Sabtu, 07 Juli 2012

Kejadian aneh di seputar kuburan yang berada di sekitar jalan Tanjungsari SUMEDANG


Waktu itu aku habis pulang dari bandung, karna di bandung ada arisan keluarga gitu, pas pulang aku di anterin sama sopir pribadiku, karna ayah dan ibu mau nginep di bandung untuk 3hari sementara aku senin paginya harus sekolah, dan terpaksa aku pulang hanya dengan sopirku saja, rumahku di sumedang otomatis kan melewati tanjungsari, dan cerita seramnya di mulai pas aku melewati kuburan yang berada di seputar jalan tanjungsari, aku ga tau nama kuburanya yang jelas itu nampak jelas pas kita melewati jalan di tanjungsari itu, ketika itu aku melihat ada sebuah odong-odong membunyikan lagunya dan tampak si amang amang nya menggoes odong odong miliknya, seperti hal yang biasa, dan ketika aku melihat ke bangku tempat anak biasanya naik, kejadian itu tepat jam 01-15 , dan aku menyuruh sopirku untuk menghentikan laju mobil.
sopirku : ko knapa mau berhenti di tengah kuburan gini serem kan. Saya : mang lihat tuh odong odong yang ada di pinggiran kuburan itu, amang amangnya aneh ko ga ada penumpangnya tapi kaya ada yang naek gitu,
sopirku : ah ga tau ah serem den kabur aja yu ah.                      
Saya: ah si amang mah, ayo lah mang cabut aja kalo takut,,hehehe
Dan kami tancab gas samapai di tanjungsari, tapi bukan pas kuburanya, dan sopirku minta istirahat di pinggiran jalan,(maklum sopir saya sudah tua,hehe)
Dan aku memilih tukang baso dorong sebagai santapanku dan ngobrol-ngobrol sedikit seputar apa yang tadi ku lihat di pinggir kuburan itu ke tukang baso dorong itu, dan pedagang itu merespon seperti dia percaya kepada omongan yang barusan ku bicarakan dan dia berbicara:
Pedagang baso: di kuburan itu sudah ga aneh ada pedagang yang lewat sana terlihat sedang melayani pelangganya, saya juga pernah mengalaminya sendiri, waktu itu saya melintas di jalan itu jam 11 malam, dan ada seseorang yang memberhentikan gerobak baksonya, dan meminta 12 mangkok untuk 12 orang yang memesanya, dan saya memberikan saja karna saya takut kalo ga di turutin saya ga bisa lewat lagi ke sini, dan anehnya mereka membayar dengan uang asli di alam manusia.
Dan ketika saya menanyakan gimana bentuk orang yang membeli baksonya, dia menjawab dia ga tau, dan dia melihat kuburan itu seperti perkampunyan, dan ia menyadari kalau itu kuburan setelah ia berada 15 meter manjauh dari kuburan itu, dan ketika ia menyadari bahwa dia melewati sebuah kuburan, dia langsung memacu gerobaknya dengan se kencang kencangnya.
Setelah saya puas dengan berita yang saya dapat dari tukang bakso itu saya langsung melanjutkan perjalanan ke sumedang dimana saya tinggal.
Mohon maaf apabila kurang di pahami karna seluruh percakapan saya dengan supir saya dan tukang bakso itu memakai bahasa sunda, juadi mohon maaf apabila ada yang beda kalau di translate ke bahasa indonesia.
Saya berterimakasih apabila ada yang memberi masukan atau keritikan dari cerita ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa Komentar anda tentang post ini?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...