu wanita

Seperti malam musim panas yang gelap ini. Kami telah menemukan diri kami berada di mobil tua kami. Aku dan Katty mengulas film yang baru saja kami tonton.

"Oh, tidak tidak, itu bukan gayaku, Chucky. Aku pikir akting para pemainnya memang baik, tapi kisahnya sendiri tidak menarik buatku terlalu datar," kata Katty.

Tentu saja, aku tidak setuju dengan pernyataannya. Bagaimana mungkin ia bisa mengatakan alur film itu tidak begitu bagus? Pasti ia sedang melantur saat menontonnya. "Aku tidak sependapat denganmu. Kupikir semuanya baik-baik saja. Tidak ada cela di film tersebut."

Kami terlibat adu argumen. Namun, baik aku atau Katty, sama-sama tak tersinggung akan hal ini. Aku menginjak rem dengan sangat mendadak. Tubuh Katty maju-mundur dengan sangat keras.

"Ada apa kau ini?" sembur Katty kepadaku. Namun, aku tak peduli. Aku segera keluar dari mobil. Seorang wanita, berada tak jauh dari mobil kami, datang dengan terhuyung-huyung.

Wanita itu tampak terluka parah. Ia menangis. Kepada kami, wanita itu mengatakan kalau mereka mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Dan anaknya yang masih bayi kini tengah terjebak di dalam mobil. Aku meminta wanita itu untuk tinggal dengan Katty. Sementara, aku akan pergi menyelamatkan bayinya. Wanita itu mengangguk. Aku begitu terkejut melihat mobil yang dikendarai wanita itu telah ringsek parah. Tapi, aku terus maju, karena aku mendengar suara tangis bayi malang yang terjebak di dalam sana. Sungguh lega aku mengetahui si bayi masih hidup. Aku membebaskan bayi malang itu dari dalam mobil.

Saat mengangkat bayi itu, aku melihat sekilas beberapa mayat di jok pengemudi dan penumpang. Setelah mendapatkan bayi itu, aku kembali ke tempat istriku dan wanita itu menunggu. Tapi, dari kejauhan kuperhatikan bahwa istriku sendirian.

"Di mana wanita itu?" tanyaku setelah sampai.

"Ia kembali ke mobil untuk membantumu," jawab Katty, sekaligus lega mengetahui bahwa bayi itu masih hidup.

Aku memberikan bayi itu kepada istriku. Kemudian kembali ke tkp untuk mencari wanita itu. Sesampainya di sana, aku memanggil-manggil wanita itu tapi tak ada jawaban. Aku berjalan ke arah depan mobil yang kacanya telah rusak. Secara jelas, aku melihat beberapa mayat yang telah mati tadi.

Ketika mataku menumbuk ke wajah mayat seorang wanita, bulu kudukku merinding. Bukankah wanita itu yang tadi meminta tolong kepada kami? Aku segera berlari ke mobilku. Kemudian, mengajak istriku beserta bayi pergi dari tempat tersebut. [CJ]

Sumber

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...

Selasa, 28 Agustus 2012

Hanako; Si "Penghuni" Toilet Sekolah Jepang


Cerpen Horor - Di kalangan anak-anak sekolah di Jepang populer hantu Jepang bernama Toire no Hanako (Hanako Si Penghuni Toilet). Kepopuleran hantu ini seringkali diangkat ke manga, anime, dan film. Tiap kali membicarakan tentang toilet angker, pikiran orang Jepang segera mengarah pada hantu Hanako. Nah, sebenarnya siapa sih hantu Hanako ini?

ilustrasi toire no hanako keluar dari lubang toilet

Hantu yang telah jadi urban legend ini bermula muncul tahun 1950-an, di mana saat itu sedang heboh-heboh penampakan seorang bocah perempuan di toilet sekolah. Bocah perempuan ini mengenakan rok merah, rambutnya dipotong nge-bob pendek. dan biasa muncul di kamar mandi sekolah-sekolah setingkat SD di Jepang.

Urban legend mengatakan, bahwa saat itu ada seorang anak kecil yang tengah bersembunyi di toilet sekolah dari kejaran ibunya yang gila, namun malang ia berhasil ditemukan dan dibunuh oleh sang ibu. Versi lainnya menyebutkan bahwa Hanako adalah anak kecil yang tewas karena serangan udara Perang Dunia II, saat ia sedang bermain petak umpet bersama temannya dan bersembunyi di toilet.

Setiap anak sekolah punya versi cerita Hanakonya masing-masing. Kehebohan hantu Hanako ini kembali terjadi pada tahun 1980 di mana hantu Hanako itu muncul tidak lagi di sekolah SD tetapi juga di SMP maupun SMA. Biasanya Hanako juga menampakkan diri di toilet perempuan. Kalaupun dia bisa terlihat oleh anak laki-laki, kemungkinan toilet yang disemayami Hanako adalah toilet unisex.

Tidak seperti kebanyakan hantu yang menampakan dirinya di malam hari, Hanako biasanya muncul di siang hari saat jam sekolah. Keberadaan Hanako yang sering dijadikan ajang uji nyali bagi anak-anak SD di Jepang. Untuk 'memangggilnya', setiap anak yang masuk ke dalam toilet harus memanggil nama 'Hanako'. Jika si hantu merespon, maka ia akan menjawab "Ya, aku ada di sini". Kalaupun tidak menjawab, biasanya akan menampakan diri dengan sosok anak perempuan memakai rok merah dan rambut bob berponi. Namun ada juga beberapa anak sekolah yang suka membully temannya dengan mengunci di toilet agar si teman panik ketakutan bertemu dengan Hanako. Ada yang mengatakan hantu Hanako baru akan muncul jika seseorang yang 'akan melihat'nya tengah dirundung ketakutan-ketakutan. Takut akan kegelapan kamar mandi, kematian, hingga takut menstruasi, yang menjadi momok anak-anak ABG.

Keberadaan Hanako sama sekali tidak membahayakan jiwa dan tidak suka meneror dengan rasa dendam. Ia hanya makhluk halus yang hanya sekedar muncul untuk menunjukan eksistensinya dan menjadi 'maskot' hantu masa kini yang ditakuti anak-anak. Orang yang melihatnya, paling hanya akan lari terbirit-birit dan Hanako tidak akan mengejar. Tidak ada cara khusus untuk menangkal Hanako. Bahkan ada yang menyebutkan jika hantu Hanako pada aslinya adalah sosok yang baik bahkan mau menolong siapa saja yang tengah dalam masalah dan disebut-sebut kerap membawa keberuntungan.

Sumber

Sumber : http://m-wali.blogspot.com/2012/07/cara-membuat-komentar-facebook-di-blog.html#ixzz25JVfr06E
»»  Baca Selengkapnya » ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...